
Aldari yang sudah selesai dengan kegiatan masak memasaknya di dapur dan makanan yang di masak oleh Aldari pun siap untuk di antar ke Office Alex. Dan iya akan bersiap siap terlebih dahulu sebelum berangkat ke office Jaya Tama. Bibi, panggil Aldari terhadap kepala pelayan Mansion yang sedang membantu Aldari menyusun makanan yang akan di antar ke Office Alex.
Kepala pelayan Mansion yang mendengar suara Aldari langsung menoleh ke arah Aldari, "iya Nona.." apa Nona membutuhkan sesuatu ucap kepala pelayan Mansion terhadap Aldari yang sedang berdiri di depan meja makan. Tidak bi, Al cuma mau bilang kalau Al akan bersiap siap ke atas terlebih dahulu sebelum berangkat ke office nya tuan Alex, baiklah Nona, bibi juga akan menyuruh supir siap kan mobil untuk mengantar Nona ke office nya tuan. Kalau begitu Al ke atas dulu yah bi, pamit Aldari kepada kepala pelayan Mansion pun mengangguk kepala ketika Aldari pamit untuk kelantai atas.
Sesampainya Aldari di kamarnya iya segera mencari pakaian di dalam lemari untuk pergi ke Office Alex. Hm.. aku pakai baju yang mana yah jadi bingung gumam Aldari dalam hati nya karena sampai iya salah memilih pakaian untuk pergi ke Office Alex tamatlah riwayatnya. Pasti dirinya akan mendapatkan hukuman dari Alex jika salah memilih pakaian, setelah dua menit baru lah Aldari menetapkan pilihannya pada pakaian yang akan iya kenakan.
Setelah sepuluh menit Aldari bersiap siap, iya pun melangkahkan kakinya menuju ke lantai bawah untuk menemui kepala pelayan Mansion yang sedang di ruangan tamu menunggu kedatangan dirinya tersebut. Sesampainya Aldari di ruangan tamu iya segera menghampiri kepala Mansion paruh baya itu.
Bibi, panggil Aldari yang menghampiri kepala pelayan Mansion yang sedang fokus melihat layar handphone nya, seketika wanita paruh baya itu menoleh ke arah Aldari yang sedang berjalan menuju ke arahnya, Nona sudah siap? ucap kepala pelayan Mansion tersebut, sudah bi, kalau begitu Nona berangkat sekarang mobil sudah menunggu di depan Mansion, beritahu kepala pelayan Mansion kepada Aldari yang sedang mengambil rantang makanan yang ada di atas meja. Baiklah bi, Al berangkat dulu yah bi iya Nona, baru Aldari ingin membuka pintu mobil kepala pelayan Mansion memanggil Aldari yang ingin masuk mobil.
Nona, panggil kepala pelayan Mansion yang berjalan menghampiri Aldari di mobil. Aldari yang di panggil oleh kepala pelayan Mansion pun menoleh ke arah wanita paruh baya itu. lya bi apa ada yang tertinggal? ucap Aldari kepada kepala pelayan Mansion tersebut. Tidak Nona, tadi tuan Alex hanya berpesan sebelum Nona ke Office nya tuan, Nona mampirlah di toko kue karena tuan Alex memesan kue coklat, Aldari pun mengangguk kepala atas perintah wanita paruh baya itu, baiklah bi Al akan membelinya nanti kalau begitu Al jalan dulu Iyah bi.. iya hati-hati Nona.
Setelah Aldari berangkat ke Office Alex Kepala pelayan Mansion itu pun melangkah kan kaki nya menuju Mansion, mudah-mudahan tuan Alex menyukai masakan Nona Aldari gumam kepala pelayan Mansion dalam hati nya tersebut. Kepala pelayan Mansion pun melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda tadi.
Di dalam mobil.
__ADS_1
Tuan, ucap Aldari memanggil sopir yang mengantarkan dirinya ke Office Alex, seketika sopir pribadi Alex langsung melihat melalui kaca spion mobil untuk melihat aldari yang duduk di belakang. lya Nona, apa Nona membutuhkan sesuatu? ucap sopir pribadi Alex tersebut, iya tuan nanti sebelum sampai di office nya tuan Alex kita mampir sebentar ke toko kue karena tuan Alex menyuruh membeli kue. Baiklah Nona, ucap sopir pribadi Alex dengan sopan terhadap Aldari yang sedang duduk di belakang.
Terima kasih tuan, ucap Aldari dengan tersenyum. Nona panggil sang sopir pribadi Alex yang sedang menyetir mobil, Aldari yang di panggil pun melihat ke depan ketika ditanya di panggil sang sopir tersebut. lya tuan ada apa? ucap Aldari ketika dirinya dipanggil, Nona Jang memanggil saya dengan sebutan tuan.. kalau tuan Alex dengar nanti tuan bisa marah Nona. Ucap sang sopir tersebut, Aldari yang mendengar ucapan sang sopir pun tersenyum" tuan tidak usah kuatir saya sama dengan pelayan yang lain juga yang ada di Mansion tuan Alex ucap Aldari dengan tersenyum. Kalau begitu Nona jangan memanggil saya dengan tuan karena saya bukan Tuan nya Nona, hm baiklah kalau begitu saya panggil anda dengan sebutan Mas aja kalau begitu kan jarak umur saya sama kamu kan jauh ucap Aldari dengan terkekeh. Terserah Nona saja yang jelas jangan panggil tuan aja sudah, ucap sang sopir pribadi Alex tersebut. Ok..ok ucap Aldari dengan tersenyum manis nya tersebut.
Di toko kue.
Setelah beberapa menit menempuh perjalanan untuk menuju ke Office nya Alex, Aldari mampir sebentar di toko kue yang tak jauh dari Office Alex untuk membeli pesanan sang tuan muda Alex. Sesampainya di toko kue sang sopir pun memarkirkan mobil nya di depan toko kue, begitu Aldari turun langsung di sambut oleh pemilik toko kue tersebut karena siapa yang tak tahu sang pemilik mobil tersebut kalau tidak sang pengusaha Nomor satu di Kota ini.
Selamat datang Nona di toko kue kami Nona, ucap sang memilik toko kue yang menyambut kedatangan Aldari di toko kue nya tersebut. Aldari yang di sambut kedatangan nya di toko kue itu pun di buat senang bukan main pasalnya iya tak pernah sebelumnya di sambut seperti ini. Apa yang bisa kami bantu Nona? ucapan pemilik toko dengan Rama terhadap dirinya telah, Iyah mbak makasih bantuan nya ucap Aldari dengan tersenyum kepada pemilik toko kue itu, saya lagi mencari kue yang seperti kue tart mbak apa ada kuenya di sini mbak, oh.. tentu saja ada Nona.. Nona nggak usah kuatir di sini perlengkapan kue kami lengkap Nona nggak usah kuatir. Aldari yang mendengar ucapan sang pemilik toko kue itu pun senang.
Mari ikut dengan saya Nona.. ucap pemilik toko kue yang membawa Aldari ke lantai atas di mana kue yang Aldari cari tersebut berada di lantai dua. lya mbak.. terima kasih bantuan nya ucap Aldari dengan tersenyum, mereka pun melangkahkan kaki menuju ke lantai atas untuk mengambil kue yang di cari Aldari tersebut.
Selesai Aldari membayar kue nya di kasir, Aldari pun di antar oleh pemilik toko kue itu ke pintu utama toko kue tersebut. Sesampainya mereka di lantai bawah sang memiliki toko pun mengucapkan terima kasih kepada Aldari atas kunjungan nya tersebut.
Terima kasih atas kunjungan anda Nona, semoga selamat sampai tujuan nya.. ucap pemilik toko kue itu kepada Aldari, iya mbak terima kasih atas bantuannya tadi ucap Aldari dengan tersenyum. lya sama-sama Nona, Aldari pun melangkah kan kaki nya menuju di mana mobil yang mengantar dirinya ke Office Alex.
__ADS_1
Sesampainya Aldari di mobil iya langsung masuk mobil untuk melanjutkan perjalanan menuju ke Office Alex. Mas ayo kita berangkat ucap Aldari ketika dirinya sudah berada di dalam mobil tersebut, sopir yang mengantarkan Aldari pun menoleh ke arah Aldari yang telah selesai membeli kue untuk sang tuan nya tersebut. Udah selesai membeli kue nya Nona, ucap sang sopir pribadi Alex tersebut dan dijawab oleh Aldari dengan tersenyum bertanda iya sudah selesai membeli kue.
Sepuluh menit menempuh perjalanan kini mereka sudah sampai di depan Perusahaan Jaya Tama di mana Office Alex tersebut. Nona kita sudah sampai di Office nya tuan Alex, ucap sang sopir pribadi Alex kepada Aldari yang hanya diam di kursi belakang dan menatap ke luar jendela mobil di mana office Alex letak tersebut seketika Aldari langsung terkejut mendengar ucapan sang sopir pribadi itu. hm lya. lya mas ucap Aldari dengan gugup pasal nya iya merasa hatinya tak enak seketika mau ke dalam Office nya Alex. Kenapa hatiku merasa gelisah ya gumam Aldari dalam hati nya ketika akan ke ruangan kerja Alex tersebut.
Kalau begitu saya turun dulu iya mas, terima kasih sudah mengantarkan Aldari ke office nya tuan Alex, ucap Aldari dengan tersenyum tipis pada sang sopir pribadi Alex tersebut. lya Nona, kalau begitu saya pulang dulu.. Nona hati hati ke ruangan tuan Alex ucap sang sopir tersebut. lya mas, terima kasih ucap Aldari dengan tersenyum tipis nya tersebut.
Aldari pun melangkah kan kaki nya dengan hati yang terasa gelisah menuju di mana pintu utama Office Alex berada, dan benar saja yang Aldari rasakan ketika hati nya mereka gelisah sesuatu pasti akan terjadi pada dirinya.
Auh Aldari meringis ketika seseorang dengan sengaja mendorong diri Aldari sampai terjatuh di lantai dan lutut Aldari pun mengeluarkan darah yang lumayan banyak. Rasakan itu gadis sialan ucap perempuan yang mendorong tubuh mungil Aldari tadi, itu pembalasan ku ucap perempuan yang mendorong tubuh mungil Aldari tersebut.
bersambung
Jangan lupa tinggalkan jejak like and comen yah guys dan vote juga
Semoga suka 💞
__ADS_1
Selamat membaca
Terima kasih 💞