Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan

Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan
64. Menjadi pembantu tuan muda arogan


__ADS_3

Alex yang tadi nya sedang menatap kesal pada sang sekretaris nya yang tak keluar dari ruangan kerja nya setelah mengantarkan paber bag untuk Aldari. Kini di tambah Aldari yang begitu lamban dalam berpikir untuk menganti pakaian saja Aldari begitu tampak kebingungan.


"Huh, gadis ini benar-benar harus ikut pelatihan bagaimana cara nya jadi pelayan yang benar, gerutu Alex yang menatap Aldari yang hanya menundukkan kepalanya saja.


Aldari yang mendengar kan ocehan Alex dirinya hanya bisa diam saja, karena kali ini dirinya memang benar-benar tak tahu di mana dirinya harus berganti pakaian dirinya tersebut. maka dari itu dirinya kembali untuk menanyakan kepada Alex di mana dirinya hari berganti pakaian dirinya tersebut.


Jastin yang tidak mau terkena imbas atas kekesalan dari CEO nya pun langsung undur dirinya dari ruangan kerja CEO nya tersebut. "Tuan, saya permisi dahulu ke luar. Ujar Jastin dengan sangat hati-hati takutnya CEO nya itu mengamuk, Alex yang tadinya sedang fokus menatap Aldari seketika dirinya langsung menoleh di mana sang sekretaris nya tersebut sedang mematung menatap dirinya yang sedang kesal tersebut.


"Huh, kalian berdua ini sama-sama menyebalkan, gerutu Alex sambil melirik sinis ke arah Jastin dan Aldari secara bergantian. "Dan kau Jastin apa yang kau tunggu lagi!" dari tadi kau bilang mau keluar dari ruangan kerja ku ini! "tapi sampai sekarang kau masih saja di dalam ruangan kerja ku ini, ke


Alex langsung memberikan tatapan tajam kepada sang sekretaris nya Jastin tersebut. Jastin yang mengerti akan tatapan tajam dari CEO nya pun langsung sedikit membungkuk untuk undur diri dari ruangan CEO nya tersebut.


"Saya permisi tuan, ujar Jastin sambil melirik sekilas di mana Aldari sedang berdiri dengan memegang paper bag yang dirinya berikan kepada Aldari tersebut.

__ADS_1


Setelah Jastin keluar dari ruangan itu, Alex pun kembali fokus menatap di masa Aldari sedang menundukkan kepalanya saja dan itu membuat Alex mendengus kesal melihat Aldari hanya menundukkan kepalanya saja.


Di luar ruangan kerja Alex, tampak Jastin langsung menarik nafas dalam-dalam setelah keluar dari ruangan CEO nya tersebut. "Huh, untung saja aku sudah keluar dari ruangan itu. Ujar Jastin sambil mengatur nafas nya tersebut, "bagaimana nasib gadis itu!" gumam Jastin sambil melangkah kan kakinya menuju di mana ruangan nya tersebut.


"Kasian sekali dia, terkena amukan tuan Alex, tanya Jastin terhadap dirinya sendiri. OOPS seketika Jastin langsung menutup mulutnya karena telah menggerutu tentang CEO nya tersebut dengan suara yang lumayan keras. Jastin langsung menoleh kiri dan kanan untuk memastikan tidak ada orang yang mendengar ocehan nya tersebut.


"Aman, ujar Jastin sambil mengelus dadanya tersebut karena di tempat itu tidak ada orang lain selain dirinya sendiri. Sesampainya Jastin di depan pintu ruangan kerja nya, Jastin yang ingin membuka hendel pintu ruangan kerja nya tersebut seketika dirinya terkejut mendengar dering handphone nya tersebut.


"Huh, siapa lagi nih orang yang menelfon-nelfon. Gerutu Jastin sambil meronggo Handphone di saku jas nya tersebut. Jastin yang melihat siapa si penelepon di layar handphone nya pun langsung menekan layar hijau tersebut tanpa menunggu lama. Bila tak mau mendapatkan amukan dari sang tuan arogan itu! siapa lagi kalau bukan CEO nya tersebut.


"Kau siapkan mobil, karena sebentar lagi kita akan berangkat, ujar Alex sambil melirik ke arah dimana Aldari masih berdiri tak bergerak sedikit pun. Tanpa menunggu jawaban dari sang sekretaris nya tersebut Alex langsung memutuskan sambungan telepon tersebut.


Tut...Tut...Tut.

__ADS_1


Jastin yang melihat layar handphone nya yang sudah mati pun langsung mendengus kesal lantaran sambungan telepon dari sang CEO nya putus secara sepihak.


"Huh selalu saja seperti ini, gerutu Jastin sambil melangkah kan kakinya menuju area parkiran mobil khusus CEO nya tersebut.


Setelah Alex memutuskan sambungan telepon dari sang sekretaris nya tersebut. Kini Alex langsung menyeret tubuh mungil Aldari ke kamar pribadi milik nya tersebut untuk menganti pakaian Aldari tersebut. Aldari yang belum siap-siap seketika dirinya di seret paksa oleh Alex pun sampai hampir terjatuh jika dirinya tak berpegangan pada lengan kekar milik Alex tersebut.


Sesampainya di depan kamar pribadi milik Alex, Alex langsung memasukkan sidik jari nya tersebut dak seketika pintu itu pun langsung terbuka. Setelah pintu terbuka Alex langsung mendorong tubuh mungil Aldari masuk ke dalam kamar pribadi milik nya tersebut.


"Ganti pakaian dirimu sekarang juga" ujar Alex pada Aldari tersebut. Apa yang kau tunggu lagi! cepat ganti pakaian dengan pakaian yang kau pegang itu, tunjuk Alex yang sedang Aldari pegang sebuah paber bag yang diberikan oleh sang sekretaris nya Jastin tersebut.


"Kenapa kau mala bengong, tanya Alex kesal setengah mati pada Aldari yang hanya menatap dirinya dengan bingung.


"Huh dasar lemot" gerutu Alex sambil mendengus kesal menatap wajah Aldari tersebut.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2