Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan

Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan
137. Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan


__ADS_3

Mendengar suara datar nan dingin itu seketika ruangan yang tadinya sedikit heboh lantaran beberapa anggota desainer membahas baju yang akan Aldari kenakan saat acara reunian Alex nantinya tak sesuai dengan konsep yang akan di adakan nantinya, yah ... walaupun baju itu senada dengan warna baju yang akan mereka kenakan saat acara nanti.


Melihat siapa yang datang, semua anggota desainer langsung menunduk dan langsung bergegas ke tempat masing-masing. Jastin yang melihat CEO nya yang sudah duduk di kursi tunggal di ruangan tamu saat ini langsung menghampiri CEO nya tersebut.


"Tuan, ini contoh baju yang anda inginkan tadi," ujar Jastin menyerahkan satu lembar kertas yang dirinya prin sewaktu di kantor tadi siang.


Ehem,


Alex yang mendengar ucapan dari sang sekretaris hanya berdehem sambil meraih kertas yang diserahkan kepada dirinya itu.


Sambil memperhatikan kertas yang sedang dirinya lihat, sesekali Alex melirik Aldari yang saat ini sedang di ukur oleh anggota desainer tersebut.


"Jastin," panggil Alex pada sekretaris nya yang sedang berdiri tak jauh dari ruangan itu.


Jastin yang di panggil oleh CEO nya tersebut langsung menghampiri CEO nya yang sedang duduk sambil menggeser-seger benda pipih yang berada di genggaman tangan miliknya saat ini.


"lya tuan," sahut Jastin menghampiri CEO nya itu.


Jastin yang mendengar ucapan dari sang CEO nya itu, langsung memberi kode kepada anggota desainer yang lainnya yang sedang menunggu tugasnya untuk mengukur badan sang pemilik mansion tersebut.

__ADS_1


"lya tuan," Jawab desainer yang akan mengukur badan Alex mendekati sang sekretaris Jastin.


"Kerjakanlah tugas dirimu," perintah Jastin ketika desainer laki-laki itu sudah berada di hadapan nya.


"Baik tuan,".


Desainer itu pun langsung melaksanakan tugas untuk mengukur badan Alex.


Aldari yang selesai mengukur badannya terlebih dahulu langsung celingukan mencari keberadaan kepala pelayan mansion karena dirinya saat ini benar-benar merasa tidak nyaman ketika dirinya hanya mematung di ruangan itu.


Jastin yang melihat Aldari yang sedang kebingungan dirinya langsung menghampiri Aldari yang sedang mencari keberadaan seseorang.


"Nona." Tuan meminta anda untuk tetap disini sampai tuan selesai!" kata Jastin menyampaikan pesan CEO nya tersebut pada Aldari.


Anggota desainer yang telah melakukan tugas mereka langsung undur diri dari kediaman Alex ... yang di antar oleh salah satu pelayan di mansion Alex.


Melihat anggota desainer telah pergi dari ruangan itu, Alex melihat ke arah dimana sang sekretaris nya berdiri. Jastin yang melihat CEO nya menatap dirinya langsung menghampiri CEO nya tersebut.


"Tuan."

__ADS_1


Kau segeralah istirahat ... dan untuk besok kau pergilah terlebih dahulu ke office, karena besok diriku ada urusan sebelum berangkat ke office. ungkap Alex memberitahu pada sang sekretaris nya itu.


"Baik tuan,".


"Saya permisi dulu tuan," ujar Jastin pamit sambil membungkuk memberikan hormat kepada CEO nya tersebut sebelum dirinya keluar dari ruangan itu.


Alex langsung menatap Aldari yang hanya diam berdiri di ujung sofa yang tak jauh dari tempat dirinya duduk saat ini.


"Kau kemari lah," perintah Alex menyuruh Aldari untuk mendekati dirinya yang saat ini sedang menatap Aldari tanpa berkedip.


Aldari yang tak mau mendapatkan omelan dari Alex seketika dirinya langsung menghampiri Alex yang sedang menatap dirinya sehingga membuat dirinya menjadi tak nyaman ketika mendapat tatapan seperti itu.


"lya tuan," jawab Aldari gugup lantaran dirinya hanya berdua saja di ruangan tamu saat ini ... dan entah kenapa mansion mendadak menjadi se-sepi ini. Dan tak ada satu pun yang berlalu lalang. Sungguh Aldari mereka sangat takut dibuat nya.


Tanpa aba-aba Alex langsung menarik pergelangan tangan mungil milik Aldari sehingga membuat Aldari langsung terduduk sempurna di paha Alex.


"Tuan...!!" pekik Aldari dengan terkejut sehingga membuat dirinya lupa siapa yang sedang dirinya teriaki saat ini.


Alex langsung menatap tajam ketika dirinya di teriaki oleh Aldari.

__ADS_1


"Apa,".


Bersambung


__ADS_2