
Alex yang melihat layar handphone miliknya siapa yang menelepon dirinya pun langsung mengangkat panggilan dari kepala pelayan mansion milik nya tersebut.
"Halo, ada apa menghubungi diriku!" tanya Alex tanpa basa-basi terhadap kepala pelayan mansion milik nya yang saat ini tengah bicara dengan dirinya.
"Maaf tuan, saya mengangguk. Saya cuma mau menyampaikan pesan dari tuan Jastin!" ujar kepala pelayan mansion milik Alex ketika panggilan dari dirinya sudah di angkat oleh sang tuan muda nya tersebut.
"Pesan apa yang ingin kau sampaikan!" tanya Alex pada kepala pelayan mansion tanpa basa-basi.
Kepala pelayan mansion pun langsung menyampaikan pesan dari sang sekretaris Jastin kepada tuan muda nya tersebut.
"Tuan, di sini semoga tamu undangan sudah mulai menanyakan tentang tuan!" kepala pelayan mansion menyampaikan pesan dari sang sekretaris Jastin kepada tuan muda nya Alex.
Alex yang mendengar ucapan dari sang kepala pelayan mansion milik nya pun langsung mengerutkan keningnya karena heran kenapa para tamu undangan menanyakan tentang dirinya.
Alex yang tidak ingin ambil pusing terhadap apa yang di sampaikan oleh kepala pelayan mansion milik nya saat ini
"Suruh saja Jastin mengantikan diriku seperti biasa!" perintah Alex pada sang kepala pelayan mansion milik nya tersebut.
Tut...Tut...Tut
Setelah Alex memberi perintah kepada sang kepala pelayan mansion milik nya, Alex langsung mematikan sambungan telepon secara sepihak tanpa menunggu jawaban dari kepala pelayan mansion milik nya.
Kepala pelayan mansion yang mau bicara dengan sang majikan pun langsung menoleh ke arah layar handphone miliknya yang sudah dimatikan sepihak oleh sang tuan muda nya Alex.
"Seperti inilah kalau sudah cinta sama seorang gadis!" gumam kepala pelayan mansion sambil melangkah kan kakinya menuju di mana sang sekretaris Jastin yang sedang menghadapi para tamu undangan tuan muda nya Alex saat ini.
Sesampainya kepala pelayan mansion di belakang podium di mana sang sekretaris Jastin nampak sedang memberikan penjelasan kenapa para tamu undangan yang tampak sudah mulai gelisah Karena acara belum juga mulai.
__ADS_1
Jastin yang sedang menatap para tamu undangan seketika dirinya pun terkejut ketika seseorang pelayan datang menghampiri dirinya yang sedang berdiri di atas podium saat ini.
"Tuan!" panggil salah satu pelayan yang bertugas di acara pesta Aldari pada sang sekretaris Jastin yang sedang menatap para tamu undangan yang mulai heboh lagi.
"Huh, kau membuat diriku terkejut saja!" keluh sang sekretaris Jastin seseorang yang sedang menatap dirinya saat ini.
"Maaf kan saya tuan!" ujar pelayan itu meminta maaf kepada sang sekretaris Jastin tersebut.
Tanpa menjawab maaf dari pelayan yang ada di hadapannya saat ini, Jastin langsung menanyakan maksud kedatangan nya tersebut.
"Ada apa kalian datang ke sini!" tanya sang sekretaris Jastin tanpa basa-basi.
"Kepala pelayan mansion milik tuan Alex, sedang menunggu tuan di belakang!" ujar pelayan itu pada sang sekretaris Jastin yang sedang menatap dirinya saat ini.
Jastin yang mendengar ucapan dari pelayan sedang berdiri di hadapan saat ini pun langsung menoleh ke arah dimana sang kepala pelayan mansion CEO nya sedang menatap ke arah dimana dirinya berdiri saat ini.
"Baik tuan, saya permisi dulu tuan!" pamit pelayan tersebut.
Setelah kepergian pelayan itu, Jastin langsung melangkah kan kakinya menuju di mana kepala pelayan mansion milik CEO nya sedang menunggu kedatangan dirinya saat ini.
Tap...tap...tap
Terdengar suara langkah kaki Jastin menuju ke arah dimana kepala pelayan mansion CEO sedang menatap dirinya saat ini.
Sampai Jastin di depan kepala pelayan mansion milik CEO nya Jastin langsung menanyakan tentang CEO nya pada orang yang sedang berdiri di hadapan dirinya saat ini.
Tanpa basa-basi sang sekretaris Jastin langsung menanyakan Apa yang sudah CEO nya bilang kepada kepala pelayan mansion tersebut.
__ADS_1
"Apa yang tuan katakan!" tanya sang sekretaris Jastin yang tak sabar ingin mendengar jawaban dari kepala pelayan mansion tersebut.
Kepala pelayan mansion langsung menyampaikan pesan dari sang tuan muda nya pada sang sekretaris Jastin yang sedang menatap dirinya dengan tatapan tak sadar ingin mendengar jawaban dari dirinya tersebut.
"Tuan Alex berpesan agar tuan saja yang mengantikan dirinya seperti biasa!" ujar kepala pelayan mansion menyampaikan pesan dari tuan muda nya Alex.
Jastin yang mendengar jawaban dari sang kepala pelayan mansion milik CEO nya tersebut pun langsung mendengus kesal lantaran dirinya selalu saja menggantikan posisi CEO nya tersebut.
"Huh, selalu saja sesuka hati!" gerutu Jastin yang masih bisa di dengar oleh sang kepala pelayan mansion.
"Baiklah bibi, bibi bisa pergi!" ujar Jastin setelah dirinya mendapat jawaban dari sang kepala pelayan mansion tersebut.
"Baik tuan, kalau begitu sayang permisi ke belakang dulu!" pamit kepada pelayan mansion yang sedang menatap Jastin yang terlihat sangat frustasi setelah menerima perintah dari CEO nya.
Sesampainya Jastin di depan para tamu undangan, Jastin langsung mengambil mikrofon untuk bicara kepada seluruh tamu undangan saat ini.
"Perhatian semua tamu undangan, saya mau menyampaikan bahwa tuan muda Alex tidak dapat hadir di acara kali ini!" ujar Jastin dengan suara lantang milik nya.
Seketika di dalam ruangan itu di buat heboh setelah mendengar ucapan dari sang sekretaris kepercayaan pebisnis no satu di kota X ini.
"Huh tidak asyik" keluh semua para tamu undangan yang telah hadir saat ini.
Berharap bisa ketemu sama tuan Alex, ehh ternyata tidak jadi.
Itulah yang terdengar saat ini di dalam ruangan megah itu.
Bersambung
__ADS_1