
Aldari dan Rere yang selesai beristirahat lantaran sudah lelah mencari tiket, kini mereka pun langsung melanjutkan perjalanan mereka menuju ke rumah kontrakan Aldari.
Beberapa menit menempuh perjalanan, Aldari dan Rere sekarang ini mereka sudah sampai di depan rumah kontrakan Aldari tinggal.
"Re... makasih yah udah nemenin gue cari tiket!" ujar Aldari ketika dirinya sudah turun dari motor milik Rere saat ini.
Walaupun apa yang telah Aldari cari tidak membuahkan hasil, namun dirinya sangat berterima kasih kepada sang sahabatnya yang begitu peduli terhadap dirinya yang seperti saudara kandung bagi Aldari.
"Loh enggak usah berterima kasih kayak gitu deh Al, gue itu ikhlas membantu loh!" sugut Rere melihat Aldari yang sedang berdiri di hadapan dirinya saat ini.
Aldari yang mendengar ucapan dari sang sahabatnya saat ini pun langsung tersenyum tipis.
"Al...gue balik dulu yah, besok gue bakalan ke sini lagi kok untuk ngantar loh beli tiket lagi!" ujar Rere untuk pamit pulang ke rumah nya.
"Re, gue bisa pergi sendiri kok, nanti kalau loh ngantar gue lagi loh enggak masuk kerja lagi!" ujar Aldari sambil mengelap keringat yang ada di muka nan putih mulus milik nya.
"Nanti kalau loh enggak masuk kerja, loh bakalan di marahin ama tuh kakek peyot!" ujar Aldari sambil terkekeh melihat ke arah dimana Rere sedang duduk di atas motor miliknya saat ini.
"Benar loh enggak apa-apa perginya sendirian!" ujar Rere sambil menatap wajah sang sahabatnya dengan tatapan serius.
"lya..., gue bisa kok perginya sendirian besok!" jawab Aldari dengan tersenyum melihat ke arah sang sahabatnya.
"Ok kalau begitu, loh hati-hati besok perginya yah!" ujar Rere sambil tersenyum tipis. Entah kenapa Rere merasa hatinya sangat tidak enak ketika melihat senyum dari sang sahabatnya yang agak sedikit berbeda saat ini yang sedang berdiri di hadapan dirinya.
"lya...iya, bawel loh. Sana loh pulang nanti keburu malam dan hujan lagi nanti?" ujar Aldari menyuruh Rere segera pulang sebelum sore dan hujan karena langit kelihatan berbeda seperti pertanda akan hujan.
"Baiklah, gue pulang dulu yah Al!" pamit Rere sambil menghidupkan mesin motor miliknya.
"lya, loh hati-hati pulangnya Re!" ujar Aldari sambil menatap wajah dari sang sahabatnya Rere.
__ADS_1
"Ok gue pulang!" pamit Rere meninggalkan halaman rumah kontrakan Aldari untuk pulang.
Setelah kepergian Rere, Aldari pun langsung melangkahkan kakinya menuju pintu rumah kontrakan nya.
Ceklek
Terdengar handle pintu yang di buka dari luar.
Aldari pun langsung melangkahkan kakinya memasuki rumah kontrakan nya dan langsung menuju ke arah dimana letak kamar pribadi miliknya saat ini.
"Huh, kenapa hari ini semua terminal yang menjual tiket semuanya sudah habis yah!" gumam Aldari sambil merebahkan tubuhnya di atas ranjang miliknya yang kasur yang tak lagi empuk itu.
Tak butuh lama Aldari yang sedang menatap langit-langit kamar pribadi miliknya saat ini pun perlahan-lahan mulai memejamkan matanya sambil bergumam berharap esok harinya dirinya bisa mendapatkan tiket untuk dirinya pergi ke luar kota.
"Mudah-mudahan diriku besok bisa mendapatkan tiket!" gumam Aldari sambil memejamkan matanya lantaran dirinya sudah sangat lelah.
~~
Tak butuh lama Aldari menemukan angkutan umum yang akan mengantarkan dirinya untuk pergi ke terminal bus.
"Pak jalan Cemara yah!" ujar Aldari memberikan alamat tujuan saat ini pada sang sopir angkutan umum yang sedang iya tumpangi.
"Baik mbak!" jawab sopir angkutan umum yang akan mengantarkan Aldari ke jalan Cemara.
Dari jarak yang lumayan dekat, tampak satu unit mobil yang sedang mengikuti angkutan umum itu tanpa di ketahui oleh sang sopir angkutan umum dan juga termasuk Aldari yang tak menyadari jika dirinya sedang di awasi oleh beberapa orang suruhan sang sekretaris Jastin.
~~
Di mansion Alex.
__ADS_1
Tampak satu unit mobil pengeluaran terbaru tahun ini sudah terparkir rapi di depan halaman mansion milik tuan muda Alex.
Alex yang melihat satu unit mobil pengeluaran terbaru yang telah terparkir di depan halaman mansion milik nya saat ini pun langsung tersenyum tipis bahkan nyaris tak terlihat oleh siapa-siapa pun.
"Kau tunggu aku datang!" batin Alex sambil melihat ke arah dimana satu unit mobil pengeluaran terbaru tahun ini sudah terparkir di depan halaman mansion milik nya.
Sambil melihat ke arah mobil yang baru saja di antar ke mansion miliknya, Alex langsung merogoh saku celana untuk mengambil handphone miliknya.
Alex langsung menggeser layar handphone miliknya untuk menghubungi sang sekretaris Jastin.
Drrtt...drrtt...drrtt
Beberapa kali deringan handphone miliknya sang sekretaris Jastin, dering yang ketiga baru di jawab oleh sang sekretaris Jastin.
"Halo tuan, jawab Jastin dengan suara tegas miliknya.
"Jastin kau jalankan rencana yang telah diriku rencanakan beberapa hari yang lalu!" perintah Alex kepada sang sekretaris Jastin yang setia melaksanakan tugas dari CEO nya yang super-super arogan itu.
Jastin yang mendengar perintah dari sang CEO nya pun langsung menjawab dengan suara yang sangat tegas.
"Baik tuan!" jawab Jastin dengan suara tegas milik nya.
Setelah Alex memberi perintah kepada sang sekretaris Jastin, Alex langsung memutuskan sambungan telepon nya dengan sekretaris Jastin.
Tut...tut...tut
"Huh, selalu saja seperti ini!" gerutu Jastin ketika melihat layar handphone miliknya sudah mati.
"Semoga saja kau mendapatkan apa yang kau cari hari ini!" doa Alex untuk Aldari yang saat ini sedang panas-panasan di dalam angkutan umum.
__ADS_1
"Kasian sekali nasib gadis itu!" gumam Jastin sambil menggeser layar handphone miliknya untuk menghubungi orang-orang suruhan dirinya untuk menemui ibu kontrakan Aldari.
Bersambung