Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan

Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan
124. Menjadi pembantu tuan muda arogan


__ADS_3

"Apa yang kau lihat hah!" teriak Alex dari lantai atas sambil menatap tajam di mana sang sekretaris Jastin berdiri yang sedang memperhatikan Aldari akan menuju ke lantai atas bersama kepala pelayan mansion milik Alex saat ini.


"Dasar sekretaris mata jelalatan!" gumam Alex menatap tajam ke arah sang sekretaris nya itu.


Aldari, Jastin, dan juga kepada pelayan mansion yang mendengar teriakkan itu pun langsung menoleh ke arah di mana sumber suara itu.


"Huh, rupanya dia di atas sana!" batin Jastin menatap wajah CEO-nya saat ini seperti ingin mencabik-cabik tubuh nya saja.


Alex yang melihat Aldari dan juga kepala pelayan mansion milik nya berhenti di tengah anakan tangga itu pun langsung menatap tajam ke arah kepala pelayan mansion miliknya itu


Kepala pelayan mansion yang di tatap tajam oleh tuan muda nya saat ini itu pun langsung menoleh ke Aldari yang sedang menatap wajah tuan muda nya itu tanpa berkedip sedikit pun.


"Nona!" panggil wanita paruh bayah itu sambil menyentuh lengan Aldari untuk menyadarkan lamunan Aldari yang sedang menatap Alex tanpa berkedip sedikit pun.


"l-iya Bibi!" jawab Aldari dengan suara terkejut nya karena mendapatkan sentuhan dari wanita paruh bayah itu.


"Ayok kita ke kamar Nona!" kata wanita paruh bayah itu sambil menggandeng tangan mungil Aldari.

__ADS_1


Alex yang melihat Aldari dan kepala pelayan mansion miliknya sudah masuk ke dalam kamar yang telah dirinya siapkan khusus untuk Aldari, kini tatapan Alex beralih menatap tajam ke arah dimana sang sekretaris Jastin berdiri.


"Kau kenapa masih di sini?" tanya Alex dengan suara lantang menatap dengan sinis terhadap sekretaris nya itu.


Jastin yang mendengar suara lantang dari CEO-nya itu hanya mengelus-elus dadanya lantaran dirinya terkejut mendengar suara lantang CEO-nya.


"Saya hanya mau mengantar ini tuan!" tunjuk Jastin yang sedang memegang paber beg yang ada di tangan nya saat ini.


"Ck, banyak sekali alasannya!" umpat Alex melihat apa yang ada di tangan sekretaris nya itu.


"Dasar tak punya hati!" gerutu Jastin sambil meletakkan paber beg di atas meja yang di perintahkan oleh CEO nya itu.


Jastin yang selesai meletakkan paber beg itu di atas meja, Jastin pun langsung menoleh ke lantai atas melihat CEO-nya itu yang masih menatap dirinya.


"Tuan saya permisi dulu pulang!" pamit Jastin kepada CEO nya itu.


Ehem,

__ADS_1


Ehem,


Alex hanya berdehem dua kali menjawab ucapan dari sang sekretaris nya itu.


Setelah pamit pada CEO-nya, Jastin langsung keluar mansion milik Alex dan Jastin langsung menuju di mana mobil miliknya terparkir saat ini.


Di sepanjang jalan menuju ke arah dimana mobil miliknya terparkir Jastin terus saja menggerutu CEO-nya yang memang semena-mena terhadap dirinya.


"Memang benar-benar tidak punya hati sama sekali, tak ada basa basi untuk menawarkan diriku hanya untuk minum saja!" omel Jastin dengan suara kecil yang hanya dirinya saja yang bisa mendengarkan omelan itu.


"Kau enggak perlu susah-susah memuji diriku Jastin!" teriak Alex dengan pedenya dirinya di puji oleh sang sekretaris nya itu.


Deg, Jastin begitu terkejut mendengarkan teriakan CEO-nya itu.


"A-apa dia bilang! memuji!" gumam Jastin menghentikan langkah kakinya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2