Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan

Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan
79. Menjadi pembantu tuan muda arogan


__ADS_3

"Dirinya memang hobi mengatai diriku!" batin Aldari sambil melihat ekspresi wajah Alex yang begitu kesal terhadap dirinya tersebut.


Alex yang melihat Aldari tak bergerak dari tempatnya sedikit pun langsung menyentil jidat mulus nan putih milik Aldari tersebut.


Tuk...


"Auh... ringkas Aldari mengelus jidat mulus nya yang Alex jentik.


"Dirinya memang benar-benar semena-mena terhadap diriku!" gumam Aldari dalam hati nya tersebut.


"Kenapa kau mala hanya diam saja di situ!" bukankah diriku menyuruh dirimu untuk segera bersiap-siap!" bentak Alex yang kesal melihat Aldari yang memang tak mengerti akan ucapan dari dirinya tersebut.


"Permisi tuan!" pamit Aldari pada Alex yang sedang berdiri di depan pintu masuk kamar nya tersebut.


Aldari yang mendengar ocehan dari Alex, seketika dirinya langsung berbalik badan untuk masuk ke dalam kamarnya tersebut.


Aldari yang memang sedikit ceroboh sehingga dirinya tak sengaja menyandung kakinya sendiri dan akhirnya terdengar suara.


Bruk...

__ADS_1


"Auh... Aldari meringis ketika dirinya terjatuh akibat dirinya sendiri yang memang ceroboh, kenapa diriku sering kali jatuh di depan pria arogan ini. "Siap-siap saja diriku akan di maki-maki oleh dirinya!" batin Aldari yang melirik sekilas ke arah dimana Alex sedang menatap dirinya dengan tatapan tajam.


"Kau memang benar-benar sengaja menunda-nunda waktu ku saja!" kesal Alex sambil melangkah kan kakinya menuju di mana Aldari sedang terduduk di lantai marmer yang dingin tersebut


Ketika Alex sampai di dekat Aldari, Alex langsung meraih tangan mungil Aldari. Sehingga membuat Aldari terkejut karena tiba-tiba saja Alex langsung menyeret dirinya ke dalam kamar pribadi miliknya tersebut.


Tak lupa Alex menutup pintu kamar pribadi milik Aldari tempati saat ini dengan sedikit membanting sedikit keras, sehingga membuat kepala pelayan mansion yang sedang mengarahkan beberapa pelayan mansion untuk bersih-bersih di lantai atas pun langsung menoleh ke arah dimana kamar yang ditempati oleh Aldari saat ini.


Kepala pelayan mansion yang melihat sekilas Alex berada di dalam kamar pribadi milik Aldari pun tersenyum tipis bahkan nyaris tak terlihat oleh beberapa pelayan mansion yang sedang bersih-bersih tersebut.


"Tuan benar-benar sudah-". Ujar kepala pelayan mansion yang tak melanjutkan ucapannya tersebut.


Sehingga gumaman dirinya terhenti saat pelayan mansion memanggil dirinya tersebut.


Wanita paruh baya yang mendengar seseorang memanggil dirinya pun langsung menoleh ke arah sumber suara tersebut


"lya," jawab kepala pelayan mansion yang melihat kearah sumber suara yang memanggil dirinya tadi.


"Ruangan mana lagi yang akan kami bersihkan!" tanya pelayan kepada kepala pelayan mansion tersebut.

__ADS_1


"Kalian ikut diriku ke lantai atas!" ujar kepala pelayan mansion membawa para pelayan mansion untuk membersihkan ruangan lain yang berada di dalam mansion tersebut.


Mereka pun langsung menuju ke lantai atas.


Didalam kamar, tepat nya kamar pribadi milik Aldari.


"Kau memang harus di berikan pelajaran agar tidak sering-sering terjatuh di hadapan ku atau kau memang sengaja ingin menggoda diriku!" ujar Alex dengan suara ketus miliknya tersebut.


Sampai di ranjang Aldari, Alex langsung mendorong tubuh mungil Aldari ke atas ranjang milik Aldari tersebut.


"T-tuan, ujar Aldari dengan gugup melihat Alex sedang menaiki ranjang milik nya tersebut


"Kenapa kau gugup seperti itu!" diriku hanya ingin bermain sedikit saja, ujar Alex dengan tersenyum devil melihat ke arah dimana Aldari sedang berbaring di atas ranjang tersebut.


Seketika Alex langsung menindih tubuh mungil Aldari tersebut.


"Tuan apa yang anda lakukan!" tanya Aldari dengan suara bergetar milik nya tersebut.


Alex yang sedang menindih tubuh mungil Aldari pun tak sengaja melihat baju Aldari yang tersingkap sedikit ke atas sehingga dirinya tak sadar menyentuh sesuatu yang kenyal.

__ADS_1


"T-tuan"


Bersambung


__ADS_2