Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan

Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan
88. Menjadi pembantu tuan muda arogan


__ADS_3

Alex yang ingin menanyakan tentang Aldari pada sang sekretaris Jastin pun langsung mendengus kesal lantaran dirinya terkejut mendengarkan deringan handphone miliknya yang berbunyi lumayan keras di ruangan tertutup tempat dirinya untuk bersiap-siap.


Drrtt...drrtt...drrtt


Dering handphone yang ketiga kalinya baru lah Alex menjawab panggilan dari sang sahabatnya yang tak lain si kepo Rey yang pantang menyerah untuk menghubungi dirinya sampai sang pemilik handphone mengangkat panggilan darinya.


Tanpa basa-basi Alex langsung menjawab panggilan dari Rey yang sedang kesal setelah menerima panggilan dari dirinya.


"Lama sekali kau mengangkat panggilan dariku!" protes Rey dengan kesal setelah panggilan darinya sudah di angkat oleh Alex, Alex yang mendengarkan ocehan dari sang sahabatnya pun langsung mendengus kesal lantaran telinga nya di buat berdengung setelah mendengar ucapan yang keluar dari mulut Rey dengan suara keras.


"Menyebalkan!" gerutu Rey yang sedang mengoceh tak jelas terhadap Alex.


"Ada apa kau menghubungi diriku?" tanya Alex tanpa menjawab pertanyaan dari Rey yang kesal terhadap dirinya.


Rey yang mendengar ucapan dari Alex pun dibuat kesal setengah mati, pasalnya Alex menyuruh dirinya dan yang lainnya untuk datang ke alamat yang dikirim beberapa jam yang lalu.


"Hey, apa tuan muda Alex lupa!" kalau udah mengirim chat di grup untuk kami datang ke sini!" protes Rey dengan suara ketus bicara dengan sang sahabat nya.

__ADS_1


Alex yang mendengar kan ucapan dari Rey pun langsung mendengus kesal lantaran mendengar suara cempreng dari sang sahabat nya Rey.


"Kalian tunggu saja di ruangan utama, sebentar lagi gue bakalan keluar temui kalian semua!" ujar Alex langsung memutuskan panggilan dari sang sahabat nya Rey.


Rey yang melihat layar handphone miliknya sudah mati pun langsung mendengus kesal lantaran Alex tak menjawab pertanyaan dari dirinya.


"Memang tak punya akhlak, semena-mena saja mematikan sambungan telepon dariku!" gerutu Rey sambil mendekati teman-teman nya yang lain yang sedang menikmati jamuan yang di hidangkan oleh para pelayan gedung.


Sesampainya Rey di meja teman-teman nya yang lainnya seketika dirinya langsung menjatuhkan dirinya di kursi sebelah kiri Ozi yang sedang menikmati minuman.


"Apa kau sudah bisa menghubungi Alex?" tanya Ozi ketika Rey duduk di sebelah kursi nya.


"Sudah, tapi dirinya tak menjawab apa yang diriku tanya!" kesal Rey bicara dengan sang sahabatnya.


"Mungkin dirinya lagi ada urusan!" ujar Wira menimpali ucapan dari sang sahabat nya tersebut.


"Mungkin!" jawab Rey sambil meminum minumannya.

__ADS_1


Teman-teman Alex pun menikmati makanan dan minuman nya sambil menunggu kedatangan yang telah mengundang mereka.


Sementara itu di ruangan lain, Alex kembali menatap wajah sang sekretaris Jastin dengan tatapan tajam, pasalnya dirinya beberapa menit yang lalu menanyakan tentang Aldari tapi tak kunjung di jawab oleh sang sekretaris nya Jastin.


Jastin yang ditatap oleh CEO nya pun langsung menelan ludah dengan susah payah, lantaran tatapan yang Alex berikan terhadap dirinya seperti ingin mencabik-cabik jantung nya.


"Yah...tuhan selamatkan lah hamba mu ini!" batin Jastin yang tak kuat melihat tatapan yang Alex berikan kepada dirinya.


Alex yang melihat sang sekretaris Jastin hanya diam saja dan tak menjawab apa yang dirinya tanya pun langsung mendengus kesal.


"Dasar tukang berkhayal!" sindir Alex melihat ke arah dimana sang sekretaris Jastin berdiri.


"Apa gadis itu sudah selesai berias!" tanya Alex dengan tak sabar ingin mendengar jawaban dari sang sekretaris Jastin.


"Tuan, nona Aldari tidak ada di ruangan dimana saya meninggalkan nya dengan para MUA tadi!" jawab Jastin dengan menundukkan kepalanya karena tak berani menatap wajah Alex.


Alex yang mendengar jawaban dari sang sekretaris Jastin tersebut pun langsung menoleh ke arah dimana sang sekretaris Jastin berdiri.

__ADS_1


"Apa diriku tidak salah dengar Jastin?" tanya Alex dengan suara tertahan, setelah mendengar ucapan dari sang sekretaris Jastin tersebut.


Bersambung


__ADS_2