
Alex dan Jastin saling beradu tatap muka setelah mereka berdua melihat layar yang ada di hadapannya mereka saat ini. Untuk beberapa menit Alex maupun Jastin saat ini mereka berdua sedang berada dalam pemikiran masing-masing untuk memikirkan maksud akan jarum merah pada layar di hadapan mereka saat ini.
Dua menit berikutnya Alex langsung menoleh ke arah dimana sang sekretaris Jastin masih saja memperhatikan layar yang sedang menunjukkan jarum merah yang masih menyala terang.
Sekretaris Jastin yang sedang serius pun langsung terkejut ketika CEO nya memanggil dirinya yang sedang menatap layar di hadapan dirinya.
"Jastin!" panggil Alex pada sang sekretaris Jastin yang masih saja melihat benda yang ada di hadapannya saat ini.
Jastin yang mendengar namanya di panggil oleh CEO nya pun langsung menoleh ke arah dimana CEO nya sedang berdiri di hadapan dirinya saat ini.
"Kau urus acara ini!" diriku akan pulang ke mansion untuk melihat gadis nakal itu di mansion," ujar Alex pada sang sekretaris Jastin untuk menghandle acara yang akan digelar beberapa menit lagi.
"Tapi tuan...bagaimana dengan -". belum sempat Jastin melanjutkan ucapannya, Alex langsung meraih kunci mobil miliknya di atas meja dekat mereka berdiri.
"Damn!!!"
Dan terdengarlah suara pintu yang di banting begitu keras oleh Alex ketika dirinya keluar dari ruangan itu.
Jastin yang mendengar pintu ruangan yang dibanting begitu keras oleh Alex seketika Jastin langsung memegang dadanya saking terkejutnya dirinya mendengar pintu yang di tutup oleh CEO begitu keras.
"Yah Tuhan!" gumam Jastin sambil memegang detak jantungnya.
"Huh, anda benar-benar mencari masalah dengan singa yang sedang tidur nona-nona!" gumam Jastin di ruangan itu sendirian, dan Jastin tak bisa membayangkan jika nanti Aldari kembali ke kediaman Alex. Dan entah apa yang akan dilakukan oleh CEO nya itu.
"Semoga saja anda beruntung nona!" batin Jastin sambil bangkit dari duduknya untuk menuju ke ruangan utama untuk mengatur acara yang akan di gelar beberapa menit lagi.
Sementara itu, Alex yang ingin menuju ke pintu utama rungan itu pun terhenti langkahnya karena seseorang memanggil namanya.
"Hey kau!!!" mau kemana lagi?"
Panggil seseorang yang tak lain adalah Rey.
Alex yang merasa dirinya di panggil pun langsung menoleh ke arah sumber suara yang memanggil dirinya, rupanya Rey lah yang memanggil Alex yang ingin buru-buru.
__ADS_1
Alex yang tahu siapa yang memanggil dirinya pun langsung berbalik dan melangkah dengan sangat buru-buru untuk pulang ke mansion milik nya.
Seketika Rey langsung mendengus kesal lantaran Alex tak menggubris panggilan dari dirinya.
"Huh, menyebalkan!" gerutu Rey sambil melihat ke di mana teman-teman nya berada yang sedang menikmati jamuan dari pelayan mansion Alex.
Rey yang sedang kesal lantaran Alex tak menggubris panggilan dari dirinya pun langsung bangkit dari duduknya untuk mencari tahu kemana Alex pergi.
Rey yang ingin melangkah kan kakinya menuju ruangan sebelah pun langsung terhenti karena dirinya melihat sang sekretaris sahabatnya itu yang sedang melangkah ke arah dimana dirinya berdiri.
"Untung dirimu ada di sini!" sapa Rey ketika dirinya sudah berdiri di depan sekretaris Jastin saat ini.
"Ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya sang sekretaris Jastin kepada sahabat CEO nya yang sedang berdiri di hadapan dirinya saat ini.
"Aku tidak perlu bantuan dari dirimu!" jawab Rey dengan ketus lantaran dirinya masih kesal terhadap Alex yang telah mengabaikan pertanyaan dari dirinya tadi.
"Kalau begitu saya permisi dulu tuan!" pamit Jastin dengan sopan terhadap sahabat CEO nya itu.
"Tak majikan tak sekretaris sama-sama menyebalkan!" gerutu Rey dengan suara yang lumayan keras sehingga membuat sekretaris Jastin bisa mendengar ucapan dari Rey saat ini.
Jastin yang ingin pergi dari hadapan Rey pun langsung terhenti ketika dirinya mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Rey.
"Alex pergi kemana?" tanya Rey tanpa basa-basi terhadap sekretaris sahabatnya yang ingin meninggalkan dirinya di ruangan saat ini mereka berada.
Jastin yang tadinya ingin pergi dari tempat itu seketika dirinya langsung berbalik badan untuk melihat ke arah dimana Rey sedang berdiri.
Jastin yang tak mau berbohong kepada sahabat CEO nya pun langsung berkata dengan jujur apa yang telah terjadi sebenarnya.
Tampak wajah Rey begitu tak sabar ingin mendengar jawaban dari sang sekretaris Jastin yang sedang menatap dirinya saat ini.
"Tuan Alex pulang ke mansion untuk melihat keberadaan nona Aldari!" ujar Jastin menjelaskan kepergian CEO nya yang pulang dengan tergesa-gesa beberapa menit yang lalu.
"Pulang!" beo Rey yang mendengar ucapan dari sang sekretaris Jastin.
__ADS_1
"Iya tuan!" karena acara hari ini adalah acara ulang tahun nona Aldari yang ke dua puluh satu tahun. Dan nona Aldari telah melarikan diri dari tempat acara ini!" jelas Jastin terhadap sahabat dari CEO nya tersebut.
"Kalau tidak ada yang tuan ingin tanyakan lagi!" saya permisi dulu tuan," karena saya mau menghandle acara ini karena tuan Alex ingin menjemput nona Aldari terlebih dahulu.
Rey yang mendengar ucapan dari sang sekretaris Jastin pun hanya menganggukan kepalanya saja.
Karena Rey sedang mencerna kata-kata yang barusan dirinya dengar dari sang sekretaris Jastin.
Jastin langsung meninggalkan Rey yang masih saja bingung atas ucapannya barusan.
Sementara itu di kediaman Alex, Alex yang sudah sampai di mansion milik nya pun langsung melangkah menuju ke lantai atas. Tujuan Alex yang utama adalah kamar pribadi milik Aldari tempati saat ini, Alex yang telah sampai di depan pintu kamar pribadi milik Aldari pun langsung memasukkan sidik jari dirinya untuk membuka pintu kamar Aldari.
"Brakkk!!!"
Pintu kamar pun langsung terbuka lebar, setelah Alex membanting pintu kamar pribadi milik Aldari.
Alex langsung mencari setiap ruangan yang ada di dalam kamar Aldari tinggal.
Aldari....Aldari...Aldari
Teriak Alex mencari keberadaan Aldari saat menyelusuri setiap ruangan di dalam ruangan itu.
"Dasar gadis sialan!!!" umpat Alex ketika dirinya menemukan keberadaan yang menunjukkan keberadaan Aldari saat ini.
Alex langsung meraih benda yang beberapa hari yang lalu dirinya beli untuk Aldari pakai.
"Rupanya gadis sialan itu tahu apa fungsi barang ini!" batin Alex sambil membolak-balik barang yang ada di genggaman tangan nya saat ini.
"Kau tunggu saja pembalasan dari diriku... gadis pembangkang!" umpat Alex yang sedang memaki-maki Aldari yang telah berhasil melarikan dirinya.
Wajah Alex saat ini sangat emosi, sehingga pelayan mansion yang sedang melihat majikannya pun tak berani mendekati nya.
"Brakkk"
__ADS_1
"Brensek"
Bersambung