Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan

Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan
25. menjadi pembantu tuan muda arogan


__ADS_3

Siapa gadis itu.


Itu lah bisikan bisikan para karyawan perusahaan dan bertanya tanya tentang seorang gadis yang mengikuti CEO perusahaan mereka.


Hey hey kalian kalian ada gosip panas cepat ngumpul ngumpul di sini, ucap salah satu karyawan perusahaan Alex, yang baru datang ngegosip kan tentang CEO perusahaan mereka. gosip apa sih sampai sampai tuh muka loh berubah kayak gitu, seperti melihat hantu saja. Timbal salah satu karyawan perusahaan tersebut, lebih dari itu tahu, loh loh kalau dengar gosip ini pasti seperti kayak gue bahkan lebih. Apa sih gosip nya jadi penasaran gue, loh pada semua tahu nggak tadi pas di lobi gue lihat CEO kita Bawak gadis remaja gue rasa sih umur nya masih dua puluhan lah serius loh, iya gue serius lihat tuh cewek masuk lift khusus CEO perusahaan ini lagi. Simpanan kali tuh cewek, timbal salah seorang karyawan perusahaan Alex, zaman sekarang tahu lah kayak mana! apalagi cari uang susah siapa juga yang nggak mau jadi simpanan CEO perusahaan ini jelas jelas orang nya kaya anak tunggal lagi. Kalau itu sih gue nggak tahu yah yang jelas CEO perusahaan ini Bawak seorang cewek kali ini ke perusahaan nya. hah jadi penasaran gue, yah gue juga mereka pun menimpali ucapan karyawan lain nya pasti dia nanti akan ke luar juga dari dalam ruangan ceo kita tunggu aja.


Oke, ucap mereka kompak.


Setelah para karyawan perusahaan menggosip tentang ceo perusahaan mereka tersebut, kini mereka pun melanjutkan pekerjaan mereka masing masing dan akan menunggu gadis mana yang beruntung yang di bawak oleh ceo mereka ke perusahaan ini.


Alex melirik ke arah Aldari, Alex tersenyum tipis bahkan nyaris tak terlihat senyuman nya, karena melihat Aldari yang sedang kesusahan mengikuti langkah kaki nya dan juga sang sekretaris nya Jastin. Dasar gadis bodoh gumam Alek dalam hati nya,yang melihat tingkah laku Aldari seperti itu.


Beberapa detik menunggu pintu lift khusus CEO perusahaan pun terbuka..


Ting, pintu lift terbuka.

__ADS_1


Alex dan sang sekretaris nya Jastin pun melangkah kan kaki nya masuk ke dalam lift begitu juga aldari yang ikut dua pria tampan tersebut. di dalam lif, Alex pun buka suara, jam berapa meeting di mulai ucap Alex menoleh ke arah sang sekretaris nya Jastin, seketika Jastin langsung menoleh ke arah sang bos nya tersebut. Meeting di mulai jam 10 : 30 tuan ucap Jastin kepada sang bos nya. Alex hanya berdehem menjawab jawaban sang sekretaris nya Jastin, seketika pintu lift pun terbuka.


Ting, pintu lift khusus CEO pun terbuka.


Alex maupun sang sekretaris Jastin langsung menuju ke ruangan CEO perusahaan tersebut, sesampainya di ruangan tersebut Alex langsung menuju ke kursi kebesarannya. Dan kau Jastin ucap Alex suruh pelayan itu buat kan diri ku minuman tak manis dan tak pahit juga, ucap Alex tanpa menoleh ke arah dua manusia yang ada di dalam ruangan nya, Alex Hanya fokus melihat arah ke komputer nya yang menyala tersebut.


Baik tuan, ucap Jastin kepada sang bos nya. Nona, ucap Jastin yang memanggil Aldari yang sedang berdiri di samping sofa ruang kerja Alex, seketika Aldari langsung menoleh ke arah sang sekretaris Jastin. Iyah tuan, ucap Aldari dengan suara yang lumayan kecil tapi masih bisa di dengar oleh sang sekretaris Jastin tersebut,nona pergilah ke pantry, ucap sang sekretaris Jastin tersebut kepada Aldari yang sedang menatap wajah sang sekretaris Jastin dengan bingung nya tersebut. Jastin yang sedang tahu Aldari sedang bingung, dengan kata kata pantry-- pun hanya bisa tersenyum tipis.


Nona di suruh sama tuan Alex, menyiapkan minuman di pantry Office. Nona pergilah ke ruangan tempat parah karyawan perusahaan ini membuat minuman dan nanti nona bisa tanyakan sama wanita yang ada di depan ruangan ini dan iya akan mengantarkan nona ke ruangan pantry tersebut, seketika Aldari langsung mengganggu kan kepala nya terhadap sang sekretaris Jastin.


Setelah Jastin mengantarkan Aldari di depan pintu,iya pun melihat jadwal bos nya tersebut, tuan ucap sekretaris Jastin tersebut kepada sang bos nya. Seketika Alex langsung menoleh ke arah sang sekretaris nya Jastin, karena Jastin memanggil nya.


Alex hanya berdehem.


Lima belas menit lagi, kita akan rapat, tuan ucap sang sekretaris Jastin tersebut.

__ADS_1


Baiklah, ucap Alex.


Alex yang sibuk dengan agenda meeting.


Lain hal nya dengan Aldari, iya sedang memikirkan cara-cara untuk bisa lepas dari Alex. Bukan nya Aldari tidak mau membayar utangnya kepada Alex, iya berjanji akan membayar utang utangnya dengan cara nyicil dan itu di tolak mentah mentah oleh Alex. Dan akhirnya Aldari lebih memilih jalan pintas untuk menghindari Alex, dan Aldari tidak tahu bahaya yang akan menimpa dirinya tersebut. Karena sudah berani melawan seorang Alex.


Wah.


bersambung


Jangan lupa tinggalkan jejak like and comen yah guys dan vote juga


Semoga suka 💞


Selamat membaca 💞

__ADS_1


Terima kasih 💞


__ADS_2