Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan

Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan
83. Menjadi pembantu tuan muda arogan


__ADS_3

Sambil mengikuti langkah kaki sang sekretaris Jastin, Aldari memperhatikan tempat dimana dirinya berada saat ini. Aldari yang melihat di sekitar ruangan itu tak ada yang mencurigakan pun langsung bernapas dengan lega, setidaknya dirinya aman di dalam ruangan ini yang belum dirinya ketahui tempat apa ini sebenarnya.


Beberapa detik Aldari mengikuti langkah kaki sang sekretaris dari Alex yang dua kali lima yang menyebalkan seperti majikan nya tersebut. Kini Aldari dan juga sang sekretaris Jastin sudah berada di depan pintu ruangan dimana para MUA telah menunggu kedatangan seorang gadis yang akan mereka rias wajah nya tersebut.


Sampai di depan ruangan dimana para MUA sedang menunggu kedatangan seorang. Jastin langsung berbalik badan untuk menghadap ke arah dimana Aldari sedang berdiri di belakang dirinya tersebut.


"Nona!" panggil Jastin setelah dirinya menghadap ke arah Aldari tersebut.


Aldari yang di panggil oleh sang sekretaris Jastin langsung menatap wajah sang sekretaris Jastin dengan tatapan curiga pada Jastin tersebut.


Jastin yang melihat tatapan mata curiga Aldari terhadap dirinya pun langsung buka suara soal kenapa dirinya mengantarkan ke ruangan yang ada di hadapannya saat ini.


"Nona, tidak perlu menatap saya seperti itu, nanti juga nona akan tahu tempat apa ini!" ujar Jastin memberi sedikit penjelasan terhadap Aldari yang sedang menatap dirinya dengan tatapan tajam milik nya tersebut.


Aldari yang mendengar ucapan dari sang sekretaris Jastin tersebut pun langsung memberanikan diri untuk bertanya apa yang ada saat ini di dalam kepalanya tersebut.


"T-tuan, panggil Aldari terhadap sang sekretaris Jastin yang sedang menatap dirinya tanpa mengedipkan mata nya tersebut.


Jastin yang mendengar suara Aldari memanggil dirinya langsung mengubah ekspresi wajah nya tersebut.


Tanpa mendengar ucapan dari Aldari, Jastin langsung menyuruh Aldari untuk masuk ke dalam ruangan dimana dirinya akan di rias oleh para-para MUA yang Alex siapkan untuk membantu Aldari berias.


"Nona, silahkan masuk ke dalam, kerena sebentar lagi acara akan di mulai!" perintah Jastin pada Aldari yang sedang menatap dirinya tersebut.


Aldari yang mendengar sang sekretaris Jastin menyuruh dirinya masuk ke dalam ruangan yang tidak iya tahu sama sekali tempat apa pun langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat.


"S-saya tidak mau masuk ke dalam ruangan itu sebelum saya tahu, kenapa saya harus masuk ke dalam ruangan itu!" tolak Aldari untuk masuk ke dalam ruangan tersebut kepada sang sekretaris Jastin tersebut.

__ADS_1


Jastin yang menerima penolakan dari Aldair yang tidak mau masuk ke dalam ruangan yang telah CEO nya siapkan pun langsung mengambil handphone miliknya tersebut di dalam saku jasnya tersebut.


Aldari yang melihat Jastin menggambil handphone miliknya di dalam saku jasnya tersebut pun langsung panik, pasti Jastin mau melaporkan dirinya pada sang pria nan arogan yang sedang menunggu dirinya di ruangan sebelah tersebut.


Jastin yang mau menggeser layar hijau untuk menghubungi sang CEO nya tersebut pun langsung di cegah oleh Aldari yang terlihat takut akan laporkan yang akan Jastin berikan pada Alex tersebut.


"T-tuan, s-saya akan masuk ke dalam ruangan ini!" ujar Aldari dengan suara yang begitu lirih nya tersebut.


Jastin yang tadinya yang akan menggeser layar hijau di handphone miliknya untuk melaporkan tentang Aldari pun langsung menoleh ke arah dimana Aldari sedang berdiri di hadapan dirinya saat ini.


Aldari yang melihat Jastin menatap dirinya pun langsung mengangguk kan kepalanya tersebut.


"Saya akan masuk ke dalam sekarang juga tuan!" ujar Aldari dengan suara yang lumayan kecil sehingga Jastin hanya bisa mendengarkan suara Aldari dengan samar-samar saja.


Jastin langsung melangkah satu langkah ke arah pintu ruangan tersebut.


Terdengar suara handle pintu ruangan di buka oleh seseorang dari luar ruangan tersebut.


Para anggota MUA yang mendengar suara pintu terbuka pun langsung menoleh ke arah dimana seseorang yang telah membuka pintu ruangan tersebut.


Setelah Jastin membukakan pintu untuk Aldari, Jastin pun langsung menyuruh Aldari untuk masuk ke dalam ruangan tersebut.


"Silahkan nona!" ujar Jastin sambil menggeser posisi tubuh nya ke samping agar Aldari bisa masuk ke dalam ruangan tersebut.


Aldari langsung melangkah kan kakinya menuju ke dalam ruangan tersebut.


"Wah" mata Aldari berbinar-binar melihat ruangan tersebut.

__ADS_1


"Tempat apa ini?" batin Aldari sambil celingukan melihat ke arah kiri dan juga kanan. "Wah benar-benar mewah tempat ini!" Aldari berdecak kagum melihat tempat yang begitu besar dan juga cantik.


Mata Aldari begitu lebar melihat dekorasi ruangan yang Alex siapkan untuk dirinya berias bahkan nyaris air liur Aldari hampir terjatuh jika dirinya tak di tegur oleh sang sekretaris Jastin tersebut.


Aldari langsung terkesima tanpa mengedipkan matanya melihat ruangan tersebut dan bahkan Aldari sampai melupakan keberadaan sang sekretaris Jastin tersebut.


"Tuan Alex benar-benar orang yang sangat kaya!" puji Aldari terhadap Alex tersebut. Tapi kenapa hutang-hutang ku tuan Alex tidak mau ikhlas melupakannya saja!" gumam Aldari tanpa sadar jika sang sekretaris Jastin. mendengarkan ucapan dirinya tersebut.


Jastin yang mendengar celoteh yang Aldari keluarkan pun langsung berdehem lumayan keras sehingga membuat Aldari langsung terkejut mendengar deheman dari sang sekretaris Jastin tersebut.


"T-tuan, seru Aldari dengan suara gugupnya melihat ke arah dimana sang sekretaris Jastin berdiri di samping dirinya tersebut.


"Silahkan nona!" Panggil ketua MUA memanggil Aldari agar masuk ke dalam ruangan tersebut.


Aldari yang mendengar seseorang memanggil dirinya pun langsung menoleh ke arah sumber suara tersebut.


Tampak wajah Aldari begitu bingung baru menyadari bahwa ada orang selain dirinya dan juga sang sekretaris Jastin.


Aldari langsung menoleh ke arah dimana sang sekretaris Jastin berdiri.


"Nona silahkan!" seru kepala MUA menyuruh Aldari untuk ikut bersama dengan dirinya tersebut.


"Huh, mereka mau membawa diriku kemana lagi!" batin Aldari dengan harap-harap cemas akan nasibnya saat ini.


"Membuat diriku jantungan saja!" gumam Aldari dalam hati nya tersebut.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2