
Setelah kepergian petugas keamanan ruangan tersebut dari hadapan Aldari, Aldari pun langsung menarik nafas dalam-dalam dirinya merasa lega setelah kepergian petugas keamanan ruangan tersebut yang tidak mencurigai sikap dirinya sama sekali.
"Huh, jantung ku" batin Aldari sambil meletakkan tangannya di depan dada nya begitu berdetak kencang.
Aldari yang tadinya sudah merasa sedikit lega karena petugas keamanan ruangan itu sudah pergi, dan petugas keamanan ruangan itu pun tidak mencurigai dirinya sama sekali. Aldari yang baru saja ingin mendekati pintu utama ruangan tersebut seketika kaki Aldari berhenti ketika dirinya melihat teman-teman Alex yang ingin masuk ke dalam ruangan tempat dimana acara beberapa menit lagi akan segera di mulai.
Aldari membulatkan matanya ketika dirinya melihat teman-teman dari Alex. " Nasibku benar-benar tidak beruntung!" gumam Aldari sambil melangkah mundur untuk menghindari teman-teman Alex yang sedang di periksa oleh petugas keamanan ruangan tersebut.
"Itu...itukan, teman-teman nya tuan Alex!" gumam Aldari dengan bibir yang bergetar miliknya.
Aldari langsung mencari tempat yang aman untuk bersembunyi agar dirinya tidak kelihatan oleh teman-temannya Alex yang sedang menatap ruangan di sekeliling mereka berada.
Rey yang samar-samar seperti melihat sosok yang dirinya kenali pun langsung melangkah ke arah dimana dirinya merasa melihat Aldari yang seperti berdiri tak jauh dari tempat mereka tadi.
Setelah Rey sampai di mana Aldari berdiri tadi Rey pun langsung celingukan mencari keberadaan gadis yang begitu dirinya kenali.
"Kok tidak ada!" gumam Rey sambil berputar kecil untuk mencari keberadaan Aldari yang sedang bersembunyi di balik gorden di sebelah Rey berdiri.
Rey yang tengah mencari keberadaan seseorang pun langsung terkejut ketika dirinya mendengar teriakkan ke empat teman-teman nya sedang menatap dirinya dengan tatapan kesal mereka masing-masing.
"Hey Rey... loh ngapain di sana?" tempat acaranya di sini!" tunjuk Wira dengan suara yang melengking tinggi memanggil Rey yang sedang mencari sesuatu di tempat itu.
Bukanya menjawab pertanyaan dari temannya. Rey balik bertanya kepada ke empat teman-teman yang sedang menatap dirinya dengan tatapan tajam.
"Apa kalian melihat sesuatu di sini tadi!" tanya Rey pada ke empat teman-teman nya yang sedang berdiri tak jauh dari dirinya tersebut.
__ADS_1
Sontak ke empat pria tampan itu saling beradu tatap muka setelah mendengar ucapan dari Rey.
"Emangnya loh liat apa tadi di sana?" tanya Ozi dengan suara yang lumayan keras, sehingga membuat tamu yang mulai berdatangan melihat ke arah sumber suara tersebut.
Rey langsung berdecak kesal setelah dirinya mendengar jawaban yang keluar dari mulut temannya yang tak menjawab pertanyaan dari dirinya tersebut.
"Gue itu nanya!" kok loh balik bertanya sih!" keluh Rey sambil melangkah ke arah dimana teman-teman berdiri.
"Menyebalkan" ujar Rey ketika dirinya sudah sampai di hadapan ke empat teman-teman nya.
"Payah loh pada semua nya!" ujar Rey sambil melangkah masuk ke dalam ruangan yang telah mulai berdatangan tamu-tamu.
Aldari yang tadinya bersembunyi dibalik gorden hitam panjang ruangan itu pun langsung menyembulkan kepalanya sedikit untuk melihat keadaan di mana tadi Rey sedang mencari keberadaan dirinya yang tengah bersembunyi tadi.
"Huh, hampir saja diriku ketahuan lagi" keluh Aldari akan nasibnya saat ini yang kurang beruntung karena dirinya hampir saja ketahuan jika dirinya tidak cepat bersembunyi dibalik gorden hitam panjang ruangan itu.
Aldari langsung melangkah ke arah pintu utama ruangan itu untuk mencari kendaraan yang akan membawa dirinya menemui satu-satunya teman yang dirinya milik yang tak lain adalah Rere sang sahabat sejati nya.
Tampak raut wajah Aldari yang tadinya tenggang kini mulai normal setelah dirinya melewati banyak hambatan ketika dirinya ingin keluar dari ruangan nan megah dan mewah.
Aldari yang sudah masuk ke dalam taksi langsung menyebut alamat tujuan dirinya tersebut.
"Pak," jalan Cemara yah!" perintah Aldari pada sang sopir taksi yang sedang menatap jalanan tersebut.
"Baik nona!" jawab sang sopir taksi dengan tatapan lurus ke arah depan.
__ADS_1
Taksi pun langsung meluncur ke arah dimana Aldari menyebut alamat tujuan dirinya tadi.
Aldari yang berhasil ke luar dari gedung megah nan super indah akan dekorasi yang Alex siapkan untuk dirinya.
Lain halnya yang terjadi di ruangan tempat dimana sang sekretaris Jastin meninggalkan Aldari untuk berias dengan anggota MUA.
Tampak wajah sang sekretaris Jastin sedang menahan amarahnya, dan menatap satu-persatu wajah MUA yang sedang menundukkan kepalanya karena telah teledor melakukan tugas nya karena membiarkan Aldari keluar dari dalam ruangan itu untuk berias.
"Katakan yang sebenarnya!" bentak sang sekretaris Jastin dengan mengebrak meja yang ada dihadapannya tersebut.
Seketika anggota MUA langsung terkejut akan gebrakan yang dilakukan oleh sang sekretaris Jastin yang sedang menatap mereka dengan tatapan tajam.
Dengan memberanikan diri ketua MUA tersebut pun langsung membuka mulutnya untuk bicara apa yang sebenarnya terjadi di ruangan itu.
"T-tuan maafkan atas keteledoran kami!" seru kepala MUA dengan takut-takut bicara dengan sang sekretaris Jastin yang sedang menatap dirinya dengan tatapan tajam.
"Nona Aldari sendiri yang bilang sama kami yang ada di dalam ruangan ini!!! jika tuan Alex salah orang untuk kami rias!" ujar kepala MUA terdapat sang sekretaris Jastin.
"Karena nona itu bilang, dirinya hanya lah seorang pelayan di mansion tuan Alex!"
"Apa"! bentak sang sekretaris Jastin dengan emosi.
"Iya tuan!" salah satu anggota MUA menimpali ucapan dari anggota MUA yang lain nya.
Bersambung
__ADS_1