
Aldari begitu terkejut ketika dirinya melihat Alex membuka bungkusan-bungkusan obat-obatan itu dan langsung memasukkan ke dalam mulutnya sendiri dan juga meminum air putih yang ada di genggaman tangannya itu.
Aldari berpikiran Alex lah yang akan meminum obat-obatan yang untuk dirinya itu. Tapi sayangnya pikiran Aldari itu salah besar, rupanya Alex langsung menaiki ranjang dan langsung meraih leher putih nan mulus Aldari dan Alex langsung mencium bibir mungil milik Aldari dengan sedikit memaksa.
"Eeeeerrmmm!!!" pekik Aldari tertahan lantaran Alex terus saja memaksanya. Tangan Aldari terus mencoba mendorong dada bidang Alex agar melepaskan ciumannya dari bibirnya saat ini.
Alex yang merasa Aldari tak kunjung membuka mulutnya dan terus saja memberontak, sehingga membuat Alex terpaksa mengigit bibir mungil Aldari dengan sedikit keras agar mau membuka mulutnya.
"Glug!" terdengar suara Aldari menelan obat-obatan itu secara paksa yang di berikan langsung dari dalam mulut Alex sendiri.
Alex yang melihat Aldari ingin memuntahkan obat yang baru saja dirinya berikan dengan melalui ciuman dari dirinya tadi, hingga dengan gerakan cepat Alex kembali mencium bibir mungil milik Aldari kembali.
Aldari yang tadinya ingin memuntahkan obat itu lagi, mau tak mau dirinya menelan kembali obat-obatan yang di berikan oleh Alex melalui mulutnya sendiri dengan ciuman yang ke dua kalinya yang Alex berikan untuk dirinya.
__ADS_1
Tampak wajah Aldari sudah memerah karena napas yang sudah tersengal-sengal lantaran dirinya mendapatkan kembali ciuman paksa dari Alex beberapa detik yang lalu.
"Berani kau mengeluarkan kembali obat-obatan yang telah diriku berikan melalui mulut ku ini, kau akan tanggung akibatnya nanti!" kata Alex menatap tajam ke arah dimana Aldari sedang duduk.
Aldari yang mendengar ucapan dari Alex, seketika dirinya langsung memaksakan dirinya untuk menelan obat-obatan yang seperti ingin keluar kembali dari dalam perut nya saat ini.
Aldari yang begitu takut akan keluar kembali obat-obatan yang telah Alex masukkan ke dalam tubuhnya beberapa detik yang lalu, sehingga membuat Aldari pun langsung menyambar gelas bekas minuman Alex yang tak jauh dari ranjang itu.
Glug...glug...glug
Alex yang melihat Aldari berusaha menelan kembali obat-obatan yang telah dirinya berikan dengan susah payah melalui ciuman itu pun langsung menyeringai lebar melihat Aldari saat ini.
Aldari yang melihat Alex sedang menatap dirinya dengan menyeringai melihat ke arah dirinya saat ini pun dibuat kesal melihat ekspresi wajah Alex.
__ADS_1
"Huh, menyebabkan sekali!" batin Aldari yang masih saja fokus menatap Alex saat ini.
Alex yang melihat Aldari yang tak berkedip melihat dirinya saat ini pun langsung berbalik badan untuk keluar dari dalam kamar utama itu. Entah kenapa melihat tatapan Aldari berikan kepada dirinya itu membuat dirinya menjadi gugup.
"Kenapa dengan jantung ku!" gumam Alex ketika dirinya sudah keluar dari dalam kamar utama itu dan berdiri di depan pintu kamar utama saat ini yang sedang memegang jantungnya itu.
"Gadis itu benar-benar mencari masalah dengan diriku!" batin Alex mala menyalahkan Aldari yang sedang berada di dalam kamar utama saat ini.
Aldari yang melihat Alex yang sudah keluar dari dalam kamar itu pun langsung menarik napas dalam-dalam lantaran dirinya merasa lega ketika melihat Alex sudah tak berada di dalam kamar itu lagi.
"Huh, untung dia sudah keluar!" kata Aldari sambil celingukan melihat ke arah pintu saat ini.
"Apa tak ada cara lain lagi?" keluh Aldari sambil celingukan melihat ke arah jendela kaca.
__ADS_1
Bersambung