
"Apa kau pikir ini semuanya gratis!" ujar Alex menatap Aldari dengan serius.
"No!" ujar Alex dengan suara sedikit keras sehingga membuat Aldari terkejut mendengar suara Alex tersebut.
Untuk satu harian ini tidak gratis, "apa yang telah aku berikan pada dirimu ini... kau harus membayar nya dengan-". Alex tidak melanjutkan kata-katanya, dirinya hanya memberikan senyuman devil melihat ke arah dimana Aldari sedang duduk.
Aldari yang melihat Alex tersenyum seperti itu membuat dirinya tambah tidak mengerti akan maksud dari Alex tersebut.
Dan di tambah lagi Alex mengucapkan kata-kata yang tidak di mengerti oleh Aldari tersebut.
"Sudah ku duga ini pasti ada maunya!" batin Aldari sambil mencerna ucapan dari Alex tersebut.
Aldari yang mendengar Alex mengucapkan kata NO pun di buatnya Tambah tidak mengerti akan arti kata NO tersebut.
"Sebenarnya tuan Alex ini sedang membicarakan apa sih, aku tambah tidak mengerti maksud dari tuan Alex ini!" batin Aldari sambil melihat ekspresi wajah Alex yang tampak kesal terhadap dirinya tersebut.
"Satu harian ini waktu ku terbuang begitu saja, dan kau tidak mau mengucapkan satu katapun pada ku!" setelah apa yang aku lakukan terhadap dirimu!" ucap Alex sambil melirik sekilas ke arah dimana Aldari sedang duduk.
"Yang dimaksud tuan Alex mungkin perhiasan yang telah aku pakai ini mungkin yah", gumam Aldari sambil memegang perhiasan yang ada di leher dan juga gelang tangan yang dirinya pakai saat ini.
"Waktu ku tidak banyak Aldari, cepat lah kau berikan sesuatu pada ku" ujar Alex dengan suara datar milik nya tersebut
Aldari yang mendengar Alex menyebut nama dirinya pun dibuat terkejut, pasalnya selama Aldari tinggal di mansion Alex. Alex tak pernah menyebut nama dirinya selain pelayan atau sebutan dengan seorang gadis nakal terhadap dirinya tersebut.
Aldari yang tidak ingin mendapatkan amukan dari Alex, dengan sedikit keberanian Aldari pun berucap dengan nada yang begitu kecil sehingga membuat Alex hanya samar-samar bisa mendengar ucapan Aldari tersebut.
"T-tuan, terima kasih atas perhiasan yang tuan berikan kepada saya!" ujar Aldari sambil memainkan ujung baju nya tersebut karena dia mulai merasakan hawa tak sedap, karena Alex tak merespon ucapan dari dirinya tersebut.
"Hanya itu saja, tanya Alex melirik sekilas ke arah Aldari setelah mengucapkan kata-kata terima kasih tersebut.
"Huh, apalagi yang dirinya ingin kan dari ku lagi," keluh Aldari yang memang tak mengerti atas maksud dari ucapan Alex tersebut.
"Kau memang memiliki otak yang sangat-sangat minim rupanya!" bahkan maksud ku yang sesimpel ini saja kau tidak bisa menyimpulkan nya, ujar Alex dengan ketus.
Aldari yang mendengar ucapan dari Alex, refleks dirinya langsung memegang perhiasan yang ada di lehernya tersebut.
__ADS_1
"Apa maksud tuan Alex perhiasan ini"! batin Aldari untuk coba memikirkan akan maksud dari Alex tersebut.
Alex yang jengah melihat Aldari yang tak kunjung mengerti akan maksud dirinya pun langsung mencondongkan tubuhnya ke arah dimana Aldari sedang duduk.
"Kau berikan saja itu mu pada ku!" ujar Alex sambil mengode dengan bibirnya melihat ke arah bibir merah merona milik Aldari tersebut.
Aldari yang memang benar-benar tidak bisa mengerti akan kode yang Alex ucapkan terhadap dirinya pun refleks dirinya langsung memegang perhiasan yang sedang menghiasi leher putih milik nya tersebut.
Alex yang benar-benar frustasi karena melihat Aldari yang memang tak mengerti atas ucapannya itu pun langsung memberikan kecupan mesra di bibir menggoda Aldari tersebut.
"Apa kau masih saja tidak mengerti apa yang diriku maksud!" ujar Alex setelah memberikan kecupan mesra di bibir menggoda Aldari tersebut.
"Manis!" gumam Alex setelah memberikan kecupan singkat di bibir menggoda Aldari tersebut.
"Jawab pertanyaan dari ku Aldair?" tanya Alex pada Aldari yang hanya diam saja setelah mendapat kecupan manis dari dirinya tersebut.
Aldari yang mendengar ucapan dari Alex seketika dirinya langsung menoleh ke arah dimana Aldari sedang menatap dirinya dengan intens.
"Gadis ini memang benar-benar tak memiliki pengalaman sama sekali," batin Alex yang sedang kesal dengan sikap Aldari tersebut.
"Tampak sekali tak pernah berciuman"! batin Alex yang melihat ekspresi wajah yang ditujukan oleh Aldari ketika mendapat ciuman dari Alex tersebut
Aldari yang mendapatkan dua kali ciuman dari Alex pun sampai syok karena tanpa aba-aba dirinya mendapat kecupan manis dari Alex.
"Aku benar-benar tidak mengerti ada apa dengan dirinya, sebentar-sebentar dia baik dan kadang-kadang membuat jantung ku mau copot saja. gumam Aldari dalam hati nya tersebut.
"Kau memang tak punya pengalaman sama sekali dalam urusan ciuman!" ujar Alex sambil merogoh saku jasnya untuk mengambil handphone nya tersebut.
'Apa tuan Alex meminta diriku untuk mencium dirinya tadi!" batin Aldari yang melihat Alex sedang sibuk melihat layar handphone nya tersebut.
"Kalau iya tuan Alex meminta diriku untuk mencium dirinya tadi!" malu sekali diriku, aku saja tidak pernah berciuman. batin Aldari yang telah mengerti akan ucapan Alex terhadap dirinya tersebut.
Drrtt...drrtt...drrtt
Tanpa basa-basi Alex langsung menghubungi sang sekretaris Jastin yang sedang menikmati minuman yang di buatkan oleh kepala mansion milik Alex tersebut.
__ADS_1
Jastin yang sedang menikmati minumannya, seketika dirinya terkejut mendengar dering handphone nya yang berada di dalam saku jasnya tersebut.
"Huh, siapa lagi nih yang menggangu orang yang lagi minum," kesal Jastin sambil merogoh saku jasnya untuk mengambil handphone nya tersebut.
Jastin yang melihat siapa yang telah menggangu dirinya yang sedang duduk sedikit santai pun mendengus kesal dengan suara yang lumayan kecil sehingga tidak di dengar oleh sang kepala pelayan mansion milik Alex tersebut.
"Halo tuan, jawab Jastin setelah menggeser layar handphone nya tersebut. Untuk menerima telepon dari CEO nya tersebut.
"Sekarang kau keluar lah dari mansion, kita langsung pergi ke tempat tujuan yang tadi!" ujar Alex melalui handphone miliknya dengan sang sekretaris Jastin tersebut.
Seperti biasa, tanpa menunggu jawaban dari sang sekretaris nya Jastin. Alex langsung memutuskan sambungan telepon dengan sang sekretaris Jastin tersebut.
Tut...Tut...Tut.
Jastin yang melihat layar handphone nya yang sudah mati pun mendengus kesal. CEO nya memang sesuka hati saja mematikan sambungan telepon dari dirinya tersebut.
"Menyebalkan, gumam Jastin sambil meletakkan minuman nya di atas meja tersebut.
"Bi, saya permisi dulu yah. Tuan Alex sudah menghubungi saya!" ujar Jastin sambil bangkit dari duduknya tersebut.
Kepala pelayan mansion yang melihat Jastin yang akan keluar Mansion pun langsung mengantarkan sang sekretaris tuan muda nya tersebut.
"Mari bibi antar tuan ke depan!" seru kepala pelayan mansion yang melihat Jastin yang akan keluar Mansion tersebut.
"lya bi, jawab Jastin pada kepala pelayan mansion milik Alex tersebut.
Mereka pun langsung melangkah kan kakinya menuju ke pintu utama mansion tersebut.
"Apa kau tidak meminta sesuatu!" ujar Alex sambil melihat ke arah dimana Aldari sedang duduk.
Aldari yang mendengar ucapan dari Alex pun di buat bingung.
"Percuma bicara sama orang yang begitu lemot!" sindir Alex sambil melirik sekilas ke arah Aldari tersebut.
"Dirinya memang hobi mengatai diriku," batin Aldari sambil melirik ke arah dimana Alex sedang menunggu sang sekretaris Jastin datang.
__ADS_1
"Huh"
Bersambung