
Dengan tenaga yang dimiliki oleh Alex yang sedang dalam keadaan emosi karena dirinya tak menemukan keberadaan Aldari di mansion milik nya. Alex langsung melempar barang yang ada di dalam genggaman tangan milik yang seharga miliaran itu ke dinding kamar pribadi milik Aldari.
"Dasar gadis sialan!" teriak Alex sambil melempar berlian milik Aldari ke dinding kamar pribadi milik Aldari.
"Pyarrrtrrr"
Terdengar lah butiran berlian yang sudah berhamburan ke lantai marmer kamar pribadi milik Aldari tempati saat ini.
Setelah Alex melempar berlian yang seharga miliaran itu, Alex langsung membanting pintu kamar pribadi milik Aldari dan langsung keluar kamar itu dan langsung menuju lantai bawah.
Sesampainya Alex di lantai bawah, Alex langsung meraih kunci mobil miliknya di meja ruang tamu.
Tujuan utama Alex sekarang ini adalah pergi ke kediaman di mana Aldari pernah tinggal.
Para pelayan mansion yang melihat majikannya yang sedang seperti kerasukan jin jahat pun tak berani mendekati dan menyapa hanya sekedar untuk menanyakan apa yang telah terjadi terhadap majikan nya itu yang sedang menatap mereka dengan sekilas.
Para pelayan mansion milik Alex pun langsung beradu tatap ketika majikannya sudah hilang di balik pintu utama mansion.
"Tuan muda Alex kenapa?" tanya salah satu pelayan kepada temanya yang sedang berdiri di hadapan dirinya saat ini.
"Mungkin karena gadis muda itu!" jawab teman pelayan itu sambil melihat ke arah pintu utama mansion.
"Ayo kita lanjutkan lagi pekerjaan kita?" dari pada kita menggosipkan tuan muda Alex, bisa-bisa nanti kita kena tegur sapa kepala pelayan mansion!" ujar teman pelayan terhadap teman satu profesi dengan dirinya.
"Ayo!" jawab temannya pelayan mansion tersebut.
Pelayan itupun melanjutkan kembali pekerjaan mereka yang sempat tertunda karena menggosipkan tuan muda Alex mereka.
Di dalam mobil
Alex yang sedang di dalam mobil miliknya pun langsung menancap gas mobil nya menuju ke tempat tinggal Aldari.
Alex yang kesal memikirkan Aldari yang belum bisa di temukan pun langsung memukuli setir mobil beberapa kali saking kesalnya terhadap Aldari.
"Aaaarrgghh...!!!" gadis pembangkang sialan" teriak Alex di dalam mobil sendirian saking kesalnya Alex terhadap apa yang Aldari lakukan saat ini.
__ADS_1
Beberapa menit menempuh perjalanan sambil memaki-maki Aldari, tak terasa sekarang Alex sudah sampai di depan rumah kontrakan Aldari yang tidak seberapa itu.
Sebelum keluar dari dalam mobil, Alex menarik nafas dalam-dalam berharap apa yang di cari nya saat ini bisa dirinya temukan.
"Huh," mudah-mudahan saja gadis pembangkang itu ada di dalam gubuk itu!" batin Alex sambil melihat sekitar pekarangan rumah kontrakan Aldari.
Ceklek
Terdengar suara handle pintu mobil Alex terbuka.
Setelah keluar dari dalam mobil, Alex langsung mengedarkan pandangannya melihat ke arah kiri dan kanan sekitar pekarangan rumah kontrakan Aldari.
"Rumah atau gubuk!" batin Alex sambil memperhatikan keadaan rumah kontrakan Aldari.
"Miris sekali hidup gadis pembangkang sialan itu!" gumam Alex melihat atap rumah kontrakan Aldari yang sudah hampir terbang oleh angin kencang.
Alex langsung melangkah kan kakinya menuju pintu rumah kontrakan Aldari. Sesampainya Alex di depan pintu rumah Aldari, seseorang menyapa Alex yang ingin membuka handle pintu rumah kontrakan Aldari.
"Permisi tuan!" sapa wanita paruh baya yang sedang menyapa Alex yang ingin membuka handle pintu rumah kontrakan Aldari.
Alex yang mendengar suara seseorang menyapa dirinya pun langsung berbalik badan untuk melihat siapa yang telah menghampiri dirinya di rumah kontrakan Aldari.
"Maaf...mengganggu tuan!" tuan siapa?" dan ada apa tuan ke rumah kontrakan ini?" tanya wanita paruh baya itu yang sedang berdiri di hadapan Alex saat ini.
Alex yang mendengar pertanyaan yang beruntun dari wanita paruh baya itu pun langsung menarik nafas dalam-dalam untuk menjawab pertanyaan dari wanita paruh baya itu.
"Saya Alex," saya ke sini ingin mencari menghuni rumah kontrakan ini!" jawab Alex dengan sopan terhadap wanita paruh yang sedang menatap dirinya saat ini.
Wanita paruh baya yang mendengar ucapan dari Alex pun langsung memberitahukan bahwa pemilik rumah kontrakan itu saat ini tidak ada penghuninya beberapa bulan kebelakang ini.
"Maaf tuan," kontrakan ini beberapa bulan kebelakang ini tidak ada penghuninya, dan juga nak Aldari tidak pernah pulang ke sini lagi!" padahal barang-barang nak Aldari juga masi ada di dalam rumah ini!" jelas wanita paruh baya itu kepada Alex yang sedang menatap dirinya saat ini.
Alex yang mendengar ucapan dari wanita paruh baya itu pun langsung membatin dalam hati nya saat ini, karena beberapa bulan kebelakang ini Aldari bersama dirinya.
Wanita paruh baya itu yang melihat Alex melamun pun langsung melambaikan tangan ke depan muka Alex
__ADS_1
"Tuan...tuan...tuan" panggil wanita paruh baya itu sambil melambaikan tangan nya di depan mata Alex.
Alex yang mendengar suara wanita paruh baya itu pun langsung sadar dari lamunannya yang sedang memikirkan Aldari.
"l-iya gagap Alex setelah sadar dari lamunannya.
Alex langsung menoleh ke arah dimana wanita paruh baya itu sedang menatap dirinya saat ini.
"Apa tuan baik-baik saja?" tanya wanita paruh baya itu dengan serius.
Alex yang mendengar pertanyaan dari wanita paruh baya itu pun langsung mengangguk kan kepalanya.
"Saya baik-baik saja bibi!" jawab Alex dengan suara lirih nya tersebut.
"Bibi!" panggil Alex pada wanita paruh baya itu yang sedang berdiri di hadapan dirinya saat ini.
Wanita paruh baya yang mendengar Alex memanggil dirinya pun langsung menoleh ke arah dimana Alex sedang berdiri.
"lya tuan...ada yang bisa saya bantu!" tanya wanita paruh baya itu.. kepada Alex yang sedang berdiri di depan pintu rumah kontrakan Aldari.
"Apa saya boleh meminjam kunci rumah kontrakan ini!" tanya Alex pada wanita paruh baya yang sedang menatap dirinya dengan tatapan tanya.
"Tapi tuan-" belum sempat wanita paruh baya itu melanjutkan ucapannya, Alex langsung memotong ucapan dari wanita paruh baya tersebut.
"Bibi tidak perlu kuatir!" jika ada yang hilang barang yang ada di dalam sana, saya akan menggantinya. jawab Alex dengan suara tegas milik nya.
Wanita paruh baya yang mendengar ucapan dari Alex pun langsung menganggukkan kepalanya bahwa dirinya setuju akan permintaan dari Alex.
"Baik lah tuan, anda bisa menunggu nya sebentar!" saya akan mengambil kunci rumah kontrakan ini!" pamit wanita paruh baya itu terhadap Alex yang berdiri tegap di depan pintu rumah kontrakan Aldari.
Alex yang mendengar ucapan dari wanita paruh baya itu pun langsung mengangguk kan kepalanya bahwa dirinya mengerti atas ucapannya.
Alex yang sedang menunggu wanita paruh baya itu untuk mengambil kunci rumah kontrakan Aldari.
Lain halnya yang terjadi di lestoran di mana Aldari pernah bekerja.
__ADS_1
Al..."a-apa ini loh beneran?" gugup Rere melihat Aldari saat ini.
Bersambung