
Aldari yang baru beberapa menit di tinggalkan oleh Alex di dalam kamar utama saat ini, tampak wajah Aldari begitu serius mengingat-ingat nomor handphone milik sang sahabatnya Rere ketika Aldari melihat ada telepon mansion di dalam kamar utama saat ini.
"Hm, rupanya ada telepon dalam kamar ini!" batin Aldari sambil celingukan melihat ke arah kiri dan kanan memastikan bahwa Alex belum kembali ke dalam kamar ini.
Aldari yang memang saat ini dirinya begitu fokus untuk mengingat nomor handphone miliknya Rere, sehingga membuat Aldari tak mendengar suara Alex yang sedang memangil dirinya yang sedang mengotak-atik telepon mansion milik Alex saat ini.
Alex yang sedang melihat Aldari yang tengah menekan-nekan tombol telepon yang berada di dinding kamar itu pun langsung melangkah dengan cepat ke arah dimana Aldari sedang berdiri saat ini.
Alex yang sudah sampai di belakang tubuh mungil Aldari saat ini pun langsung merampas telepon dari genggaman tangan mungil Aldari.
Dengan kasar nya Alex langsung meraih telepon yang berada di dalam genggaman tangan mungil Aldari saat ini dan ini membuat Aldari begitu terkejut lantaran dirinya tak mengetahui Alex yang sudah berada di belakang tubuh mungil saat ini.
"T-tuan!" kata Aldari dengan gugup setelah dirinya mengetahui siapa orang yang merampas telepon dari genggaman tangganya saat ini.
"Siapa yang mengizinkan dirimu menyentuh barang-barang yang ada di dalam kamar ini!" bentak Alex langsung menyeret tubuh mungil Aldari sehingga membuat Aldari langsung terjatuh di sofa yang empuk di dalam kamar itu.
Aldari yang mendengarkan bentakan dari Alex saat ini pun hanya menundukkan kepalanya karena Aldari tak berani menatap wajah Alex saat ini yang menatap dirinya dengan tatapan dingin.
__ADS_1
"Aku bertanya pada dirimu, kenapa kau mala hanya diam saja!" kata Alex dengan suara mulai meninggi lantaran Aldari terus saja menundukkan kepalanya saat ini.
Aldari yang tak mau membuat Alex tambah marah pada dirinya, dengan memberanikan diri Aldari langsung mendongak menatap wajah Alex yang sedang menatap dirinya dengan tatapan tajam.
"S-saya hanya ingin menghubungi Rere teman saya t-tuan!" kata Aldari dengan suara gugupnya yang langsung menundukkan kepalanya.
Alex yang mendengar ucapan dari gadis yang sedang duduk di sofa sambil menundukkan kepalanya saat ini pun langsung membuat wajah Alex langsung berubah menjadi dingin setelah dirinya mendengar ucapan dari Aldari.
"Kau benar-benar harus di berikan hukuman!" kata Alex sambil menyeret tangan mungil Aldari menuju ke arah ranjang yang ada di dalam kamar utama saat ini.
Dengan kasarnya Alex langsung mendorong tubuh mungil Aldari ke arah ranjang dan itu membuat Aldari langsung terkejut lantaran dirinya di dorong dengan keras sehingga membuat Aldari langsung terjatuh di atas ranjang itu.
Tanpa aba-aba Alex langsung mencium bibir mungil milik Aldari yang sedari tadi menggoda dirinya.
Alex yang tak tahan melihat bibir menggoda Aldari saat ini pun langsung mencium bibir Aldari dengan kasarnya lantaran Alex begitu kesal terhadap Aldari yang telah berani menyentuh barang-barang dirinya yang ada di dalam kamar utama saat ini tanpa seizin dari dirinya tentunya.
Aldari yang mendapat ciuman mendadak dari Alex seketika Aldari langsung membelalakkan matanya melihat ekspresi wajah Alex yang sedang mencium bibir mungil dengan paksa.
__ADS_1
"Eeerrmm!!!" jerit Aldari tertahan sambil memukul-mukul dada bidang Alex lantaran Aldari hampir kehabisan nafas.
Alex yang merasa Aldari mulai kehabisan nafas, dengan cepat Alex langsung melepaskan ciumannya dengan terpaksa.
Tampak wajah Aldari sudah memerah karena dirinya beberapa detik yang lalu tadi tak bisa bernafas dengan baik.
"Apa kau mau lagi!" kata Alex sambil berjalan mendekati Aldari yang sedang duduk di atas ranjang saat ini.
Aldari yang mendengar ucapan dari Alex, Aldari langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Kau tidak mau?"
"Tapi diriku masih menginginkan itu!" kata Alex sambil melihat ke arah bibir mungil Aldari saat ini.
Aldari yang melihat Alex mendekati dirinya, Aldari langsung mundur kebelakang karena takut melihat ekspresi wajah yang Alex tunjukkan saat ini.
"T-tuan!" Kata Aldari dengan suara lirih sambil menjauhi dari Alex.
__ADS_1
"Kau cukup nikmati saja!" kata Alex dengan suara nakal.
Bersambung