Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan

Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan
131. Menjadi pembantu tuan muda arogan


__ADS_3

"Kau tidak perlu susah payah memikirkan cara untuk membalas perbuatan ku ini..." karena itu tidak akan pernah terjadi!" kata Alex sambil tersenyum devil setelah dirinya membuyarkan lamunan gadis yang sedang menatap dirinya saat ini tanpa berkedip sedikit pun.


Aldari yang mendengar penuturan dari Alex langsung mengerjapkan matanya beberapa kali lantaran dirinya begitu terkejut mendengar penuturan dari Alex.


"apa dia bisa membaca pikiran orang juga..." dia bahkan tahu apa yang ingin diriku lakukan terhadap dirinya!" batin Aldari sambil mengelus jidatnya yang masih sedikit terasa sakit.


Selesai Aldari menyusun berkas-berkas yang sempat berceceran di lantai marmer tadi, Alex langsung melangkahkan kakinya menuju ke tempat ruangan meeting yang akan dilaksanakan beberapa menit lagi.


"Kau jangan sampai diriku terlambat menghadiri meeting ini..." sampai itu terjadi!" kau bersiap-siap lah untuk menerima akibatnya...!! teriak Alex tanpa melihat ke arah dimana Aldari yang sedang susah payah dengan pakaian yang dirinya kenakan yang serba kebesaran itu.


Aldari yang memang benar-benar dasar penakut, dan di tambah Alex yang mengancam dirinya lengkap sudah penderitaan yang Aldari rasakan selama dirinya tinggal bersama pria arogan seperti Alex.


"Menyebalkan sekali!" omel Aldari mempercepat langkah kaki nya untuk mengejar langkah kaki Alex yang telah jauh beberapa meter dari dirinya saat ini.


Beberapa detik mengejar langkah kaki Alex, kini Aldari sudah sampai di depan ruangan meeting yang akan dilaksanakan beberapa menit lagi.


Ceklek,


Alex langsung membuka pintu ruangan meeting itu, terlihat beberapa petugas yang sedang menata minuman di atas meja dan beberapa orang lainnya tampak sedang sibuk memasang alat-alat yang akan digunakan selama meeting berlangsung.


Petugas yang berada dalam ruangan itu langsung terkejut melihat siapa yang telah membuka pintu, karena selama ini mereka tidak pernah melihat CEO perusahaan mereka membuka pintu.


Salah satu diantara petugas itu pun langsung menghampiri Alex yang sedang duduk di kursi pemimpin.


"Tuan!" sapa petugas itu sambil membungkuk memberikan hormat kepada CEO nya itu.


Alex yang di sapa oleh petugas itu hanya melirik sekilas, dan tatapan matanya kembali memperhatikan Aldari yang masih berdiri tak jauh dari kursi pemimpin miliknya itu.


Tampa mengalihkan pandangan terhadap Aldari, Alex menyuruh petugas yang tadinya menyapa dirinya untuk membantu Aldari menyusun berkas-berkas yang akan menemani dirinya dan juga Aldari meeting nanti nya.

__ADS_1


"Kau segeralah bantu gadis itu!" perintah Alex kepada petugas yang sedang berdiri di samping kursi pemimpin miliknya saat ini.


"Baik...." tuan!". Sahut petugas itu sambil membungkuk memberikan hormat setelah itu petugas itu pun langsung bergegas mendekati di mana Aldari yang masih saja berdiri.


"Memang benar-benar gadis payah...." melakukan itu saja harus di ajarkan!" gerutu Alex yang masih bisa di dengar oleh beberapa orang yang berada di dalam ruangan itu.


Tatapan mata Alex kini tertuju pada benda pipih yang ada di hadapannya saat ini yang akan menemani dirinya selama meeting nantinya.


Beberapa menit kemudian, ruangan meeting telah siap untuk digunakan oleh para pemegang saham untuk melaksanakan kegiatan meeting mereka.


Petugas yang sempat menyapa Alex tadi pun kembali mendatangi Alex untuk berpamitan meninggalkan ruangan itu karena sudah siap tugas mereka yang tadinya menata ruang meeting itu.


"Tuan...." ruangan meeting sudah selesai dan kami pamit untuk undur diri dulu!" ujar petugas itu melihat Alex yang tampak sibuk sekali dengan benda pipih di hadapan dirinya itu.


Alex yang mendengar ucapan dari petugas itu langsung menghentikan kegiatannya, dan kini tatapan Alex langsung tertuju kepada petugas yang sedang menatap dirinya.


"Baiklah...." kalian boleh pergi!" sahut Alex sambil sekilas melirik ke arah dimana Aldari sudah duduk di dekat meja yang hanya berjarak satu meja dari nya.


Alex yang melihat para petugas itu telah keluar, Alex langsung menoleh ke arah dimana Aldari yang sedang duduk sepertinya gadis itu sedang gelisah lantaran dirinya tak pernah mengikuti Kegiatan ini sebelum nya mungkin. Sungguh senang sekali hati Alex melihat gadis itu sedang di Landa kebingungan seperti saat ini.


Shutttt....shutttt....shutttt,


Panggil Alex memanggil Aldari yang tampak sedang sibuk entah apa yang dirinya lihat di atas meja itu yang hanya ada tumpukan berkas-berkas, tapi entah kenapa Aldari begitu serius menatap berkas-berkas yang tidak dirinya mengerti sama sekali akan isi-isi berkas tersebut.


Aldari yang sedang sibuk memandangi berkas-berkas itu pun langsung menoleh ketika dirinya mendengar suara yang berasal dari tempat duduk yang sedang diduduki oleh Alex.


Aldari menoleh ke arah sumber suara tadi dan tampak Alex sedang menatap dirinya.


"Kau pindah lah duduk di kursi ini...." karena sebentar lagi para pemegang saham akan berdatangan!" terang Alex memberitahu Aldari Agar berpindah tempat duduk.

__ADS_1


Tanpa berlama-lama Aldari langsung berpindah tempat duduk dan sekarang dirinya sudah berada di sisi Alex.


Benar saja apa yang dikatakan oleh Alex, para pemegang saham pun mulai berdatangan satu persatu, sehingga membuat mereka yang masuk ke dalam ruangan meeting itu terkejut ketika melihat pemilik perusahaan yang lebih dulu berada di dalam ruangan itu. Biasanya pemilik perusahaan setiap ada pertemuan tak pernah hadir sebelum pemegang saham datang terlebih dulu. Tapi hari ini mereka benar-benar di buat terkejut dan di tambah lagi ada seorang gadis yang berada di sisi pemilik perusahaan itu.


Tak berselang lama, semua kursi yang tersedia telah terisi oleh para pemegang saham yang telah berdatangan untuk melaksanakan kegiatan meeting.


Aldari yang saat ini sedang duduk di sisi Alex tampak sekali wajah nya gugup lantaran semua mata yang ada di dalam ruangan itu tertuju ke arah dirinya dan itu membuat Aldari benar-benar di buat sangat gugup.


Alex yang menyadari bahwa semua para tamu menatap ke arah dirinya saat ini pun langsung berdehem untuk mengalihkan perhatian semua mata yang tertuju terhadap gadis yang sedang duduk gelisah di sisi nya saat ini.


Ehem.... ehem.... ehem,


Para tamu mendengar suara deheman dari Alex seketika itu mereka langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah Aldari.


"Meeting nya langsung saja di mulai...." Alex langsung melihat ke arah orang yang biasanya membuka terlebih dahulu meeting itu.


Dan meeting pun langsung di mulai setelah di buka, dan beberapa jam mereka melaksanakan kegiatan meeting akhirnya selesai dengan hasil yang memuaskan juga tentunya.


Selesai meeting para pemegang saham pun mulai meninggalkan ruangan meeting, dan mereka yang mengikuti meeting tadi pun melirik ke arah Aldari sambil melangkahkan kakinya mereka dan ada juga yang berbisik membicarakan gadis yang duduk di sisi pemilik pemegang saham yang terbesar itu.


Melihat para tamunya yang sudah meninggalkan ruangan meeting, Alex langsung menoleh ke arah dimana Aldari sedang duduk sambil melirik sesekali orang-orang yang mulai meninggalkan ruangan itu.


"Jelaskan padaku...." apa inti meeting yang telah kau dengarkan tadi?" tanya Alex melihat Aldari yang tampak gugup setelah mendengar pertanyaan dari dirinya saat ini.


Aldari yang mendengar pertanyaan dari Alex langsung pucat pasi, lantaran dirinya benar-benar tidak tahu sama sekali membahas meeting yang dirinya ikuti.


"T-tuan...." s-saya, Aldari langsung menundukkan kepalanya karena tak berani melanjutkan ucapan nya.


"Jangan bilang kau tidak tahu inti meeting beberapa menit tadi!" sahut Alex dengan suara dingin.

__ADS_1


"Dasar lemot...." penjelasan yang begitu mudahnya dan kau tidak bisa menyimpulkan nya!" sinis Alex menatap Aldari yang hanya menundukkan kepalanya saja.


Bersambung


__ADS_2