Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan

Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan
122. Menjadi pembantu tuan muda arogan


__ADS_3

"Apa kau mau mata itu aku congkel dari tempatnya?" tanya Alex dengan kesal lantaran dirinya tak suka melihat tatapan yang Aldari berikan kepada dirinya saat ini.


Aldari yang mendengar ucapan dari Alex seketika dirinya langsung mengubah ekspresi wajahnya yang tadinya menatap Alex dengan tatapan tajam kini berubah menjadi tatap sayu lantaran dirinya tak mau mendapatkan amukan lagi dari laki-laki tampan yang super arogan itu.


Alex yang melihat Aldari tak berkutik setelah dirinya mengancam dengan kata-kata yang begitu menakutkan langsung menyeringai lebar melihat Aldari yang saat ini sedang menatap dirinya dengan tatapan begitu menyedihkan.


"Kau pikir diriku akan merasa iba melihat wajahmu yang menyedihkan itu!" kata Alex dengan nada ketus sambil berjalan mendekati Aldari.


Aldari yang melihat Alex mendekati dirinya saat ini hanya pasrah.


"Kau disini tidak aman, lebih baik kau aku bawa saja pergi!" kata Alex sambil menarik tangan mungil Aldari keluar dari dalam kamar utama itu.


Ceklek.


Alex membuka pintu kamar utama itu dan langsung melangkahkan kakinya menuju lantai bawah untuk mencari keberanian sang sekretaris nya.


Tap...tap...tap


Jastin yang sedang duduk di ruang tamu itu langsung menoleh ke arah sumber suara yang sedang mendekati dirinya. Jastin yang melihat CEO-nya yang datang langsung bangkit dari duduknya.


"Jastin kita pulang ke mansion sekarang juga?" ujar Alex yang masih memegang erat tangan mungil Aldari sampai saat ini.


Tanpa bertanya-tanya apa yang terjadi, Jastin langsung menganggukan kepalanya saja mendengar ucapan dari CEO-nya.

__ADS_1


Alex langsung melangkahkan kakinya menuju pintu utama mansion dan langsung membuka pintu mobil untuk Aldari masuk.


Aldari hanya diam saja ketika dirinya di dorong oleh Alex masuk ke dalam mobil.


Setelah Aldari masuk, Jastin langsung membuka pintu mobil untuk CEO-nya di samping Aldari.


"Kau buka pintu depan saya Jastin!" perintah Alex pada sang sekretaris nya itu.


Jastin yang tadinya ingin membuka pintu mobil bagian belakang untuk CEO-nya, sehingga membuat Jastin langsung menoleh ke arah dimana Alex sudah berdiri di pintu bagian sebelah pengemudi.


"Baik tuan!" jawab Jastin dengan cepat membuka pintu mobil sebelah kemudi.


Setelah Alex masuk, Jastin langsung cepat masuk ke dalam mobil sebelum dirinya juga mendapatkan amukan dari CEO-nya yang saat ini sedang kurang baik-baik saja.


"Jaga mata Jastin!" kata Alex dengan suara dingin yang melihat sang sekretaris nya mencuri-curi pandang melihat Aldari.


Jastin yang mendengar suara Alex, seketika dirinya langsung mengubah tatapan matanya ke arah lain.


"Dasar sekretaris sialan!" umpat Alex dengan suara ketus.


"Nasib-nasib!" gumam Jastin ketika dirinya di bilang sialan oleh CEO-nya sendiri.


Aldari yang mendengar ocehan yang Alex lontarkan pada sang sekretaris Jastin hanya diam saja.

__ADS_1


"Huh, nasib ku benar-benar tidak beruntung sama sekali!" batin Aldari sambil menatap ke luar jendela mobilnya milik Alex saat ini memikirkan akan nasibnya kedepannya akan seperti apa nantinya.


Sekitar kurang tiga puluh menit menempuh perjalanan. Alex, Aldari, dan juga sang sekretaris Jastin mereka bertiga kini sudah sampai di depan halaman mansion utama.


Kepala pelayan mansion utama yang mendapatkan laporan dari kepala pelayan mansion kedua bahwa tuan muda nya akan segera pulang pun langsung menunggu kedatangan tuan muda nya.


"Tuan!" sapa kepala pelayan mansion utama ketika tuan muda nya sudah sampai di depan pintu masuk utama.


Ehem


Alex yang di sapa oleh kepala pelayan mansion milik nya saat ini hanya berdehem untuk menanggapi sapaan dari pelayan mansion milik nya.


Alex yang terlebih dahulu masuk ke dalam mansion tanpa menunggu Aldari yang masih saja berjalan seperti Ciput keong. Alex yang beralih menatap kearah di mana kepala pelayan mansion berdiri.


"Kau bantu gadis pembangkang itu untuk membersihkan dirinya dan antar dirinya ke kamar yang telah diriku siapkan untuknya!" perintah Alex pada kepala pelayan mansion milik nya.


"Baik tuan!" jawab kepala pelayan mansion dengan cepat.


Seketika Alex langsung menuju ke arah dimana kamar pribadi miliknya.


"Nona!" sapa kepala pelayan mansion ketika Aldari sudah sampai di pintu utama mansion itu.


"Bibi"

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2