
Alex yang sudah mendengarkan ucapan dan keluhan yang Aldari ucapkan pun berdehem lumayan keras agar Aldari menyadari bahwa dirinya masih berada di dalam kamar pribadi milik nya tersebut.
Aldari yang mendengar seseorang yang berdehem lumayan keras di dalam kamar pribadi milik nya tersebut pun langsung menoleh ke arah sumber suara tersebut. Seketika Aldari langsung berdiri dengan cepat lantaran dirinya baru menyadari bahwa Alex masih berada di dalam kamar pribadi milik nya tersebut.
"T-tuan, ujar Aldari dengan suara terbata-bata nya tersebut sambil mengikat rambut hitam nan panjang milik nya tersebut.
"A-apa tuan Alex mendengar ucapan ku barusan!" batin Aldari sambil melihat Alex berjalan menuju ke arah dimana dirinya berada.
"Pasti tuan Alex mendengar ucapan ku barusan!" kenapa aku bisa bicara sembarangan tadi sih!!!...keluh Aldari dengan ucapannya sendiri sehingga dirinya tak sadar jika Alex sudah berada di hadapan dirinya saat ini.
Sesampainya Alex di hadapan Aldari, Alex langsung mendekati Aldari sehingga tak ada jarak diantara keduanya dan Alex langsung melepaskan ikatan rambut panjang milik Aldari tersebut.
"T-tuan, ujar Aldari dengan suara gugup nya, pasalnya Alex masih menempel di tubuh mungil Aldari tersebut.
Dan Alex pun membisikkan sesuatu di telinga Aldari. Membuat Aldari terkejut mendengar kan bisikan dari Alex tersebut.
"Kau lebih seksi jika rambut ini tidak di kuncir seperti ekor kuda!" seru Alex sambil melangkah mundur ke belakang melihat ekspresi wajah Aldari tersebut.
Aldari yang mendengar ucapan dari Alex seketika wajah Aldari berubah menjadi seperti tomat segar yang baru saja di panen dari pohon nya. Lantaran dirinya tak pernah mendapat ucapan seperti itu dari Alex selama Aldari tinggal di mansion milik Alex tersebut.
Entah Alex sadar atau tidak dengan ucapannya sendiri sehingga membuat Aldari tak berani menatap wajah Alex yang sedang menatap dirinya dengan intens.
Alex yang melihat Aldari yang sedang malu atas ucapannya pun tersenyum tipis bahkan nyaris tak terlihat oleh Aldari, karena Aldari hanya menundukkan kepalanya saja.
"Baru di puji sedikit saja udah seperti itu!" seru Alex sambil melirik sekilas ke arah dimana Aldari sedang berdiri di hadapan dirinya tersebut.
Aldari yang tadinya berbunga-bunga mendengar ucapan pujian dari Alex, seketika wajah Aldari langsung di tekuk setelah mendengar ucapan yang Alex lontarkan terhadap dirinya tersebut.
"Huh, dia benar-benar menyebalkan, gerutu Aldari dengan suara kecilnya sehingga tak bisa di dengar oleh Alex tersebut.
Aldari yang sedang menggerutu pun langsung terkejut karena tiba-tiba saja Alex langsung meraih tangan mungil Aldari tersebut.
"Kau kebanyakan melamun jadi orang!" membuat waktu ku terbuang sia-sia saja oleh mu gerutu Alex sambil menyeret tangan mungil milik Aldari tersebut.
Sesampainya Alex dan Aldari di lantai bawah, begitu banyak mata yang sedang memperhatikan perlakuan Alex terhadap Aldari tersebut.
Kepala pelayan mansion yang sedang menunggu kedatangan sang majikannya di pintu utama mansion, tampak wajah wanita paruh baya itu sedang tersenyum tipis menatap sang majikan dan Aldari yang menuju ke arah pintu keluar utama mansion.
"Silahkan tuan!" seru kepala pelayan mansion mempersilahkan sang majikannya untuk menuju ke arah dimana mobil sedang di parkir di depan pintu masuk utama mansion oleh sang sekretaris Jastin tersebut.
__ADS_1
Sesampainya Alex di depan mobil yang akan mengantarkan dirinya dan juga Aldari ke tempat acara yang digelar. Alex pun berbalik badan sebelum dirinya masuk ke dalam mobil miliknya tersebut.
"Kepala pelayan!" ujar Alex memanggil kepala pelayan mansion yang sedang menatap dirinya tersebut.
"lya tuan!" jawab kepala pelayan mansion ketika dirinya di panggil oleh sang tuan muda Alex tersebut.
"Kau bawah beberapa para pelayan mansion ke tersebut acara yang akan digelar beberapa jam lagi!" perintah Alex pada kepala pelayan mansion milik nya tersebut.
Kepala pelayan mansion yang mendengar perintah dari sang tuan muda Alex tersebut pun langsung mengangguk menerima perintah dari sang tuan muda Alex tersebut.
"Baik tuan, jawab kepala pelayan mansion tersebut.
Setelah Alex memerintahkan kepala pelayan mansion untuk membawa beberapa para pelayan mansion untuk hadir di acara yang digelar oleh dirinya nya, Alex pun langsung menoleh ke arah dimana Aldari sedang menunggu dirinya bicara dengan kepala pelayan mansion milik nya tersebut. Alex pun langsung membukakan pintu mobil untuk Aldari tersebut.
Setelah kepala mansion memastikan bahwa sang tuan muda Alex dan Aldari telah berangkat ke tempat acara yang akan di gelar, kepala pelayan mansion pun langsung melangkah kan kakinya menuju pintu utama mansion tersebut untuk memberitahu pada pelayan yang akan dirinya bawa ke tempat acara yang akan di gelar tersebut.
Di dalam mobil.
Alex maupun Aldari, dan juga sang sekretaris Jastin. Hanya ada keheningan yang ada di dalam mobil tersebut, dan yang terdengar hanya suara mobil yang melintas di kota X tersebut.
Beberapa menit menempuh perjalanan.
Jastin langsung memarkirkan mobil CEO nya di tempat pintu utama gedung acara tempat acara hari ulang tahun Aldari tersebut.
Setelah mobil parkir dengan rapi, pintu mobil langsung di buka oleh penjaga gedung acara yang digelar tersebut.
"Silahkan tuan dan nona!" seru penjaga gedung acara tersebut.
Setelah pintu mobil di buka, Alex langsung menoleh ke arah dimana Aldari sedang berdiri yang sedang menatap gedung yang ada di hadapannya tanpa mengedipkan mata nya tersebut.
"Dasar norak!" ketus Alex bicara dengan Aldari yang sedang menatap gedung menjulang tinggi di hadapan dirinya saat ini.
Aldari yang mendengar ucapan dari Alex, seketika dirinya langsung menoleh ke arah dimana Alex sedang menatap dirinya dengan tatapan mengejek dirinya tersebut.
"Huh, aku selalu saja salah di matanya!" batin Aldari ketika dirinya melihat tatapan mata Alex tersebut.
Alex yang melihat Aldari melotot pada dirinya pun langsung melangkah kan kakinya menuju di mana Aldari sedang berdiri tak jauh dari dirinya tersebut.
"Kenapa kau mala melotot melihat diriku?" tanya Alex pada Aldari yang sedang menundukkan kepalanya karena tak berani menatap wajah Alex tersebut.
__ADS_1
"Apa yang aku katakan pada dirimu adalah kenyataan bahwa dirimu itu memang benar-benar NORAK. Tekan Alex setiap kata yang dirinya ucapkan terhadap Aldari yang sedang menatap dirinya dengan kesal.
Tanpa memperdulikan Aldari yang sedang menatap dirinya dengan kesal setengah mati, Alex langsung menyeret tubuh mungil Aldari tersebut untuk masuk ke dalam gedung tempat acara yang akan di gelar tersebut.
Sampai di pintu masuk, Alex sudah di sambut oleh para pelayan yang sedang bertugas untuk acara tersebut.
"Silahkan tuan dan nona!" seru penanggung jawab acara yang menyambut Alex dan juga Aldari.
Aldari sampai mengagga lebar melihat tempat yang ada di hadapannya saat ini.
"Yah Tuhan... tempat apa ini?" batin Aldari sambil melihat ke arah kiri dan kanan untuk melihat tempat yang begitu besar dan juga cantik.
Alex yang melihat ekspresi wajah Aldari pun langsung berdehem dengan suara yang keras agar Aldari sadar akan kekaguman yang sedang dirinya perlihatkan pada semua orang yang sedang menatap mereka berdua.
"Memalukan sekali!" seru Alex dengan suara ketus miliknya tersebut.
Aldari yang mendengar ucapan dari Alex, seketika dirinya langsung merubah ekspresi wajah nya yang begitu kagum melihat yang ada di hadapannya saat ini.
"Hah, memalukan sekali diriku ini!" batin Aldari sambil melihat ekspresi wajah orang-orang yang sedang menatap dirinya tersebut.
Aldari yang ditatap oleh semua orang hanya bisa memberikan senyuman kecut melihat ekspresi wajah yang ada di dalam ruangan tersebut.
Setelah duduk, Alex langsung merogoh saku jasnya untuk mengambil handphone miliknya tersebut untuk menghubungi sang sekretaris Jastin tentunya.
Drrtt...drrtt...drrtt
Jastin yang merasa handphone nya bergetar pun langsung mengambil handphone miliknya tersebut.
"Halo tuan!" jawab Jastin setelah dirinya menerima telepon dari sang CEO nya tersebut.
Alex yang orang yang memang tak suka basa-basi langsung memerintahkan sang sekretaris Jastin untuk membawa MUA yang dirinya pesan.
"Bawakan sekarang juga!" seru Alex setelah sambungan telepon telah di angkat oleh Jastin tersebut.
Tut...tut...Tut
"Menyebalkan"
__ADS_1
Bersambung