
Alex tak menggubris perkataan para kaum hawa yang sedang histeris memangil-manggil namanya tersebut, Alex tetap melangkah kan kakinya dengan cool dan tatapan dingin nya tersebut. Manajer MALL pusat perbelanjaan yang mendapatkan laporan dari sang asistennya, bahwasanya akan kedatangan pebisnis no satu di kota ini pun langsung menyambut langsung kedatangan pebisnis tersebut.
Tampak Manager Mall menunggu kedatangan Alex di pintu utama pusat perbelanjaan tersebut.
"Selamat datang tuan"
Sapa Manager Mall menyambut langsung kedatangan Alex, Aldari maupun Jastin sang sekretaris nya tersebut.
Alex hanya memberikan senyuman tipis nya saja kepada manajer Mall yang menyambut langsung kedatangan nya di pusat perbelanjaan terbesar di kota X tersebut.
"Semoga anda senang berbelanja di Mall ini tuan!" ujar Manajer MALL sambil mengikuti langkah kaki Alex tersebut. Kini Alex maupun Aldari dan Jastin telah sampai di salah butik yang cukup terkenal di pusat perbelanjaan di kota X tersebut.
Setelah sampai di butik tersebut, manajer Mall itupun pamit undur diri iya tak mau menganggu acar sang pebisnis no satu di kota X itu .
"Tuan, semoga anda senang berbelanja di Mall ini!" saya permisi terlebih dahulu tuan. ujar manajer Mall undur diri kepada Alex tersebut.
Kini tinggallah Alex, Aldari dan Jastin di toko butik itu, Jastin yang tahu akan lirikan mata dari sang CEO nya pun langsung menoleh ke arah dimana penjaga butik itu sedang berdiri. Penjaga butik yang tahu akan lirikan mata tersebut pun langsung mendekati mereka bertiga.
Tanpa basa-basi Alex langsung menyuruh penjaga butik itu untuk mencarikan model baju yang cocok untuk Aldari pakai di hari jadinya nanti.
"Kau carikan gaun yang cocok untuk dirinya, ujar Alex sambil melirik Aldari yang hanya diam mendengarkan dirinya memerintahkan penjaga butik itu.
__ADS_1
Penjaga toko yang di perintahkan oleh Alex pun langsung mengangguk menerima perintah dari Alex tersebut.
"Baik tuan, saya akan mencarikan model gaun yang cocok untuk nona ini!" jawab penjaga toko dengan senang hati melayani pebisnis no satu di kota X tersebut.
Penjaga butik itu pun langsung menuntun Aldari ke salah satu ruangan di mana gaun itu di pajang. "Silahkan nona, ikut bersama saya untuk memilih gaun yang akan nona kenakan, ujar penjaga butik membawa Aldari ke ruangan tersebut. Aldari pun langsung mengikuti langkah kaki penjaga butik tersebut.
Setelah kepergian Aldari dan penjaga butik itu dari ruangan itu, Alex pun langsung melirik ke arah dimana sang sekretaris Jastin berdiri tak jauh dari tempat itu. "Apa kau sudah menyediakan acaranya? tanya Alex pada sang sekretaris Jastin tersebut. Jastin yang mendengar ucapan dari sang CEO nya pun langsung menjawab pertanyaan dari CEO nya tersebut.
"Sudah tuan, acaranya delapan puluh persen sudah selesai. Hanya tinggal beberapa persen lagi sudah selesai, ujar Jastin memberi laporan atas acara yang beberapa hari lagi akan di laksanakan tersebut.
"Bagus" ujar Alex sambil melihat layar handphone yang iya genggam.
"Jastin, panggil Alex pada sang sekretaris nya Jastin yang sedang berdiri didamping dirinya tersebut.
"Aku ingin kau memesan ini!"
Tunjuk Alex pada sang sekretaris Jastin, Jastin pun maju satu langsung untuk melihat yang di tunjuk kan oleh CEO nya di layar handphone tersebut.
"Aku ingin barang ini" sebelum acara dilaksanakan, ujar Alex pada sang sekretaris Jastin tersebut.
Jastin yang mendengar perintah dari sang CEO nya pun langsung menyanggupi permintaan dari sang CEO nya tersebut.
__ADS_1
"Baik tuan, akan saya laksanakan perintah anda, jawab Jastin pada CEO nya tersebut.
Alex hanya berdehem mendengar ucapan dari sang sekretaris Jastin tersebut. Alex pun kembali menggeser-geser layar handphone nya tersebut.
"Di ruangan khusus gaun"
Tampak wajah Aldari begitu serius menatap satu persatu gaun yang begitu indah di depan mata nya tersebut. Wah gaun nya cantik-cantik, gumam Aldari dalam hati nya tersebut. "Tapi...tumben sekali tuan Alex membelikan gaun indah ini untuk diriku yah!" ujar Aldari dalam hati nya tersebut.
"Apa gaun ini nantinya akan termasuk ke dalam hutang-hutang ku nanti!" tampak wajah Aldari berubah memikirkan akan maksud Alex yang memberikan dirinya gaun yang begitu indah dengan harga yang begitu fantastis tentunya.
Tiba-tiba saja Aldari menyampari penjaga butik yang sedang fokus memilihkan gaun untuk dirinya tersebut.
"Hm, mbak maaf menganggu, ujar Aldari memanggil penjaga butik itu!"
"lya nona, ada yang bisa saya bantu, jawab penjaga butik pada Aldari yang sedang menatap dirinya dengan serius.
"Mbak, gaun nya nggak jadi" ujar Aldari sambil menundukkan kepalanya karena takut pada penjaga butik itu!"
Seketika penjaga butik terkejut mendengar ucapan yang keluar dari mulut Aldari tersebut. Pasalnya lya sangat mengenal siapa yang datang ke butik ini. Apalagi hanya sebuah gaun, Tak akan menguras isi dompet pebisnis no satu di kota X tersebut.
"Tapi nona"
__ADS_1
Bersambung