Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan

Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan
93. Menjadi pembantu tuan muda arogan


__ADS_3

Jika Alex sedang menganga lebar melihat isi kamar pribadi milik Aldari saat ini.


Dan Aldari saat ini yang akan menuju ke rumah kontrakan bersama dengan sang sahabat nya Rere.


Lain halnya yang sedang terjadi di gedung megah yang telah Alex siapkan untuk merayakan hari ulang tahun Aldari yang ke dua puluh satu tahun.


"Tapi-" ucapannya terpotong oleh..."


"Author tidak melanjutkannya lagi"


✌️.


Tampak wajah sang sekretaris Jastin sudah di penuhi keringat yang tak henti-hentinya bercucuran di mukanya, karena begitu banyak pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh para tamu undangan yang mulai tak sabaran ingin bertemu dengan pebisnis no satu di kota X ini.


Karena Alex begitu jarang menghadiri acara yang di buatnya oleh dirinya sendiri. Maka dari itu para tamu undangan mulai menanyakan sosok yang begitu mereka ingin bertemu, apa lagi dalam rangka pesta yang begitu besar.


Kepala pelayan yang melihat sang sekretaris tuan muda nya yang sedang kebingungan pun langsung melangkah kan kakinya menuju di mana sang sekretaris Jastin sedang berdiri saat ini.


Dari arah belakang kepala pelayan mansion langsung menyapa sekretaris Jastin yang sedang di atas podium saat ini.


"Permisi tuan!" sapa kepala pelayan pada sang sekretaris yang sedang menjelaskan pada para tamu undangan untuk bersabar menunggu kedatangan CEO nya tersebut.


Jastin yang mendengar seseorang memanggil dirinya pun langsung menoleh ke arah sumber suara yang memanggil dirinya saat ini.


Sang sekretaris Jastin langsung berbalik badan untuk melihat seseorang yang memanggil dirinya tadi.


Setelah Jastin berbalik badan, iya bisa melihat kepada pelayan mansion CEO nya sedang berdiri menatap dirinya saat ini.

__ADS_1


"lya bibi, ada apa?" tanya Jastin kepada kepala pelayan mansion CEO nya tersebut.


"Apa perlu saya menghubungi tuan muda Alex!" tuan. tanya kenapa pelayan yang menawarkan bantuan untuk sang sekretaris Jastin yang tampak mulai kewalahan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh para tamu undangan CEO nya saat ini.


Jastin yang mendengar ucapan dari kepala pelayan mansion CEO nya tersebut pun tampak berpikir akan tawaran dari kepala pelayan mansion milik Alex tersebut.


Beberapa detik kemudian, Jastin langsung mengangguk kan kepalanya, bahwa dirinya setuju dengan tawaran dari wanita paruh baya yang sedang menatap dirinya saat ini.


"Boleh deh bibi!" jawab Jastin kepada wanita paruh baya yang sedang menatap dirinya tersebut.


Kepala pelayan mansion yang mendengar ucapan dari sang sekretaris Jastin tersebut pun langsung mengangguk kan kepalanya.


"Kalau begitu bibi permisi dulu ke belakang yah tuan!" pamit wanita paruh baya itu kepada sang sekretaris Jastin.


Jastin yang mendengar ucapan dari wanita paruh baya itu pun langsung mengangguk kan kepalanya.


Ketika Jastin melihat wanita paruh baya itu telah pergi dari hadapan dirinya, Jastin pun langsung menoleh ke arah depan melihat para tamu undangan yang sudah mulai gelisah menunggu kedatangan CEO nya yang sampai detik ini masih saja belum menampakkan wajah di hadapan para tamu undangan.


Dengan langkah lesu, Jastin pun kembali ke podium untuk menenangkan para tamu undangan yang mulai tak sabaran ingin bertemu dengan pebisnis no satu di kota X ini.


"Halo para tamu undangan!" sapa sang sekretaris Jastin kepada seluruh tamu undangan yang ada di hadapannya saat ini.


Sontak semua tamu undangan yang mendengar suara seseorang melalui mikrofon langsung menoleh ke arah sumber suara tersebut dan termasuk juga ke lima sahabat-sahabatnya Alex menoleh ke arah sumber suara saat ini.


"Saya mau menyampaikan untuk seluruh para tamu undangan tuan Alex, bahwasanya tuan Alex saat ini sedang menjemput seseorang untuk datang ke tempat acara ini!"


Sontak seluruh para tamu undangan yang mendengar ucapan dari sang sekretaris kepercayaan dari pebisnis no satu di kota X tersebut membuat para tamu undangan heboh setelah mendengar ucapan yang keluar dari mulut sang sekretaris Jastin saat ini.

__ADS_1


Bagaimana tidak heboh para tamu undangan yang hadir saat ini setelah mendengar ucapan dari sang sekretaris Jastin bahwa pebisnis no satu di kota X ini akan menjemput seseorang untuk datang ke acara ini.


Wah...apa tuan Alex mau mengenalkan seseorang yang spesial dalam hidupnya saat ini!!! begitu lama ucapan-ucapan yang keluar dari mulut para undangan saat ini.


Jastin yang mendengar ucapan dari para tamu undangan saat ini pun dibuat gugup, pasalnya dirinya sudah salah bicara sedikit.


"Huh, mudah-mudahan saja gadis itu ada di mansion!" batin sang sekretaris Jastin yang sedang berdiri di atas podium memperhatikan para tamu undangan yang mulai menggosipkan CEO nya setelah dirinya salah bicara sedikit tadi.


"Ingat yah... hanya salah bicara sedikit saja"


Hehehehe


Sementara itu di ruangan belakang, tampak wajah wanita paruh baya itu yang sedang serius menghubungi tuan muda nya Alex, yang sampai saat ini masih belum mengangkat panggilan dari dirinya tersebut.


Drrtt...drrtt...drrtt


Alex yang ingin membuka lemari pakaian Aldari, sontak dirinya terkejut mendengar deringan handphone miliknya di dalam saku jasnya saat ini.


Brak...brak...brak


Alex yang mendengar suara benda yang jatuh di kamar pribadi milik Aldari, langsung terkejut mendengar suara yang begitu nyaring terdengar di telinga nya.


"Huh... membuat diriku kaget saja!" keluh Alex sambil melirik ke layar handphone miliknya siapa yang telah menghubungi dirinya saat ini.


"Kepala pelayan mansion"


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2