
Nona, ucap resepsionis perusahaan Jaya Tama tersebut. Aldari langsung menoleh ke arah sumber suara tersebut, ini makan untuk nona tuan Alex menyuruh anda makan. Setelah makan anda di suruh menemui tuan Alex di ruangan kerja nya.
Menemui tuan Alex, ucap Aldari dengan suara lirih nya tersebut, iya nona, ucap resepsionis perusahaan jaya Tama kepada Aldari yang sedang menatap wajah resepsionis itu dengan tatapan matanya dengan takut, karena baru beberapa menit Alex meninggalkan diri Aldari di ruangan pribadi milik Alex tersebut.
Maaf mbak, ucap Aldari dengan suara lirih nya, kalau boleh tahu ruangan kerja tuan Alex di mana? saking takut nya Aldari terhadap diri Alex tadi sehingga iya tak sadar ketika masuk ruangan kerja Alex + kamar pribadi alex yang ada di dalam ruangan kerja nya tersebut, karena Aldari tidak mau salah masuk ruangan yang ada di perusahaan jaya Tama maka nya iya bertanya kepada resepsionis perusahaan jaya Tama, seketika resepsionis yang mendengar ucapan Aldari tersebut pun di buat heran pasal nya iya dan Aldari sedang berada di ruangan pribadi milik Alex tersebut itu berarti mereka sedang berada di ruangan kerja Alex karena letak kamar tersebut di dalam ruangan kerja Alex dan resepsionis itu heran kenapa Aldari malah bertanya kepada dirinya soal ruangan kerja Alex tersebut.
Maaf Nona sekarang ini nona berada di kamar pribadi milik tuan Alex, dan juga ruangan kerja tuan Alex. Ruangan kerja tuan Alex ini menyatu dengan kamar ini nona ucap resepsionis perusahaan jaya Tama tersebut kepada Aldari yang sedang mematung menatap wajah resepsionis itu.
Menyatu, beo Aldari.
Iyah Nona, kamar pribadi milik tuan Alex ini menyatu dengan ruangan kerja nya tuan, dan sekarang nona makan lah, iya mbak makasih. Mbak boleh keluar saya akan makan ucap Aldari sopan kepada resepsionis, maaf Nona tapi tuan menyuruh saya menemani nona makan sampai selesai dan nanti saya akan mengantarkan nona menemui tuan Alex di ruangan kerja nya tuan.
Aldari hanya bisa pasrah, toh menolak sama saja mencari masalah dengan seorang Alex yang super super arogan dan tak mau di bantah sama sekali. Aldari pun mulai memakan makanan yang di bawakan oleh resepsionis tadi, ketika makanan itu masuk ke dalam tenggorokan aldari, hm makanan nya enak ternyata gumam Aldari dalam hati nya dan sambil melirik ke resepsionis itu yang sedang memperhatikan dirinya yang sedang makan.
__ADS_1
Beberapa menit resepsionis itu menemani Aldari makan, kini Aldari selesai memakan makanannya sampai tak tersisa di piring nya tersebut. seketika resepsionis itu tersenyum melihat wajah Aldari yang telah selesai makan tanpa tersisa di piring nya tersebut, apa dia tak makan seharian ini gumam resepsionis itu dalam hati nya tersebut ketika melihat cara makan Aldari yang mirip tak makan satu hari saja. Seketika lamunan resepsionis itu langsung merubah ekspresi wajahnya ketika Aldari memanggil dirinya tersebut.
Hm mbak saya mau ke kamar mandi boleh, ucap Aldari dengan suara lirih nya tersebut, tentu nona--mari saya antar. Ucap resepsionis itu langsung menunjukkan ke Aldari di mana letak kamar mandi tersebut.
Terima kasih mbak, ucap Aldari terhadap resepsionis itu. Resepsionis itu pun tersenyum ramah dengan ucapan Aldari tersebut. Iyah Nona, setelah urusan di dalam kamar mandi selesai Aldari pun keluar dari kamar mandi dan langsung menghampiri resepsionis yang sedang berdiri tak jauh dari ruangan itu. mbak saya sudah selesai ucap Aldari terhadap resepsionis perusahaan jaya Tama tersebut. resepsionis yang mendengar suara halus Aldari pun langsung menoleh ke arah Aldari. lya Nona mari saya antar Nona menemui tuan Alex di ruangan kerja nya, Aldari pun mengikuti langkah kaki resepsionis itu. Hm dalam ruangan kerja aja ada kamar sebagus ini gumam Aldari dalam hati nya tersebut.
Alex yang sedang fokus melihat layar komputer nya seketika iya langsung melihat ke arah pintu kamar nya tersebut, karena mendengar handel pintu kamar nya yang di buka oleh seseorang. lya seseorang itu tak lain adalah Aldari dan resepsionis Alex yang mengantarkan Aldari ke ruangan kerja nya alex.
Aldari maupun resepsionis itu yang mendengar suara datar Alex yang menyuruh mereka keluar dari ruangan itu, tanpa membuang waktu mereka langsung menuju pintu. Ketika resepsionis itu membuka handel pintu dan di ikuti oleh Aldari di belakang resepsionis itu, Alex langsung menoleh dan bersuara dengan nada datarnya siapa yang menyuruhmu keluar dari ruangan ini? ucap Alex dengan menekan kan setiap kata kata yang keluar dari mulut nya tersebut. Aldari dan resepsionis itu pun berhenti membuka pintu ruang itu, kau yang keluar bukan dirimu ucap Alex terhadap dua orang manusia yang sedang mematung menatap wajah sang CEO perusahaan tersebut. Seketika resepsionis itu pun menoleh ke arah Aldari, maaf Nona, anda tetap di ruangan tuan Alex. Aldari yang mendengar ucapan resepsionis itu pun menjadi lemas. Resepsionis itu pun langsung menutup pintu ruangan kerja Alex. Hm apa dia belum puas memberi hukum, Aldari bergumam dalam hati nya.
Alex yang melihat Aldari tak beranjak dari tempatnya berdiri, pun buka suara apa kau mau aku hukum lagi? ucap Alex dengan suara datar nya tersebut, seketika Aldari langsung menoleh ke arah Alex dan dengan cepat Aldari menggelengkan kepalanya.
T-tidak tuan, ucap Aldari dengan suara lirih nya, Alex yang mendengar ucapan Aldari pun tersenyum devil. Alex baru mengingat tujuan nya memanggil Aldari menemui dirinya di ruangan kerja ini. Alex langsung bangkit dari kursi kebesarannya dan menghampiri di mana Aldari berdiri, Aldari yang melihat Alex mendekati diri nya pun menjadi was was melihat wajah Alex iya menjadi takut.
__ADS_1
lni ucap Alex, dengan tatapan tajam nya tersebut.
Aldari langsung terkejut karena Alex menyentuh nya.
bersambung
Jangan lupa tinggalkan jejak like and Comen yah guys dan vote juga
Semoga suka 💞
Selamat membaca 💞
Terima kasih 💞
__ADS_1