Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan

Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan
132. Menjadi pembantu tuan muda arogan


__ADS_3

Aldari yang mendengar ucapan pedas yang keluar dari pemilik bibir tipis dari Alex untuk dirinya hanya diam mendengarkan setiap kata-kata yang di lontarkan pada dirinya, toh dirinya membelah diri juga percuma saja karena dirinya tak akan benar di mata nya. Sungguh.


"Ahh....". Percuma saja diriku membawa nya ke ruangan meeting ini yang nyatanya tidak tahu apa-apa sama sekali!" omel Alex sambil mengotak-atik handphone miliknya mencari nomor handphone sang sekretaris nya Jastin.


Drttt.... drttt.... drttt,


Tak butuh lama, panggilan pun langsung di jawab.


"Halo...." tuan!" jawab Jastin ketika CEO nya menghubungi dirinya.


Tanpa menjawab sapaan dari sekretaris nya, Alex langsung menugaskan Jastin untuk menyiapkan makanan untuk Aldari sebelum mereka pulang ke mansion.


"Jastin...." sebelum pulang, kau pesankan makanan untuk gadis ini!" perintah Alex menyuruh sekretaris nya untuk memesan makanan sambil menatap Aldari yang masih duduk di sisi nya saat ini.


"Baik...." tuan!". sahut Jastin menerima tugas yang diberikan oleh CEO-nya itu.


Tut.... tut.... tut,


Sambungan telepon langsung mati begitu saja oleh Alex ketika dirinya menelfon sang sekretaris nya Jastin.


"Memang benar-benar menyebalkan...." tak ada etika sama sekali, memang kebiasaan nya sesuka hatinya saja memutuskan panggilan telepon!" gerutu Jastin ketika melihat layar handphone miliknya sudah mati.


Tanpa membuang-buang waktu, Jastin langsung mengotak-atik handphone miliknya untuk memesan makanan melalui aplikasi miliknya yang ada di handphone miliknya.


"Selesai!!"


Seru Jastin ketika dirinya menekan tombol send di handphone miliknya.

__ADS_1


Jastin yang sudah menyelesaikan tugas kerja nya dan juga perintah CEO nya untuk memesan makanan, Jastin langsung bangkit dari duduknya untuk menuju ke ruangan CEO nya karena dirinya telah memesan makanan melalui aplikasi miliknya.


Sementara itu di ruangan lain, tempatnya di ruangan yang beberapa menit selesai mengadakan meeting. Tampak saat ini Aldari tak bergerak-gerak dari duduknya ketika dirinya mendapatkan kata-kata mutiara yang keluar dari bibir tipis milik Alex yang begitu pedas dan terasa seperti tertusuk oleh belati yang begitu tajam rasanya sehingga membuat Aldari menekuk wajahnya agar dirinya tidak terlihat bersedih hati oleh Alex.


"Sudah tahu diriku yang hanya kerja sebagai pelayan restoran....". Mestinya dirinya tidak membawa diriku ke perusahaan miliknya dan kenapa tidak memberikan pekerjaan saja di mansion nya!" batin Aldari sambil meremas ujung baju yang dirinya kenakan itu.


Aldari yang sedang begitu hikmat berperang dengan dirinya sendiri lantaran memikirkan atas ucapan yang Alex lontarkan untuk dirinya, sehingga membuat dirinya begitu terkejut karena Alex yang tiba-tiba saja menarik tangan mungil milik nya keluar dari ruangan tempat mereka meeting beberapa menit yang lalu.


"T-tuan...." ada yang ketinggalan!!!" teriak Aldari yang memekakkan telinga Alex, karena dirinya terkejut sehingga membuat dirinya spontan meneriaki Alex yang secara tiba-tiba saja menarik tangan mungil milik nya dengan gerakan yang begitu cepat sehingga membuat Aldari tak sadar siapa yang telah menarik tangan mungil nya.


Alex yang mendapatkan teriakan dari Aldari langsung menghentikan langkah kaki nya dan melepaskan genggaman tangan nya dari Aldari. Alex langsung mengusap telinga miliknya lantaran terasa berdengung akibat teriak Aldari, Alex langsung menatap wajah Aldari begitu tajam karena berani sekali meneriaki dirinya.


"Berani sekali kau meneriaki diriku...." dan membuat telinga ku ini sakit karena suara jelek mu itu!" ketus Alex bicara dengan Aldari sambil mengusap telinga nya yang masih saja sedikit terasa berdengung.


"M-maaf, tuan...." s-saya tidak sengaja!" cicit Aldari langsung menundukkan kepalanya karena dirinya saat ini benar-benar tidak berani menatap wajah Alex yang begitu garang menatap dirinya.


Dan tanpa menunggu jawaban Aldari, Alex langsung menarik tangan mungil Aldari untuk keluar dari ruangan itu untuk menuju ke ruangan kerja miliknya. Sebelum mereka pulang ke mansion.


"Tuan...." berkas-berkas nya!" ujar Aldari sambil mengikuti langkah kaki Alex yang begitu panjang sehingga membuat Aldari kesulitan untuk mengimbangi langkah kaki nya dengan Alex.


"Ternyata kau bawel juga rupanya!" sindir Alex tanpa melihat ke arah lawan bicara nya.


"Sekretaris ku yang akan menjemput berkas-berkas itu nanti...." dan percuma saja kalau dirimu yang membawa berkas-berkas itu yang nyata tidak mengerti apa-apa tentang tumpukan kertas itu!" omel Alex sepanjang jalan menuju ke ruangan kerja nya.


"Huh, sungguh menyebalkan sekali nih orang...." kan....diriku hanya memberitahu saja karena ada yang ketinggalan!" batin Aldari yang sedang mengumpat sambil mengikuti langkah kaki Alex yang begitu panjang saat ini. Sungguh keterlaluan nih orang.


Seakan tahu apa yang Aldari sedang pikirkan saat ini, Alex langsung mendorong Aldari sehingga membuat Aldari terbentur dinding yang sedikit keras sehingga membuat Aldari langsung meringis karena tanpa aba-aba Alex langsung mendorong dirinya ke arah dinding yang sedang mereka lewati itu.

__ADS_1


"Kau sedang mengumpat diriku bukan!" kata Alex sambil menatap manik mata Aldari yang tak berkedip melihat dirinya.


Saking dekatnya Aldari dengan Alex, sehingga membuat Aldari bisa merasakan deru nafas Alex yang berbau mintz itu sehingga membuat Aldari begitu gugup.


"T-tidak, tuan...." sahut Aldari dengan jantung yang seperti nya yang akan keluar saja dari tempatnya.


"Kau pandai sekali rupanya berkilah...." dan mencari alasan agar diriku percaya!" balas Alex yang langsung melepaskan cengkraman tangan dari dagu runcing Aldari.


"Benar-benar gadis nakal!" omel Alex yang langsung menuju ke arah ruangan kerja nya tanpa melihat Aldari yang masih saja tak bergerak dari tempatnya berdiri.


Alex yang tak mendengar seseorang mengikuti langkah kaki nya saat ini pun langsung berbalik badan untuk melihat Aldari yang masih saja berdiri di mana dirinya meninggalkan Aldari tadi.


"Hey...." kau mau....diriku menyeret tubuh mu yang tak seberapa itu!" teriak Alex dengan suara yang begitu nyaring karena dirinya yang lumayan jauh dari Aldari sehingga mengundang semua mata langsung tertuju melihat ke arah pemilik suara yang tidak asing lagi di telinga mereka yang mendengar suara itu.


Aldari yang mendengar kata-kata menyeret, langsung melangkah begitu tergesa-gesa sehingga membuat yang dirinya kenakan di tubuhnya saat ini tak lagi di tempat yang semestinya.


Dengan nafas yang putus-putus akhirnya Aldari bisa dengan cepat sampai di mana Alex sedang berdiri menatap dirinya dari atas sampai bawah da itu membuat Aldari benar-benar tidak nyaman di buatnya.


"Kau sagat cocok sekali kalau berpenampilan seperti ini...." dan sekretaris mata jelalatan itu benar-benar pandai rupanya dalam hal pakaian perempuan!" puji Alex yang melihat pakaian yang Aldari kenakan sekarang ini yang tak lagi di tempatnya. Sungguh sebenarnya Alex ingin sekali tertawa terbahak-bahak melihat yang ada di hadapannya dirinya saat ini. Hehehehe.


"Hey...." manis".


Asyik menatap penampilan Aldari, sehingga membuat Alex dan Aldari langsung menoleh ke arah sumber suara yang begitu nyaring sehingga mengema di ruangan itu.


"lsh...." menyebalkan!".


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2