Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan

Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan
134. Menjadi pembantu tuan muda arogan


__ADS_3

Ke lima sahabat-sahabat Alex langsung mendengus kesal setengah mati setengah mendengar teriakkan dari sahabatnya yang lumayan memekakkan telinga kecuali Rey yang kesal lantaran dirinya gagal mendapatkan satu suapan dari tangan mungil milik Aldari itu.


"Huh, loh benar-benar yah bro ... baru juga diriku ingin menikmati suapan dari tangan gadis manis ini!" kesal Rey melirik sewot melihat sahabatnya itu tampak bahagia sekali dirinya yang gagal mendapatkan satu suapan itu.


Alex menatap tajam melihat Aldari yang sedikit bertingkah ketika sahabat-sahabatnya berkunjung, apalagi ketika sudah berdekatan dengan Rey yang merupakan pangeran gombal dan juga jangan lupa tinggalkan kata-kata manis yang keluar dari bibir seksi itu. Sungguh menyebalkan sekali. Batin Alex.


Alex yang tak tahan melihat tingkah Aldari dengan sahabatnya, Alex langsung menyuruh Aldari untuk berpindah tempat untuk menikmati makanan nya tanpa gangguan pangeran gombal dari Rey itu.


"Hey ... kau pindah lah ke sini!" panggil Alex menyuruh sekretaris barunya itu untuk berpindah tempat duduk agar tidak di gombali terus oleh sahabatnya yang laknat itu. Sungguh keterlaluan sekali bukan ucapan Alex untuk sahabatnya itu.


Dirimu memang benar-benar menyebalkan sekali Lex ... kesal Rey ketika melihat Aldari yang berpindah tempat duduk dari dirinya yang lumayan jauh dari penglihatan dirinya. Huh sungguh manusia pelit ... tidak mau berbagi. Kesal Rey.


Aldari yang mendengar perintah dari Alex, Aldari langsung bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati di mana Alex menyuruh dirinya untuk duduk.


Alex begitu senang melihat sahabatnya Rey yang begitu kesal terhadap dirinya lantaran menyuruh Aldari berpindah duduk dari hadapan dirinya. Sungguh bahagia sekali hati Alex melihat Rey yang begitu kesal. Hehehehe rasain loh ... emang enak.


Aldari begitu gugup bersebelahan dengan Alex yang sedang duduk di kursi kebesarannya, apalagi saat ini dirinya sedang makan di meja laki-laki tampan nan arogan itu. Aldari yang sedang menikmati makanan nya itu, tak luput dari perhatian Alex yang sedang melihat dirinya makan. Kenapa harus diliatin sih ... aku nya kan jadi enggak bisa menikmati makanan ini! batin Aldari sambil tetep fokus makanan yang ada di hadapannya dirinya saat ini.


"Suapi diriku dengan makanan itu!" tunjuk Alex melihat makanan yang ada di depan Aldari.


Aldari yang mendengar ucapan dari Alex, seketika Aldari langsung menatap di mana sahabat-sahabatnya yang sedang menatap dirinya dan juga Alex. Aldari yang ditatap seperti itu di buatnya gugup pasalnya Aldari melihat lima laki-laki tampan itu tampak sedang membicarakan tentang dirinya dan juga Alex. Huh ... malu sekali diriku. Batin Aldari sambil melirik sesekali ke arah lima laki-laki tampan itu.


Alex yang tahu akan pandangan mata Aldari saat ini langsung berbalik badan untuk melihat sahabat-sahabat yang jelas sekali sedang mengosibkan dirinya secara terang-terangan. Keterlaluan sekali bukan!. Sungguh menyebalkan sekali.

__ADS_1


Lima laki-laki tampan itu saling berbisik-bisik mengosibkan Alex yang sepertinya sudah mulai ada rasa pada Aldari, tapi sahabatnya itu gengsinya memang benar-benar keterlaluan sekali gengsinya. Untuk mengungkapkan perasaan nya itu.


"Kalian ... kalau sudah selesai silahkan pergi dari ruangan ku ini! dan untuk acara nya kalian kirimkan saja alamatnya ke grup!" kata Alex sambil menatap wajah para sahabat-sahabat yang kesal melihat dirinya.


Para sahabat Alex yang mendengar ucapan itu, langsung menoleh ke arah dimana sahabatnya yang sedang menunggu untuk di suapi oleh Aldari sambil memberikan tatapan tajam ke arah mereka. Sahabat memang tidak ada akhlak nya. Sungguh keterlaluan.


"Wah-wah ... loh benar-benar tega yah Lex! belum juga di tawarin minum, dan loh Mala ngusir kita-kita!" protes Rey dengan mendengus kesal lantaran sang memilik ruangan terang-terangan mengusir keberadaan dirinya dan juga empat sahabatnya yang lainnya. Sungguh sahabat tak punya hati.


"Um ... untuk minum nanti akan ku suruh sekretaris ku untuk menyiapkan minuman untuk kalian! jadi kalian bisa ambil minumannya di lobi nanti"sahut Alex tanpa dosa mengusir sahabat-sahabat keluar dari ruangan kerja nya itu.


Lima laki-laki tampan itu langsung mendengus dengan sangat keras mendengar ucapan seenak dengkulnya yang keluar dari bibir sahabatnya itu. Sungguh hati terasa di iris-iris dengan pisau yang begitu tajam.


"Lex ... dirimu memang benar-benar tidak punya-".


Belum sempat Rey yang ingin melayangkan protes, terdengar suara ketukan pintu dari luar. Memang hari ini keadaan benar-benar berpihak pada sang memilik ruangan itu.


Masuk,


Perintah Alex pada seseorang yang telah mengetuk pintu ruangan kerja nya itu. Dan setelah mendapat izin dari pemilik ruangan dampak wajah sang sekretaris Jastin yang menyembul dari balik pintu ruangan kerja Alex itu. Semua mata langsung tertuju pada sang sekretaris Jastin ketika masuk ke dalam ruangan itu dan itu jelas membuat sang sekretaris Jastin langsung tersedak ludahnya karena mendapatkan tatapan mata elang dari para laki-laki tampan itu.


"Huh ... mengganggu saja!" gerutu Rey melihat sewot ke arah dimana sang sekretaris Jastin sedang berdiri.


"Kebetulan kau datang Jastin! kau segeralah antar mereka ke luar, dan juga kasih mereka minuman untuk mereka sebelum pulang!" perintah Alex pada sang sekretaris nya Jastin.

__ADS_1


"Baik, tuan!" sahut Jastin menerima perintah dari CEO nya tersebut.


"Dan untuk berkas-berkas itu! kau letakkan saja di atas meja itu ... dan kau segeralah antar mereka semuanya ke luar!" kata Alex tak terbantahkan lagi.


ls, memang benar-benar sahabat tak punya hati ... tak punya perasaan ... dan juga semena-mena terhadap sahabat sendiri, berbagai umpatan-umpatan ke dari bibir masing-masing laki-laki tampan itu. Sungguh kejam.


Aldari hanya diam mendengarkan perdebatan antara laki-laki tampan itu yang menolak untuk keluar dari ruangan kerja bos barunya yang beberapa jam yang lalu ketika dirinya bekerja di perusahaan milik bos nya tersebut.


"Mari ..." tuan-tuan, ujar Jastin dengan sopan sambil membungkuk mempersilahkan para sahabat-sahabat CEO nya itu agar keluar dari ruangan kerja CEO nya tersebut.


Sebelum benar-benar keluar dari ruangan itu, Rey menyempatkan dirinya untuk menghampiri Aldari yang sedang duduk satu meja dengan sahabatnya itu.


"Hey ... kau gadis imut! besok malam maukah kau ikut bersama dengan diriku?" tanya Rey sambil mengedipkan sebelah matanya melihat ke arah dimana Aldari sedang duduk.


"Besok malam diriku akan-".


Belum sempat Rey meneruskan ucapannya pada Aldari, sudah di potong Alex dengan suara keras sehingga membuat Rey langsung mengusap dadanya lantaran terkejut.


"Tidak ada acara-acara jemput-jemputan untuk besok malam!" sahut Alex dengan nada suara yang sudah naik satu oktaf.


"Huh ... dasar sahabat laknat!" gerutu Rey melangkah pergi dari meja kerja Alex dengan perasaan kesal yang begitu luar biasa.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2