Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan

Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan
53. Menjadi pembantu tuan muda arogan


__ADS_3

Aldari yang melihat ekspresi wajah datar dari sang sekretaris Alex pun menjadi bertambah gugup karena Jastin begitu intens melihat Aldari yang sedang gugup karena ulah nya tersebut. "Kenapa nona berada di luar?" bukankah tuan Alex di dalam? ujar Jastin melihat Aldari tersebut.


Aldari yang mendengar pertanyaan beruntun dari Jastin pun bingung mau menjawab pertanyaan yang mana terlebih dahulu. "Saya di suruh sama tuan Alex untuk ke pantry membuat minuman buat tuan Alex, ujar Aldari yang menjawab pertanyaan dari sang sekretaris Jastin tersebut.


Jastin yang mendengar jawaban dari Aldari langsung menganggukan kepalanya, "Kalau begitu nona langsung saja menuju ke pantry karena sebentar lagi tuan akan meeting, ujar Jastin yang memberitahukan kepada Aldari bahwa mereka sebentar lagi akan meeting.


"Baik tuan, jawab Aldari dengan menundukkan kepalanya karena Aldari takut melihat tatapan mata dari sang sekretaris Jastin tersebut.


"Saya permisi tuan, ujar Aldari pamit kepada Jastin yang sedang memperhatikan Aldari tersebut. Jastin yang mendengar suara lirih Aldari pun hanya menganggukan kepalanya saja. Setelah Aldari pamit pada Jastin iya pun langsung melangkah kan kakinya menuju di mana pantry Office Alex berada.


Jastin yang melihat Aldari sudah pergi ke pantry, Jastin langsung mengetuk pintu ruang kerja Alex.


Tok


Tok


Dua kali Jastin mengetuk pintu ruang kerja Alex, tak ada jawaban dari dalam ruangan kerja Alex tersebut. Sehingga ketukan yang ke tiga barulah ada sahutan dari dalam ruangan kerja Alex tersebut.

__ADS_1


Tok


Alex yang mendengar suara ketukan pintu ruangan kerja nya pun langsung memberi izin kepada orang yang telah mengetuk pintu ruang kerja Alex tersebut.


"Masuk, Jawab Alex dari dalam ruangan kerja nya tersebut.


Setelah Alex memberikan izin, terdengar suara handle pintu ruangan kerja Alex di buka dari luar.


"Permisi tuan. Saya mengantarkan berkas untuk meeting nanti, ujar Jastin sambil meletakkan berkas untuk meeting mereka nanti.


Tanpa menjawab ucapan sang sekretaris Jastin, Alex langsung bertanya jam berapa meeting mereka akan mulai pada Jastin yang telah meletakkan berkas di atas meja kerja nya tersebut.


"Meeting beberapa menit lagi akan segera di mulai tuan, jawab Jastin pada sang CEO nya tersebut.


Alex yang mendengar ucapan sang sekretaris Jastin, langsung menoleh di mana Jastin berdiri.


"Baiklah, ujar Alex kembali fokus dengan layar komputer yang ada di hadapannya tersebut.

__ADS_1


"Dan kau Jastin. Selesai meeting nanti kau antar diriku ke MALL untuk membeli pakaian baru untuk gadis nakal itu, ujar Alex yang fokus pada layar komputer yang ada di hadapannya tersebut.


Jastin yang mendengar perintah dari sang CEO nya pun langsung menganggukan kepalanya dan menjawab dengan suara datar khas milik nya tersebut.


"Baik tuan, ujar Jastin melihat di mana CEO nya berapa. "Dan kau pergi lah terlebih dahulu ke ruang Meeting, ujar Alex memerintahkan agar Jastin pergi ke ruangan meeting terlebih dahulu. Karena Alex ingin menunggu Aldari kembali ke ruangan kerja nya terlebih dahulu, setelah Aldari datang ke ruangan kerja nya nanti. Baru lah Alex akan menyusul sang sekretaris Jastin ke ruangan meeting.


"Saya permisi tuan, ujar Jastin untuk pamit ke luar ruangan kerja Alex tersebut. Jastin langsung melangkah kan kakinya menuju di mana pintu ruangan kerja Alex berada.


Setelah sang sekretaris Jastin keluar, Alex pun kembali fokus dengan layar komputer nya tersebut. Alex melihat-lihat model baju yang cocok untuk Aldari pakai di hari jadinya yang ke dua puluh satu.


Iya rupanya Alex sedang mencari model baju untuk Aldari pakai untuk acara ulang tahun nya nanti.


Beberapa menit mencari model baju, barulah Alex menemukan pakaian yang pas dan cocok untuk Aldari pakai di hari jadinya nanti.


Diam-diam rupanya Alex telah menyiapkan acara yang begitu mewah untuk Aldari, tak tanggung-tangung biaya yang Alex keluar kan untuk acara Aldari tersebut.


Alex yang sedang fokus menatap layar komputer nya pun langsung terkejut, ketika seseorang mengetuk pintu ruangan kerja nya tersebut.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2