Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan

Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan
112. Menjadi pembantu tuan muda arogan


__ADS_3

Jastin yang melihat layar handphone miliknya siapa yang sedang menelfon dirinya saat ini pun langsung membulatkan matanya lantaran dirinya baru saja akan mengistirahatkan tubuhnya sebentar.


"Huh, baru saja beberapa menit!" batin Jastin sambil menggeser layar hijau di handphone miliknya.


"Halo tuan!" jawab Jastin ketika dirinya mengangkat panggilan telepon dari CEO nya.


"Jastin kau segera lah kesini, lokasinya akan diriku kirim!" perintah Alex kepada sang sekretaris Jastin.


Tut...tut...tut


Panggilan telepon langsung di matikan sepihak oleh Alex ketika dirinya sudah selesai bicara dengan sang sekretaris Jastin.


"Menyebalkan!" kesal Jastin melihat layar handphone miliknya yang sudah mati.


Jastin pun langsung bersiap-siap untuk berangkat ke tempat yang di perintahkan oleh CEO nya.


Aldari yang setengah sadar pun langsung menoleh ke arah dimana Alex sedang menatap dirinya dengan intens.


"Huh, kepala ku sakit sekali!" batin Aldari sambil memegang sebelah kepalanya saat ini.


Alex yang melihat Aldari memegang kepalanya saat ini pun langsung menyentuh kepala Aldari sambil memijit dengan pelan.


Refleks Aldari langsung terkejut ketika dirinya di sentuh oleh Alex.

__ADS_1


Tampa memperdulikan Aldari yang sedang tak nyaman akan sentuhan yang dirinya lakukan, Alex mala tak menghentikan kegiatan nya yang sedang memijit kepala Aldari saat ini.


"Apa masih merasa mual!" tanya Alex pada Aldari yang sedang bersandar di kursi depan.


Aldari hanya menganggukkan kepalanya menjawab ucapan dari Alex.


"Kau istirahat lah!" sebentar lagi Jastin akan datang!" kata Alex yang masih memijit kepala Aldari saat ini.


Aldari yang mendengar ucapan dari Alex, Aldari langsung memejamkan matanya lantaran dirinya memang benar-benar merasa tak enak badan.


Cup


Alex yang melihat Aldari memejamkan matanya, Alex langsung mengecup bibir mungil Aldari yang sedang memejamkan matanya.


"Dia benar-benar keterlaluan sekali!" batin Aldari ketika dirinya setengah sadar merasakan kecupan singkat di bibir mungil nya beberapa detik yang lalu.


Beberapa menit menunggu kedatangan sang sekretaris Jastin, terlihat cahaya lampu mobil yang sedang mengarah ke arah di mana Alex dan Aldari berada di pinggir jalan raya yang tak jauh dari pusat kota xxxxx.


Sesampainya Jastin di lokasi yang dikirimkan oleh CEO nya beberapa menit yang lalu, Jastin langsung turun dari mobil miliknya untuk menghampiri di mana mobil CEO nya terparkir.


Tok...tok...tok


Jastin langsung mengetuk pintu mobil CEO milik CEO nya.

__ADS_1


Alex yang melihat sang sekretaris Jastin mengetuk kaca mobil milik nya, Alex langsung membuka pintu mobil miliknya agar dirinya bisa memindahkan tubuh mungil Aldari ke kursi belakang.


Jastin yang melihat keadaan Aldari saat ini pun langsung membulatkan mata melihat Aldari yang sudah pucat.


"Apa yang sudah dirinya lakukan terhadap gadis malang ini!" batin Jastin melihat Alex sedang memindahkan tubuh mungil Aldari ke kursi belakang.


Jastin langsung membukakan pintu mobil bagian belakang agar Alex bisa memindahkan tubuh mungil Aldari tersebut.


Setelah Alex memindahkan Aldari ke belakang, Alex langsung menghampiri di mana sang sekretaris Jastin berdiri.


"Jastin kau hubungi supir di mansion agar menjemput mobil mu!" perintah Alex kepada sang sekretaris Jastin.


"Baik tuan, jawab Jastin segera menghubungi supir mansion milik CEO nya agar menjemput mobil miliknya.


Alex kembali membuka pintu mobil untuk masuk ke dalam mobil dan menunggu sang sekretaris Jastin selesai menelfon sopir mansion milik nya.


Jastin yang selesai menghubungi supir mansion milik CEO nya, Jastin pun langsung masuk ke mobil milik CEO nya.


"Jastin kau antar diriku ke mansion kedua!" perintah Alex kepada sang sekretaris Jastin agar mengantarkan dirinya ke mansion ke dua.


"Baik tuan!" jawab sang sekretaris Jastin.


"Mansion kedua!" batin Aldari samar-samar mendengar ucapan dari Alex.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2