Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan

Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan
109. Menjadi pembantu tuan muda arogan


__ADS_3

"Tuan, tolong lepaskan tangan anda dari saya. Saya tidak ingin ikut bersama dengan anda, dan tuan tidak punya hak untuk memaksa saya untuk pergi bersama tuan!" teriak Aldari dengan suara lantang lantaran dirinya sudah sangat emosi kerena di perlakukan semena-mena oleh Alex.


Plaaaaakkkkk


Alex yang jengkel terhadap Aldari yang terus saja menolak dirinya dan juga memberontak, sehingga membuat Alex main tangan terhadap Aldari. Cap tangan Alex pun langsung membekas memerah di pipi chubby nan mulus milik Aldari saat ini.


Aldari yang menerima tamparan keras dari Alex, sehingga membuat tubuh mungil Aldari langsung terjatuh karena menerima tamparan keras dari Alex.


Aldari langsung menangis dengan cegukan sambil mengelus pipinya yang bekas tamparan keras oleh Alex.


Hiks...hiks...hiks


Tangis Aldari yang tak berani menatap wajah Alex yang sedang menatap dirinya dengan tatapan tajam.


"Sudah ku bilang, kau tidak bisa memilih!" bentak Alex yang melihat Aldari yang masih menangis dengan keras.


Seketika Alex langsung meraih tubuh mungil Aldari yang masih menangis terduduk di lantai dingin di dalam kamar pribadi miliknya saat ini.


Bug....bug...bug


Alex mengangkat tubuh mungil Aldari seperti karung beras di pundaknya, Aldari yang sedang di pundak Alex pun tak tinggal diam. Aldari terus saja memukul-mukul punggung Alex dengan sekuat tenaganya.


Aldari tak menyerah untuk terus berusaha keras untuk bisa bebas dari pundak Alex yang sedang mengangkat tubuh mungil nya saat ini.


"Tuan, tolong lepaskan saya!" teriak Aldari di atas pundak berontak untuk lepas dari Alex.

__ADS_1


"Jika kau tidak bisa diam, ku pastikan dirimu akan ku lemparan ke bawah ini!" ancam Alex terhadap Aldari yang masih berada di pundak nya saat ini.


Aldari yang mendengarkan ancaman dari Alex, seketika dirinya langsung terdiam karena dirinya sangat takut dengan ancaman dari Alex.


Alex yang merasa Aldari takut akan ancaman dari dirinya pun langsung tersenyum puas karena ancaman dari dirinya sangat membuat Aldari tak bisa berkutik lagi.


Sampai Alex di depan pintu mobilnya, Alex langsung menurunkan tubuh mungil Aldari dari atas pundak nya.


Dan Alex langsung membuka pintu mobilnya untuk Aldari agar bisa masuk.


"Masuk!" bentak Alex dengan mendorong tubuh mungil Aldari agar masuk ke dalam mobil miliknya.


Aldari yang di dorong keras oleh Alex untuk masuk ke dalam mobil pun langsung terduduk di atas bebatuan kerikil di halaman rumah kontrakannya saat ini lantaran dirinya tak mau mengikuti Alex pulang ke mansion bersama dengan Alex.


Aldari terus saja memohon kepada Alex agar dirinya bisa bebas, Aldari yang tak mendapatkan jawaban dari Alex seketika dirinya langsung mendongak menatap Alex yang sedang menatap dirinya dengan tatapan tajam.


"Apa kau sudah selesai mengoceh hal yang tak mungkin diriku Kabulkan atas permintaan yang tak penting itu!" ujar Alex sambil meraih tangan mungil Aldari agar masuk ke dalam mobilnya.


"Dan berhentilah untuk memohon hal-hal yang mustahil untuk diriku Kabulkan!" tekan Alex tiap-tiap kata yang dirinya ucapkan kepada Aldari yang masih saja tidak melepaskan tangannya dari kaki dirinya saat ini.


"Tuan beri saya satu kali kesempatan untuk melunasi hutang-hutang saya pada anda!" ujar Aldari yang masih enggan untuk melepas kan tangannya dari kaki Alex.


Alex yang sudah lelah menghadapi sikap keras kepala Aldari, mau tak mau Alex langsung menghubungi sang sekretaris Jastin untuk membantu dirinya menghadap Aldari.


Drrtt...drrtt...drrtt

__ADS_1


Jastin yang mendengar getaran handphone miliknya yang bergetar langsung mengambil handphone miliknya di dalam saku celana milik nya.


"Halo tuan!" jawab Jastin menerima panggilan dari CEO nya.


Tanpa basa-basi, Alex langsung memberi perintah kepada sang sekretaris untuk melakukan sesuatu terhadap keluarga sang sahabat Aldari.


"Jastin kau segera lah bersiap-siap untuk pergi ke rumah yang bernama Rere itu!" perintah Alex kepada sang sekretaris Jastin melalui sambungan telepon.


Tut...tut...tut


Panggilan telepon langsung di matikan sepihak oleh Alex terhadap sang sekretaris Jastin.


"Huh, dia benar-benar licik sekali mengancam gadis malang itu!" gumam Jastin sambil melihat layar handphone miliknya yang sudah mati.


Aldari yang mendengar ucapan Alex melalui sambungan telepon dengan sang sekretaris, seketika Aldari langsung mendongak menatap wajah Alex dengan intens.


Alex yang ditatap oleh Aldari pun langsung tersenyum lebar karena melihat ekspresi wajah Aldari saat ini.


"Kenapa kau menatap diriku seperti itu!" ujar Alex yang kesal lantaran dirinya tak suka melihat Aldari menatap dirinya seperti saat ini.


"Apa yang anda lakukan terhadap Rere, tuan!" ujar Aldari sambil mengelap air mata nya yang masih saja jatuh di pipi chubby nan mulus milik nya.


Kau mengenalnya...


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2