
"T-tuan, apa yang anda lakukan, ucap Aldari terkejut. Alex dengan tanpa berdosa nya menyentuh tubuh mungil Aldari. "Kau juga menikmatinya bukan, ucap Alex dengan tersenyum manis nya kepada Aldari. Tuan tolong berhenti jangan seperti ini t-tuan saya mohon tuan, ucap Aldari dengan suara begitu lirih.
T-tuan.
Ampun t-tuan sakit, dengan suara bergetar hebat bahkan Aldari sampai sampai mengeluarkan air mata nya akibat Alex yang menikmati tubuh mungil Aldari tersebut.
Kau ternyata begitu nikmat yang ada di sini, tunjuk alex tepat di bukit kembar Aldari. Bahkan Alex tak berkedip melihat ke arah yang iya tunjuk.
Alex tak menjawab pertanyaan Aldari iya hanya memberikan senyuman jail nya kepada Aldari, itu membuat Aldari kesal setengah mati melihat wajah Alex yang dengan sengaja menyentuh aset berharga miliknya.
Kau akan terbiasa nantinya, dengan melakukan hal hal seperti ini dengan ku nanti nya bahkan akan lebih dari ini ucap Alex terhadap Aldari.
Kau akan mendapatkan ini setiap hari ucap Alex dengan senyum devil melihat wajah Aldari, Aldari yang mendengar kata kata setiap hari menjadi merinding bulu badan nya yang akan mendapatkan setia hari ucap Alex jelas itu membuat Aldari takut.
Apa dia bilang setiap hari ucap Aldari lirih. Aldari hanya bisa pasrah akan hidup nya selama iya tinggal di mansion Alex, selesai Alex melakukan kegiatan nya dengan Aldari alex langsung keluar ruangan dimana Aldari tinggal.
Aldari hanya bisa melihat punggung Alex yang menuju pintu keluar dari ruangan itu, sebelum membuka pintu Alex pun berbalik badan melihat ke arah Aldari.
__ADS_1
Dan kau.
Cepat siapkan makanan aku sudah lapar ucap Alex kepada Aldari yang sedang menatapnya nya juga.
"Baik tuan, ucap Aldari begitu pelan suara nya, tapi masih bisa di dengar oleh Alex dan satu lagi kau jangan Juba coba untuk menggoda teman teman ku nanti, ketika kau mengantarkan makanan di lantai atas, sampai hal itu terjadi siap siap saja kau menerima hukuman dari ku nanti.
Alex tersenyum devil melihat wajah Aldari tersebut. Aldari tak membalas ucapan Alex tersebut iya hanya diam mendengarkan ocehan Alex.vApa kau mengerti pelayan?
Mengerti tuan.
"Bagus, ucap Alex berlalu dari ruangan itu.
Aldari keluar dari ruangan itu iya akan menyiapkan makanan untuk sang tuan muda mansion ini. Sambil berjalan Aldari bergumam sendiri, "huh malang sekali nasibku ya tuhan cobaan apalagi yang kau berikan padaku ini, ucap Aldari dengan suara lirih nya tersebut. Bahkan air matanya tanpa permisi jatuh membasahi pipi chubby Aldari tersebut.
"lbu ayah, aku rindu. Ucap Aldari sambil berjalan menuju tangga yang akan mengantarkan nya menuju dapur mansion itu. Sambil menuju dapur Aldari melirik ke arah kanan dan kiri tampak mansion itu sepi, di dalam hati ada niat untuk melarikan diri dari mansion megah milik Alex tersebut.
Sebelum Aldari menuju dapur iya menyempatkan diri nya untuk berjalan menuju ke arah pintu mansion Alex. Niat Aldari ingin kabur malah apes ternyata pintu mansion Alex menggunakan akses sidik jari kalau mau membuka pintu mansion tersebut.
__ADS_1
Aldari tak putus asa iya tetap mencoba membuka pintu tersebut "mana tahu alam berpihak sama diriku dan pintu itu mau di buka, ucap Aldari sendiri di depan pintu masuk itu. Aldari yang lagi fokus mengotak atik pintu itu Sampai sampai iya lupa menyiapkan makanan untuk sang tuan muda tersebut. lya sampai tak sadar bahwa Alex melihat aksinya yang berusaha membuka pintu mansion itu. Dari lantas atas mansion milik nya tersebut.
"Kau, ucap Alex lantang dari lantai atas mansion nya itu.
Pasti hukuman lagi.
Mati aku.
Aldari bergumam sendiri.
bersambung
Jangan lupa tinggalkan jejak like and comen yah guys dan vote juga
Semoga suka 💞
Selamat membaca 💞
__ADS_1
Terima kasih 💞