Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan

Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan
114. Menjadi pembantu tuan muda arogan


__ADS_3

Alex yang sedang membawa tubuh mungil Aldari saat ini pun menatap sekilas ke arah Aldari yang sedang mempererat pegangan tangannya di leher Alex saat ini.


"Rupanya gadis nakal ini benar-benar belum menyerah!" batin Alex yang tahu apa yang sedang Aldari pikirkan saat ini.


Tak butuh lama, Alex pun sampai di kamar utama yang telah di siapkan oleh para pelayan mansion beberapa menit yang lalu.


Alex langsung meletakkan tubuh mungil Aldari di atas ranjang yang berukuran besar itu.


"Kau istirahat lah untuk beberapa hari di sini!" kata Alex sambil membaringkan tubuh mungil Aldari saat ini.


"Huh, rupanya diriku hanya beberapa hari saja di sini!" batin Aldari sambil melirik sekilas ke arah dimana Alex sedang melangkahkan kakinya menuju pintu kamar utama itu.


Aldari yang melihat Alex telah keluar dari dalam kamar saat ini, Aldari pun langsung mengedarkan pandangannya melihat kamar yang ditempati dirinya saat ini.


"Kamar ini benar-benar nyaman!" gumam Aldari sendirian di dalam kamar itu sambil meraba-raba tempat tidur dirinya saat ini.


Aldari yang sedang asyik memuji kamar utama milik Alex saat ini, seketika Aldari langsung terkejut ketika dirinya mengingat tentang sahabatnya Rere.


"Apa tuan Alex benar-benar menyuruh sekretaris Jastin pergi ke rumah Rere!" batin Aldari dengan wajah kuatir memikirkan sahabatnya Rere.


"Mudah-mudahan kamu dan juga keluarga kamu baik-baik saja Re!" gumam Aldari yang berusaha untuk bangkit dari ranjang itu untuk mencari sesuatu yang bisa dirinya temukan untuk menghubungi sang sahabatnya Rere.


Aldari yang masih sedikit merasakan pusing di kepalanya saat ini pun berusaha untuk mengelilingi kamar yang begitu besar yang dirinya tempati saat ini.


Aldari yang saat ini sedang mengelilingi kamar yang begitu besar untuk mencari sesuatu.


Sementara itu di ruangan lain tempatnya masih di mansion ke dua milik Alex, tampak para pelayan mansion sedang membicarakan tentang sosok gadis mungil yang dibawa oleh tuan muda nya beberapa menit yang lalu.


"Hey-hey, siapa gadis yang barusan yang di bawah oleh tuan muda tadi!" kata salah satu pelayan yang sedang menatap serius rekan kerja nya saat ini.

__ADS_1


Para pelayan mansion saat ini pun langsung berkumpul di dapur setelah mereka melihat tuan muda mereka yang membawa seorang gadis muda ke mansion kedua ini. Karena sebelumnya mereka tak pernah melihat tuan muda nya membawa seorang gadis apalagi sampai membawa ke mansion ini.


"Sepertinya gadis itu lebih muda dari tuan muda Alex!" kata salah satu pelayan yang melirik sekilas ke arah ruang tamu untuk memastikan tak ada orang yang mendengar ucapannya.


"Sepertinya iya!" kata salah satu rekan kerja pelayan itu menimpali ucapan dari temannya itu.


"Apa sebentar lagi bakalan ada suara Baby di mansion yang besar nan sunyi ini?" kata salah satu pelayan yang sedari tadi hanya diam mendengarkan gosip dari rekan kerjanya saat ini.


Seketika para pelayan yang berada di ruangan dapur itu langsung menoleh ke arah rekan kerjanya yang telah mengucapkan kata-kata baby beberapa detik yang lalu.


"Dari mana kau tahu!" kata pelayan yang sedang menatap serius ke arah dimana rekan kerjanya duduk saat ini.


"Aku hanya menebak-nebak saja?" jawab rekan kerjanya dengan santainya.


"Huhu...huhu...huhu


Ehem...ehem...ehem


Para pelayan yang sedang menyoraki rekan kerjanya saat ini langsung terkejut mendengar deheman dari tuan muda nya yang sedang berdiri tak jauh dari meja yang ada di dapur saat ini.


Para pelayan yang mendapatkan tatapan tanpa ekspresi dari tuan muda nya saat ini pun merasakan bulu kuduk nya berdiri.


Alex menatap satu persatu wajah para pelayan mansion miliknya yang telah menggosipkan dirinya dengan Aldari saat ini.


"Kalian siapkan bubur hangat untuk gadis itu!" kata Alex menyuruh para pelayan mansion miliknya yang sedang menatap dirinya saat ini.


Para pelayan yang mendengar perintah dari sang tuan muda nya saat ini pun langsung menjawab dengan serempak perintah dari tuan muda nya.


"Baik tuan!" kata para pelayan dengan serempak.

__ADS_1


Selesai Alex menyuruh para pelayan mansion miliknya untuk menyiapkan bubur hangat untuk Aldari, Alex langsung melangkahkan kakinya menuju ke lantai atas di mana Aldari berada saat ini.


Tap...tap...tap


Terdengar langkah kaki Alex menuju ke arah anak tangga utama mansion miliknya berada.


Setelah Alex meninggalkan ruangan dapur, tampak wajah para pelayan langsung menarik nafas dalam-dalam karena mereka tak mendapatkan amukan dari sang tuan muda mereka tadi.


"huh, untung saja kita tak mendapatkan amukan dari tuan muda Alex tadi!" kata salah satu pelayan yang sedang menatap teman-temannya saat ini yang sedang bernafas dengan tak stabil.


"lya, benar sekali!" kata pelayan yang menimpali ucapan dari temannya.


"Apa yang kita tunggu lagi, cepatlah kita kerjakan yang di perintahkan oleh tuan muda Alex tadi dari pada nanti kita di pecat!" kata pelayan yang sedang melirik ke arah anak tangga saat ini.


"Ayo kerja lagi!" kata para pelayan dengan kompak.


Alek yang sedang menaiki tangga menuju ke lantai atas pun mengingatkan ucapan para pelayan mansion miliknya yang mengatakan dirinya akan punya baby bersama dengan Aldari.


"Yang benar saja diriku punya baby bersama dengan gadis lemot itu!" batin Alex sambil menggelengkan kepalanya karena dirinya mengingat ucapan pelayan tadi.


Tanpa mengetuk pintu, Alex langsung membuka pintu kamar yang saat ini Aldari tempati.


Ceklek


Alex langsung masuk ke dalam kamar utama setelah dirinya membuka pintu kamar itu tanpa mengetuk pintu kamar itu terlebih dahulu.


"Kau"


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2