Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan

Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan
108. Menjadi pembantu tuan muda arogan


__ADS_3

Alex yang melihat Aldari sedang kesakitan lantaran terjatuh dari atas meja yang lumayan tinggi pun langsung tersenyum lebar melihat Aldari yang tak berdaya untuk bangkit dari duduknya saat ini.


Sesampainya Alex di depan Aldari, Alex langsung berjongkok di hadapan Aldari yang sedang menundukkan kepalanya lantaran Aldari tak berani menatap wajah Alex saat ini yang sedang menatap dirinya dengan tatapan tajam.


"Kau memang benar-benar gadis nakal yang sangat-sangat pembangkang!" ujar Alex dengan menekankan setiap kata-katanya yang diucapkannya tepat di hadapan Aldari yang sedang menundukkan kepalanya.


Alex yang tidak mendapatkan respon dari Aldari apa yang dirinya diucapkannya terhadap Aldari yang hanya diam saja, seketika Alex langsung menoleh ke arah dimana kaki Aldari yang mengeluarkan darah yang lumayan banyak.


Alex yang jengkel karena Aldari berani tak menjawab apa yang dirinya tanyakan saat ini, seketika Alex langsung menyeringai devil melihat luka goresan pada kaki Aldari.


Cet...cet


Dua kali Alex menekan luka goresan pada kaki Aldari dengan lumayan keras sehingga membuat Aldari menjerit dengan suara begitu lantang.


"Aaaarrgghh...t-tuan tolong lepaskan!!!" jerit Aldari membuat telinga Alex terasa pegang.


Aldari mencoba melepaskan tangan Alex yang masih saja menekan luka goresan kakinya saat ini yang sangat terasa perih.


"Tuan, kumohon lepaskan tangan anda dari kaki saya!" tangis Aldari yang mencoba melepaskan tangan Alex yang masih saja menekan luka goresan pada kaki Aldari.


Alex yang melihat Aldari kesaksian karena ulah dirinya pun langsung menghentikan aksinya menekan luka goresan pada kaki Aldari.


"Apa kau mau mencobanya lagi!" tanya Alex pada Aldari yang sedang menangis dengan cegukan.


Aldari langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat mendengar ucapan dari Alex saat ini.


Hiks...hiks...hiks

__ADS_1


Tangis Aldari cegukan sambil mengelus kakinya yang ditekan oleh Alex tadi.


"Hidup ku memang benar-benar tidak bisa tenang!" batin Aldari sambil mengelap air mata nya yang saat ini masih saja keluar.


Aldari yang sedang melamun memikirkan akan nasibnya saat ini pun langsung terkejut lantaran dirinya langsung di seret paksa oleh Alex untuk menuju ke arah ranjang miliknya.


"T-tuan, ujar Aldari dengan terkejut lantaran dirinya di paksa berdiri.


"Kau sebaiknya tidak perlu banyak bicara!" ujar Alex dengan suara dingin nya.


Aldari yang mendengar suara dingin dari Alex seketika dirinya langsung terdiam karena tak berani mengeluarkan satu kata pun lagi saat ini.


Sampai di ranjang milik Aldari, Alex langsung mendorong tubuh mungil Aldari sehingga membuat Aldari terkejut mendapatkan dorongan mendadak dari Alex.


Aldari yang melihat Alex menaiki ranjang miliknya saat ini pun langsung berusaha untuk bangkit dari ranjang miliknya untuk mencoba melepaskan dirinya dari Alex.


"Ternyata gadis nakal ini benar-benar belum menyerah untuk kabur!" bentak Alex langsung menarik pinggang ramping milik Aldari dengan paksa.


"Tuan, tolong lepaskan saya!" ujar Aldari terus saja berontak dari dekapan Alex saat ini dengan paksa memeluk dirinya.


Alex yang kesal lantaran Aldari terus saja berontak dari dekapan dirinya, Alex langsung membungkam bibir mungil Aldari sehingga membuat Aldari tak bisa bergerak ketika dirinya mendapatkan serangan mendadak dari Alex.


"Eeerrmm!" jerit Aldari tertahan sambil memukul-mukul dada bidang Alex yang saat ini sedang mencium bibir mungil milik Aldari.


Alex yang merasa Aldari mulai tak bernafas dengan baik, Alex langsung melepaskan ciumannya dengan Aldari.


Tampak wajah Aldari saat ini sudah merah lantaran akibat ciuman dari Alex beberapa detik tadi.

__ADS_1


"Apa kau ingin mencobanya yang lebih dari ini!" ujar Alex dengan tersenyum devil melihat wajah Aldari yang saat ini tak berkedip melihat dirinya.


"Sebaiknya kita pindah saja dari sini!" ujar Alex sambil bangkit dari ranjang milik Aldari.


Alex langsung meraih tangan mungil Aldari untuk ikut bangkit dari atas ranjang milik Aldari yang terasa seperti kayu bagi Alex.


"Tuan, Hentikan saya tidak mau ikut bersama dengan anda!" teriak Aldari sambil memukul-mukul tangan Alex yang sedang memegang tangannya saat ini.


Alex yang mendengar ucapan dari Aldari pun langsung menoleh ke arah dimana Aldari sedang menatap dirinya dengan sangat tajam.


"Apa diriku memberikan pilihan terhadap dirimu?" tanya Alex dengan suara yang begitu dingin.


Aldari yang mendengar suara dingin dari Alex seketika dirinya langsung menundukkan kepalanya karena dirinya tak berani menatap wajah Alex saat ini.


Alex kembali menarik paksa tangan mungil Aldari sehingga membuat Aldari dengan terpaksa harus melakukan hal yang tak pernah dirinya lakukan sebelumnya.


"Tuan, saya mohon biarkan saya tinggal di sini. Saya akan melumasi hutang-hutang saya pada anda!" mohon Aldari menyentuh kaki Alex saat ini.


"Kau tidak perlu memohon seperti itu!" ujar Alex sambil meraih dagu runcing milik Aldari saat ini.


"Kau cukup ikut bersama dengan diriku!" ujar Alex sambil meraih tangan mungil Aldari.


Aldari langsung menepis tangan Alex yang ingin membawa dirinya pergi dari rumah kontrakan nya.


Kau...


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2