Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan

Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan
110. Menjadi pembantu tuan muda arogan


__ADS_3

Alex yang mendengar pertanyaan dari Aldari saat ini pun langsung tersenyum begitu manis melihat ke arah dimana Aldari yang masih saja terduduk di bebatuan kerikil di halaman rumah kontrakannya.


Aldari yang melihat senyuman manis yang Alex berikan kepada dirinya pun merasa sangat dongkol melihat senyum Alex saat ini untuk dirinya.


"Dia benar-benar tidak punya hati?" batin Aldari sambil menatap wajah Alex yang sedang menatap dirinya dengan tatapan tajam.


Aldari yang sedang melamun sambil menatap tajam ke arah dimana Alex yang sedang menatap dirinya dengan intens saat ini.


Seketika Aldari langsung terkejut dari lamunannya karena mendengar ucapan dari Alex.


"Jika kau tidak ingin masuk ke dalam mobil ikut bersama dengan diriku, kau tunggu saja kabar dari keluarga yang bernama Rere itu!" ancam Alex yang sedang menatap wajah Aldari yang sedang duduk di atas bebatuan kerikil.


Aldari yang mendengar ucapan dari Alex, seketika dirinya langsung mengubah ekspresi wajahnya dengan tatapan matanya melihat ke arah dimana Alex sedang menatap dirinya saat ini.


Aldari yang tidak mau sang sahabatnya Rere mendapatkan masalah yang sama dengan dirinya, Aldari pun langsung bangkit dari duduknya dan langsung membuka pintu mobil milik Alex yang tak jauh dari tempat dirinya terduduk tadi.


"Huh, hidup ku benar-benar menyedihkan sekali!" batin Aldari yang sangat berat sekali hatinya untuk membuka pintu mobil milik Alex yang berada di samping tubuhnya.


Alex yang melihat Aldari yang bergerak dari duduknya untuk masuk ke dalam mobil miliknya saat ini pun langsung tersenyum lebar lantaran dirinya berhasil mengancam Aldari yang membawa-bawa nama sang sahabatnya.

__ADS_1


Alex yang melihat Aldari sudah masuk ke dalam mobilnya, Alex pun langsung merogoh saku celana nya untuk menghubungi sang sekretaris Jastin.


Drrtt...drrtt...drrtt


Jastin yang sedang memperhatikan CEO nya dari jarak yang lumayan jauh, sehingga dirinya langsung terkejut mendengar deringan handphone miliknya yang saat ini sedang bergetar di dalam saku celana miliknya.


Jastin langsung mengambil handphone miliknya dan langsung menggeser layar hijau di handphone miliknya untuk mengangkat panggilan dari CEO nya saat ini.


"Halo tuan!" jawab Jastin sambil mengedarkan pandangannya melihat ke arah dimana Alex yang sedang berdiri di depan mobil miliknya.


"Jastin, kau segera pulang!" perintah Alex kepada sang sekretaris Jastin yang masih saja setia mengawasi perumahan kontrakan Aldari saat ini.


Tut...tut...tut


"Huh, benar-benar tidak bisa berubah!" kesal Jastin melihat layar handphone miliknya yang sudah mati.


Jastin yang sudah diperintahkan oleh CEO nya untuk pulang, Jastin pun langsung menyimpan handphone miliknya dan langsung menekan pedal gas mobil nya menuju ke apartemen miliknya untuk melanjutkan istirahatnya.


Selesai Alex menelepon sang sekretaris Jastin untuk menyuruh pulang, Alex pun langsung berbalik badan untuk melihat Aldari yang sedang duduk di dalam mobil miliknya saat ini sambil melihat dirinya ke arah luar.

__ADS_1


"Untuk saat ini biarlah diriku harus banyak diam dan menuruti saja perintah dari dirinya agar Rere dan keluarga enggak kenapa-kenapa!" batin Aldari sambil menatap tajam ke arah dimana Alex yang sedang membuka pintu mobil saat ini.


Alex yang ingin duduk di kursi pengemudi, seketika dirinya langsung beradu tatap dengan Aldari yang sedang menatap dirinya dengan tatapan tajam.


"Kau..."! ujar Alex dengan kesal lantaran dirinya tidak suka melihat Aldari yang menatap dirinya seperti saat ini.


"Huh, gadis ini benar-benar menyebalkan!" gumam Alex dengan suara yang lumayan besar sehingga membuat Aldari dengan jelas mendengarkan ucapan dari Alex


"Sekali lagi diriku melihat kau menatap diriku seperti itu, jangan salahkan diriku sampai membuat dirimu menyesal nantinya. Ujar Alex dengan suara dingin miliknya.


Aldari yang mendengar ucapan dari Alex, seketika dirinya langsung sadar dan langsung membuang muka ke arah luar jendela kerena dirinya tak mau berurusan dengan Alex.


"Dasar gadis pembangkang!" ujar Alex dengan ketus menatap Aldari yang sudah membuang muka terhadap dirinya.


"Kau tunggu saja!" batin Alex yang melihat Aldari saat ini sedang menatap ke arah luar jendela.


"Sabar Alex...sabar!" batin Alex sambil menghidupkan mesin mobilnya untuk menuju ke mansion milik.


Aku terlambat...

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2