
"Pantas dirinya tak ingin bersenang-senang bersama kita, ujar Rey menyindir Alex tanpa mengalihkan pandangan nya dari Aldari. Aldari yang melihat Alex kedatangan teman-teman di ruangan kerja nya hanya berdiam diri di hadapannya mereka, karena Aldari tak mau membuat masalah bisa-bisa dirinya bisa mendapatkan hukuman dari Alex nantinya.
Untuk mencari aman lebih baik Aldari diam di tempat, karena jika dirinya menatap wajah teman-teman dari Alex yang tak kalah tampan itu. Aldari bisa pastikan dirinya dalam bahaya dari seorang Alex yang begitu arogan terhadap Aldari tersebut.
Rey yang melihat Aldari hanya diam yang tak jauh dari mereka pun langsung melangkah kan kakinya menuju di mana Aldari berdiri. "Mati lah aku kenapa dia menghampiri diriku bisa-bisa aku di serang oleh manusia arogan itu nanti, gumam Aldari dalam hati nya yang bisa pasrah dirinya di hampiri oleh salah satu teman dari Alex tersebut.
Aldari melirik sekilas ke arah dimana Alex sedang duduk menatap dirinya dengan tatapan tajam. " habis lah aku oleh nya nanti, gumam Aldari dalam hati nya.
"Hey gadis manis. Kau sedang apa di Office Alex ini?" tanya Rey pada Aldari yang hanya menundukkan kepalanya saja. "Kau kenapa hanya menundukkan kepalanya saja?" tanya Rey beruntun pada Aldari yang hanya diam saja dan tak menjawab pertanyaan dari Rey tersebut.
Rey pun melirik sekilas ke arah dimana Alex sedang duduk menatap dirinya yang sedang di hadapan Aldari tersebut. Rey tahu kenapa gadis di hadapannya ini hanya menundukkan kepalanya saja dan tak menjawab pertanyaan dari tersebut.
"Kau tidak perlu takut padanya, kalau manusia arogan itu macam-macam pada dirimu, kau bilang saja padaku. Ujar Rey tanpak tersenyum mengejek di mana Alex sedang duduk menatap dirinya dengan kesal.
__ADS_1
Aldari yang mendengar ucapan dari teman Alex tersebut, Aldari langsung menatap wajah teman Alex tersebut yang tak lain adalah Rey, iya, di antara teman-teman Alex. Rey lah yang paling sering menganggu Aldari sehingga membuat Aldari nyaman bila bicara dengan Rey tersebut, walaupun Aldari hanya bicara yang seperlunya saja bersama Rey tersebut.
"Owh lihat lah gadis ini langsung mengangkat wajahnya, setelah aku bilang nggak usah takut padanya, ujar Rey dengan suara keras sambil tersenyum lebar melihat di mana Alex sedang duduk. Sehingga membuat Alex mendengus kesal melihat tingkah Rey tersebut.
Aldari yang mendengar ucapan dari Rey, Aldari langsung menoleh ke arah dimana Alex sedang duduk menatap dirinya dengan tatapan membunuh nya tersebut.
"Huh, apa nasibku akan seperti ini selamanya. Ujar Aldari yang memikirkan nasibnya yang tak seberuntung orang-orang di luar sana yang memiliki keluarga yang utuh.
Aldari langsung terkejut dari lamunannya karena Rey menepuk pundak Aldari dengan gemas. "Hey kau kenapa melamun saja?" tanya Rey pada Aldari yang hanya diam saja jika di tanya oleh Rey tersebut.
Tok
Tok
__ADS_1
"Masuk, jawab Alex dari dalam ruangan kerja nya tersebut. Setelah Alex memberikan izin kepada orang yang telah mengetuk pintu ruangan kerja nya.
Terdengar handle pintu ruangan kerja Alex terbuka, tampak sang sekretaris Jastin masuk ke ruangan Alex.
"Tuan sepuluh menit lagi meeting akan segera di mulai, beritahu Jastin pada sang CEO nya tersebut.
"Kau pergi lah terlebih dahulu ke ruangan meeting, sebentar lagi diriku akan segera ke sana, ujar Alex memberitahu pada sang sekretaris Jastin.
Jastin yang mendengar perintah dari sang CEO nya pun langsung menganggukan kepalanya. kalau begitu saya permisi tuan, ujar Jastin pada sang CEO nya tersebut. Dan Jastin pun tak lupa pamit pada teman-teman Alex tersebut, permisi tuan-tuan pamit Jastin langsung melangkah kan kakinya menuju di mana pintu ruangan kerja Alex tersebut.
"Dan kau, kenapa kau hanya berdiam di sana, ujar Alex dengan tatapan tajam di mana Aldari sedang berdiri dengan tatapan matanya yang sayu.
Aldari yang mendengar ucapan dari Alex, seketika Aldari langsung menoleh di mana Alex sedang duduk menatap dirinya dengan tatapan membunuh nya tersebut.
__ADS_1
Bersambung