
Seketika Aldari muncul tampak mata Alex tak berkedip seketika melihat penampilan sang pelayan Restoran tersebut.
Tuan
Tiga kali sang pelayan mansion memanggil Alex, tak ada sahutan dari tuannya.
Ke empat kali baru lah Alex sadar.
Ketika kepala pelayan mansion tersebut memanggil nya lumayan keras, karena tak ada tanda-tanda sang tuan mendengar suara nya tersebut.
Sehingga Alex sadar dari lamunannya.
Iyah, gagap Alex berucap.
Setelah sadar dari lamunannya yang tampa berkedip melihat penampilan sang mantan pelayan Restoran tersebut.
"Hmm ternyata dia lumayan juga, apalagi bibir nya yang merah delima itu, aku rasa nya ingin merasakan bibir merah delima itu. Dan mencicipinya sedikit ucap Alex dengan dirinya sendiri, yang melihat tubuh indah Aldari tersebut.
Alex bergumam sendiri yang tak bisa di dengar oleh dua manusia yang ada di dalam ruangan kerja nya tersebut.
Kepala pelayan mansion yang melihat tingkah sang tuan muda nya tersebut hanya tersenyum tipis bahkan nyaris tak terlihat senyum sang pelayan mansion tersebut.
'Hm sebentar lagi akan ada yang klepek klepek, gumam sang kepala pelayan mansion tersebut. Yang melihat tuan nya tak mengalihkan pandangannya terhadap Aldari tersebut.
Tuan muda
Hmm
Alex hanya berdehem untuk membalas ucapan sang kepala pelayan mansion tersebut.
Saya dan para pelayan mansion akan segera pergi ke mansion ke dua, dan keperluan tuan muda telah kami siapkan di lantai lima.
Baiklah
Kalian boleh pergi.
Setelah kepergian kepada pelayan mansion utama pergi. Aldari mulai was was, lya takut di tinggalkan sendiri oleh kepala pelayan mansion di ruangan kerja Alex.
Aldari dan alex
Beberapa menit di ruangan kerja Alex, hanya ada keheningan yang melanda pikiran mereka berdua, setelah ke kepergian kelapa pelayan mansion utama tersebut. Alex hanya sesekali melirik ke arah Aldari dengan ekor matanya, sehingga membuat Alex berdehem lumayan keras membuat Aldari pun melihat ke arah sang tuan muda tersebut.
Aldari yang melihat sang tuan muda Alex beranjak dari kursi kerjanya pun menjadi takut, takut akan di bunuh oleh sang tuan muda tersebut. Mengingat di ruangan itu hanya ada diri nya dan tuan muda Alex.
__ADS_1
Apa dia akan membunuh ku?
Gumam Aldari dalam hatinya.
Aldari yang melihat sang tuan muda Alex jalan menuju ke arahnya, tampak wajah Aldari berubah menjadi pucat dan keringat dingin Aldari mulai keluar, walau ruangan itu AC nya menyala.
Bagaimana tidak takut, Aldari yang jarang bicara sama kaki laki. Membuat dirinya was was terhadap laki laki, karena iya berdua di dalam ruangan kerja nya tuan muda Alex tersebut.
Alex yang melihat wajah Aldari takut terhadap dirinya, iya pun tersenyum tipis.
Aku akan mengerjainya gumam Alex.
Alex pun mulai mendekati Aldari, tampak muka Aldari begitu panik yang melihat Alex mendekati diri nya tersebut.
T-tuan mau apa?
Gugup Aldari yang bicara dengan sang tuan muda Alex tersebut. Dirinya takut kalau Alex sampai macam macam terhadap diri nya.
Aldari tidak ingin terjadi apa apa terhadap dirinya, mengingat iya masih ingin mencapai tujuan nya.
Menurut kau aku mau apa?
Alek tersenyum devil, melihat wajah Aldari tersebut.
Aku tidak ada nafsu melihat kau yang seperti, kau pikir aku nafsu melihat diri mu yang berpakaian seperti ini. Kau tak ada menarik sama sekali, semua nya datar, tak ada menarik sama sekali yang ada di dalam diri kau itu.
Alex tersenyum devil.
Melihat muka kesal dari Aldari terhadap dirinya.
Bohong.
Jika Alex tidak ada nafsu terhadap Aldari, nyatanya Alex ingin sekali merasakan bibir merah delima milik Aldari yang begitu menggoda nya.
Hmm, rasanya aku ingin sekali melahap bibir merah merona yang begitu menggoda.
Gumam Alek.
Yang tak sama sekali bisa di dengar oleh Aldari.
Aldari yang mendengar ucapan Alex terhadap dirinya yang tak ada menarik sama sekali, iya pun menjadi lega. Setidaknya dirinya aman terhadap tuan muda Alex tersebut.
Alex yang melihat Aldari hanya diam mematung di depan mejanya, seketika Alex langsung memutari tubuh mungil Aldari tersebut.
__ADS_1
Dan kau pelayan.
Seketika Aldari terkejut mendengar suara datar Alek tersebut. Aldari pun menoleh ke wajah sang tuan muda Alex tersebut.
Mulai hari ini dan seterusnya kau akan mencicil hutang kau terhadap diri ku, yang kau lakukan beberapa hari sebelum nya.
Apa pa kau mengerti?
Iyah t-tuan, terdengar suara lirih Aldari bicara.
bagus ucap Alex.
Mulai malam ini, kau akan menyiapkan apa yang aku butuhkan, karena di mansion ini akan ada pesta. Semua teman teman ku akan datang ke sini, dan kau jangan coba coba menggoda mereka.
Dan kau jangan coba coba untuk melarikan diri dari mansion ini.
Apa kau mengerti?
Iyah tuan.
Apa dia bilang? menggoda, sejak kapan aku jadi wanita penggoda,
Gumam Aldari.
Selesai Alex memberi perintah dan peringatan kepada Aldari.
Alex pun melangkahkan kakinya menuju ke tempat kursi kebesarannya.
Ketika Alex ingin duduk.
Terdengar suara pintu ruangan kerja nya di buka paksa oleh seseorang.
Brak
Alex maupun Aldari, terkejut mendengar suara pintu tersebut.
Hey kau.
bersambung
Jangan lupa tinggalkan jejak like and comen yah guys dan vote juga
Semoga suka 💞
__ADS_1
Selamat membaca 💞
Terima kasih 💞