Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan

Menjadi Pembantu Tuan Muda Arogan
107. Menjadi pembantu tuan muda arogan


__ADS_3

Aldari dengan badan yang bergetar hebat, Aldari berusaha bangkit dari duduknya dari lantai untuk menuju ke arah jendela kamar miliknya untuk mencoba kabur dari rumah kontrakan nya yang saat ini sedang kedatangan tamu yang tidak di undang oleh dirinya.


Aldari berusaha untuk mendorong meja yang ada di dalam kamar nya saat ini untuk memanjat jendela kamar miliknya yang lumayan tinggi bagi Aldari jika ingin keluar dari jendela itu.


Aldari yang berusaha untuk memanjat jendela kamar miliknya untuk mencoba keluar dari dalam kamar miliknya saat ini pun tak menyadari jika dirinya saat ini sedang diperhatikan oleh sang sekretaris Jastin yang sedang memantau pekarangan rumah kontrakan nya saat ini.


"Gadis itu benar-benar nekat untuk melarikan diri dari tuan Alex!" gumam Jastin sambil mengambil handphone miliknya di dalam saku celana untuk mengambil fhoto Aldari yang berusaha keras untuk keluar dari kamar pribadi miliknya saat ini.


"Mudah-mudahan saja dirimu tidak di makan oleh tuan Alex malam ini, nona!" gumam Jastin dengan menggelengkan kepalanya melihat fose Aldari saat ini yang sedang berusaha untuk memanjat jendela itu.


Aldari begitu berusaha untuk memanjat jendela kamar miliknya sampai-sampai dirinya menahan Isak tangisnya lantaran dirinya takut ketahuan oleh Alex jika dirinya melarikan diri dari rumah kontrakan nya.


Aldari yang berusaha untuk mengulurkan kakinya ke arah luar jendela pun tak menyadari jika sang sekretaris Jastin sedang mengambil fhoto dirinya yang sedang berusaha keras untuk memanjat jendela itu.


Crek...crek...crek


Terdengar suara kamera handphone milik sang sekretaris Jastin yang mengambil fhoto Aldari yang berusaha untuk memanjat jendela kamar miliknya.


Selesai Jastin mengambil fhoto Aldari, Jastin langsung mengirimkan fhoto hasil jepretan kamera dirinya pada CEO nya yang sedang menunggu Aldari untuk ke luar dari dalam kamar pribadi miliknya.


Drrtt...drrtt...drrtt


Alex yang sedang fokus menatap sekeliling rumah kontrakan Aldari seketika dirinya terkejut mendengar getaran handphone miliknya di dalam saku celana milik nya.


"Ck, siapa yang berani mengirim messenger pada ku!" gerutu Alex sambil melihat layar handphone miliknya untuk melihat siapa yang telah berani mengganggu dirinya saat ini.


Karena Alex sudah menegaskan bahwa dirinya tak mau di ganggu untuk beberapa jam kedepannya.


Alex membulatkan matanya ketika dirinya melihat layar handphone miliknya yang dikirim oleh sang sekretaris Jastin kepada dirinya saat ini.


"Berani-beraninya dia mengambil fhoto gadis nakal itu dengan fose seperti ini!" gerutu Alex langsung menghubungi sang sekretaris Jastin.

__ADS_1


Drrtt... drrtt... drrtt


Tak butuh lama, panggilan Alex langsung dijawab oleh sang sekretaris Jastin.


"Halo tuan!" jawab Jastin ketika menerima panggilan telepon dari CEO nya.


"Jastin!!!" teriak Alex dengan suara menggema di dalam rumah kontrakan Aldari yang sedang tertutup rapat itu.


Jastin yang mendengar suara lengkingan dari CEO nya pun langsung menjauhkan Handphone milik nya dari telinga nya saat ini.


Telinga Jastin langsung berdengung setelah mendapat teriakkan dari Alex


Lain halnya yang terjadi di dalam kamar pribadi milik Aldari saat ini.


"Gedebug"


Terdengar suara jatuh yang lumayan keras di dalam kamar Aldari saat ini.


Aldari yang mendengar suara lengkingan dari Alex pun langsung terkejut karena suara itu benar-benar mengejutkan dirinya yang sedang berusaha untuk memanjat jendela kamar miliknya.


"Huh, diriku benar-benar malang sekali!" batin Aldari sambil mengelus kakinya yang sedikit tergores terkena tajamnya sudut meja itu.


Aldari yang ingin bangkit dari duduknya karena dirinya terjatuh dari atas meja seketika Aldari langsung terkejut mendengar suara Alex yang sedang menghubungi sang sekretaris Jastin.


"Jastin, berani-beraninya kau mengambil fhoto gadis nakal itu dengan fose seperti itu!" teriak Alex melalui sambungan telepon dengan sang sekretaris Jastin saat ini.


Jastin yang mendengar ucapan dari CEO nya pun langsung menelan ludah dengan susah payah lantaran dirinya lupa mengeditnya sebelum fhoto itu dikirim kepada CEO nya tadi.


"Jastin!!!" teriak Alex yang tak mendapatkan jawaban dari sang sekretaris Jastin.


"l-iya tuan!" jawab Jastin dengan suara gugup lantaran dirinya tak bisa berfikir karena saking paniknya.

__ADS_1


"T-tadi saya hanya ingin mem--" belum sempat Jastin melanjutkan ucapannya, seketika sambungan telepon dari CEO nya pun langsung terputus sepihak oleh Alex.


Tut...tut...tut


Jastin yang melihat layar handphone miliknya yang saat ini sudah mati pun langsung mendengus kesal.


"Huh, habislah diriku kena amukan dari laki-laki arogan itu nanti!" batin Jastin sambil mengedarkan pandangannya melihat ke arah jendela kamar Aldari.


"Hm, rupanya gadis itu juga terkejut mendengar suara lengkingan dari tuan Alex!" gumam Jastin sambil melihat ke arah jendela kamar Aldari saat ini.


"Diriku saja yang di sini terkejut, apalagi gadis itu yang satu atap dengan laki-laki arogan itu!" batin Jastin sambil berjalan menuju ke arah mobil nya yang tak jauh dari tempat itu.


Selesai Alex menghubungi sang sekretaris, dengan langkah panjang Alex langsung mendekati kamar Aldari.


Brakkk


Terdengar suara pintu terbuka lebar karena Alex menendang pintu kamar Aldari dengan sangat keras.


Aldari yang mendengar suara pintu yang di tendang dengan kuat pun langsung menoleh ke arah pintu kamar miliknya.


"T-tuan!" ujar Aldari dengan suara bergetar hebat lantaran dirinya belum sempat keluar dari dalam kamarnya.


Alex yang melihat Aldari terduduk di lantai itu pun langsung menyeringai lebar lantaran Aldari tak bisa memanjat jendela kamar itu.


"Kau!" ujar Alex mendekati Aldari yang sedang duduk di lantai yang dingin itu.


"T-tuan a-apa yang anda lakukan!"


Bersambung


Selamat hari raya idul Adha 1443 H 2022

__ADS_1


Minal aidzin wal Faizin


Mohon maaf lahir dan Batin 🙏


__ADS_2