My Bastard Brother

My Bastard Brother
Episode 9


__ADS_3

Happy Reading :)


^^^


Selama mengelilingi tempat Bazar tersebut, terlihat Zeno yang selalu merangkul Veronica dengan posesif dan itu tak terlepas dari pandangan Ana.


" Apa kak Zeno menyukai kak Vero? " Tanya Ana dengan batin bertanya-tanya.


" Kak tunggu sebentar ya gua mau beli buku. " Ujar Olivia kepada Hans di sampingnya.


Hans hanya menganggukkan kepalanya dan menyuruh yang lain berhenti tepat di tempat buku tersebut.


" Kenapa? " Tanya Derel dengan menatap Hans yang menyuruhnya dan yang lainnya berhenti.


" Tuhh. " Hans hanya menunjuk ke arah gadis yang tadi menyuruhnya untuk menunggu.


" Lama, lo aja yang nungguin biar yang lain sama gua. " Ujar Derel yang tak ingin menunggu Olivia.


" Sana. " Usir Hans yang langsung memasuki toko buku tersebut menyusul Olivia.


Sedangkan Derel dan yang lainnya kembali melanjutkan berkelilingnya dan satu persatu pergi menuju toko yang mereka inginkan dan hanya tersisa Derel, Cecilia dan juga Ana.

__ADS_1


Tadi Zeno bersama dengan Veronica mereka pergi ke toko yang menjual pakaian pria karena Veronica ingin membelikan kado untuk seseorang yang mereka semua tak tau.


" Lo mau kemana, An? " Ujar Cecilia yang melihat Ana pergi ke sebelah kiri.


" Beli makanan. " Ujar Ana singkat dan langsung memasuki toko makanan ringan tersebut.


" Tungguin temen gua kak. " Ujar Cecilia yang menyuruh Derel berhenti dan menunggu sahabatnya Ana.


" Kita duluan aja. " Ujar Derel yang paling malas jika di suruh menunggu orang yang sedang berbelanja.


" Gak, sahabat gua gak tau jalan. Entar kalau di tinggal dia nyasar. " Ujar Cecilia dengan menarik tangan Derel menuju toko makanan yang di masuki Ana.


Derel yang di tarik gadis cantik nan cerewet itu hanya bisa pasrah mengikuti dan menunggu sahabat gadis itu selesai berbelanja.


Di posisi Zeno kini dia sedang duduk sambil memandang Veronica yang sedang mencari-cari kemeja laki-laki.


" Zen, menurut lo ini bagus gak? " Ujar Veronica dengan menunjukkan kemeja yang di pilihnya tadi.


" Hmm. " Zeno mengangguk mengiyakan karena menurutnya kemeja hitam polos yang di pilih sahabatnya itu sekaligus gadis yang di cintainya sangat bagus.


" Oke dehh, kalau gitu gua beli ini aja. Mba saya beli yang ini aja. " Ujar Veronica dengan memberikan kemeja yang di pilihnya ke penjual.

__ADS_1


" Baik kak, silahkan di tunggu. " Penjual yang seumuran dengan Siska itu langsung membungkuskannya.


Veronica sambil menunggu kakak cantik itu selesai membungkuskan pesanannya, dia duduk di samping Zeno dan memainkan ponselnya.


" Ver, itu lo beli begituan buat siapa? " Ujar Zeno yang kepo.


" Ohh, buat calon tunangan gua. " Zeno yang mendengarnya membelalakkan matanya terkejut.


" Hahaha, pasti lo bercanda kan? Mana ada yang mau sama gadis bar-bar kaya lo. " Ujar Zeno dengan tertawa ngakak dan mencoba menanggapi perkataan Veronica dengan bercandaan.


" Apa sih lo, gua beneran. Gua di jodohin sama bokap, nyokap gua dan dua hari lagi gua tunangan. " Ujar Veronica dengan memukul bahu Zeno.


" Lo serius? " Ujar Zeno dengan tatapan datarnya.


" Hmm, besok tunggu aja undangannya. " Ujar Veronica yang langsung bangkit dari duduknya saat melihat penjual tadi menghampiri.


" Ini kak, terimakasih. " Ujar penjual tersebut dengan menerima uang selembar berwarna merah.


" Nee. " Veronica tersenyum dan menghampiri Zeno lagi.


" Ayo Zen, balik. " Ujar Veronica dengan berjalan duluan dan diikuti Zeno di belakangnya yang sedang menatapnya dengan tatapan sendu.

__ADS_1


~Bersambung~


Jangan lupa likenya ya😘


__ADS_2