My Bastard Brother

My Bastard Brother
Episode 32


__ADS_3

Happy Reading :)


^^^


Malam harinya. Ana yang baru pulang sehabis bertemu dengan sahabat-sahabatnya tidak menyadari bahwa sang kakak sedang menunggunya di dalam kamar pribadinya.


" Selamat malam nona. " Ujar Bi Lona dengan membungkuk saat melihat kepulangan nona mudanya.


" Iyaa bi, Ana ke kamar dulu ya bi. " Ujar Ana dengan tersenyum.


" Iya nona. " Ujar Bi Lona dengan mengangguk tersenyum.


Ana langsung menaiki anak tangga menuju kamar pribadinya dan saat sudah masuk kedalam kamarnya, dia belum menyadari bahwa kakaknya sedang duduk di sofa kamarnya karena keadaan kamar Ana sangat gelap.


Klekk ...


Ana menyalakan lampu kamarnya setelah menutup kembali pintu kamarnya dan saat dia ingin merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Dirinya terkejut melihat kehadiran kakaknya yang sedang duduk menyilangkan kakinya dengan menatap tajam ke arahnya.


" Bagus, jam segini baru pulang. Dapat berapa kau di bar, hmm? " Ujar Zeno dengan menatap adiknya itu dengan tajam.

__ADS_1


" Apa maksud kakak? " Ujar Ana yang masih belum mengerti.


" Ckk, jangan pura-pura polos. Dasar murahan. " Ujar Zeno yange membuat Ana mengepalkan tangannya saat tau arah pembicaraan kakaknya itu.


" KELUAR!!! " Teriak Ana dengan menatap tajam ke arah kakaknya itu.


" Kau mengusir ku, hm? " Zeno langsung bangkit dan berjalan mendekati adiknya yang masih berdiri di depan pintu.


Ana yang melihat kakaknya berjalan mendekat ke arahnya, mencoba untuk membuka pintu kamarnya yang sudah dia kunci itu dan saat dia ingin keluar. Zeno sudah lebih dulu menahannya dan Zeno pun kembali menutup pintunya tidak lupa menguncinya.


" Berikan kuncinya! " Ujar Ana yang merebut kunci kamarnya yang di pegang oleh Zeno.


" Kau mau ini, hmm? Ambil. " Ujar Zeno yang langsung membuang kunci kamar Ana ke sembarangan arah.


" Kenapa? Mau marah? " Ujar Zeno dengan smriknya.


" Dari pada kau marah-marah, lebih baik kita bermain sayang... " Ujar Zeno dengan mengelus lembut wajah Ana.


" Ck, menjijikkan!!! " Bentak Ana dengan meludahi Zeno.

__ADS_1


Zeno mengepalkan tangannya, niatnya dia ingin bermain dengan lembut malam ini. Tapi melihat Ana yang sudah keterlaluan kepadanya, membuat dirinya mengurungkan niatnya itu dan malam ini bakal di pastikan adiknya itu akan mengerang kesakitan.


" Dasar murahan. " Ujar Zeno yang langsung menarik tubuh Ana dan di lemparkannya lah ke ranjang dengan kasar.


" Akhh, aww. " Ujar Ana dengan meringis kesakitan.


" Ja-jangan kak, ku mohon... " Ujar Ana yang melihat Zeno yang sudah membuka semua pakaian yang melekat di tubuhnya.


" Jangan harap! " Ujar Zeno yang langsung menindih tubuh Ana dan merobek paksa long dress yang di kenakan adiknya itu.


" Hikss, kumohon kak, jangan lakukan hal itu lagi. " Ujar Ana dengan terus menangis saat kakaknya dengan paksa memasukkan punyanya kedalam goa nya.


" Shutt, diamlah. Nikmati aja sayang. " Ujar Zeno dengan ******* bibir Ana sambil terus menggenjot kasar tubuh adiknya.


" Hikss, hemm. " Ujar Ana dengan menangis sambil terus memberontak.


Zeno tidak memperdulikan tangisan serta ringisan Ana akibat ulahnya yang bermain dengan sangat kasar. Bagi dirinya teriakan serta tangisan Ana adalah sumber kebahagiaannya.


Zeno sangat bahagia melihat adiknya itu menderita. Inilah yang dia nantikan selama ini, membuat hidup adiknya hancur, sehancur hatinya ketika mendengar kekasihnya meninggal karena ulah adiknya sendiri.

__ADS_1


~Bersambung~


Likenya jangan lupa ya😘


__ADS_2