
~Happy Reading~
Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh 😊😗
°°°
Selesai membersihkan tubuhnya. Ana berteriak memanggil sang suami dan Zeno pun dengan singgap langsung menggendong tubuh istrinya ke walk in closet.
" Udah sana kamu mandi. " Ujar Ana yang tengah mengambil pakaian yang ingin dia gunakan.
" Iya sayang. " Ujar Zeno yang mengecup pipi sang istri sebelum dia berlalu pergi ke kamar mandi.
Ana memakai pakaiannya dan setelah itu mencarikan pakaian untuk di kenakan suaminya nanti.
Setelah selesai dengan tugasnya. Ana berjalan dengan tertatih-tatih menuju sofa yang tak jauh dari tempat tidurnya. Dia menyalakan televisi yang berada di dalam kamarnya dan menonton kartun anak-anak sambil menunggu suaminya selesai mandi.
Tidak lama kemudian Zeno keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit bagian bawah tubunya. Dia menatap istrinya yang tengah asik menonton sebelum berlalu ke walk in closet.
Setelah selesai memakai pakaian yang di pilihkan istri tercinta. Zeno langsung menghampiri istrinya dan duduk di sebelah sang istri.
" Mau sarapan apa? " Ujar Zeno sambil memberikan handuk kecil ke Ana.
Ana yang paham itu pun langsung mengambilnya dan mengeringkan rambut sang suami.
" Seterah kakak. " Ujar Ana setelah selesai mengeringkan rambut suaminya.
" Ya udah, tunggu bentar. " Ujar Zeno dan diangguki Ana.
Zeno langsung menghubungi sekretaris pribadinya untuk membelikan mereka sarapan. Padahal dia bisa menghubungi pihak hotel untuk memesan makanan, tapi dia lebih mempercayai sekretarisnya daripada pihak hotel.
" Udah? " Tanya Ana melihat Zeno yang sudah duduk kembali di sebelahnya.
__ADS_1
" Hmm, bentar lagi dateng. " Ujar Zeno yang langsung tiduran di paha Ana.
" Ya udah sambil nunggu, aku ke kamar mamih papih dulu. " Ujar Ana membuat Zeno langsung berdiri.
" Ya udah, ayo. " Ujar Zeno yang juga ingin melihat putri kecilnya.
Ana mengangguk dan mereka berdua pun langsung berjalan keluar kamar dan mengetuk pintu kamar kedua orang tuanya.
Ceklek ...
Pintu terbuka memperlihatkan Fania yang keluar dari dalam kamar.
" Baru bangun, hmm? " Ujar Fania menatap keduanya sambil melipatkan kedua tangannya di depan dada.
" Mamih kaya gak pernah muda aja. " Ujar Zeno yang langsung menyelonong masuk kedalam sambil menggandeng tangan Ana.
Fania yang melihatnya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. Fania pun juga memerhatikan Ana yang sedikit berjalan tertatih-tatih.
Dia pun kembali menutup pintunya dan menyusul kedua anaknya yang berada di ruang tengah.
Sedangkan di ruang tengah. Davidto dan Caca yang tengah menonton tayangan kartun di televisi langsung menoleh menatap anak dan kedua orang tuanya yang baru datang.
" Mommy, daddy. " Ujar Caca dengan senang melihat kehadiran kedua orang tuanya.
" Sayangnya mommy, mommy kangen. " Ujar Ana yang langsung duduk di sebelah putrinya dan memeluknya.
" Caca juga. " Ujar Caca dengan membalas pelukan sang mommy.
Zeno, Davidto dan Fania yang baru datang hanya bisa tersenyum melihat tingkah aneh keduanya. Baru di tinggal semalaman saja sudah kangen, apalagi di tinggal bertahun-tahun atau selamanya.
" Haduh, kalian ini baru semalam gak ketemu dah kangen. " Ujar Fania yang duduk di sebelah sang suami.
__ADS_1
" Kan Caca gak bisa di pisahkan dari mommy, grandma. " Ujar Caca yang sudah melepaskan pelukannya.
" Iya deh. " Ujar Fania dengan tersenyum.
" Kalian sudah sarapan? " Tanya Davidto menatap putra dan putrinya.
" Belum. " Ujar Zeno dengan menggeleng.
" Mamih pesenin ya, kalian mau makan apa? " Tanya Fania yang sudah berdiri.
" Gak usah mih, tadi kak Zeno udah pesen. Bentar lagi juga dateng. " Ujar Ana dan diangguki Zeno.
Zeno lupa memberitahukan sekretarisnya bahwa dirinya dan istrinya tengah berada di kamar kedua orang tuanya. Dia pun langsung mengambil ponselnya yang berada di saku celananya dan mengirimkan pesen ke sekretarisnya bahwa mereka tengah berada disini.
Tidak lama mengirimkan pesan ke sekretarisnya. Bunyi ketukan pintu membuat Zeno langsung berdiri membukakan pintu.
" Maaf tuan lama. " Ujar sekretaris Hans sambil memberikan dia kantong plastik sedang.
" Tidak, kau boleh kembali ke kantor dan satu lagi minggu depan saya kembali ngantor. " Ujar Zeno mengambil kantong plastik tersebut.
" Baik tuan, kalau begitu saya permisi. " Ujar sekretaris Hans yang langsung berlalu pergi kembali ke kantor setelah melihat tuannya sudah masuk kedalam.
Selama bosnya tidak datang ke kantor. Dia lah yang menghendel semua pekerjaan tuannya dan bisa di pastikan dia akan kurang tidur selama tuannya itu ijin.
~Bersambung~
Likenya jangan lupa😘 Btw sambil nunggu kehadiran Zeno junior ke-2 dan kisah Caca kecil, mau aku ceritain gak kisahnya Veronica disini?.
Kalau gak mau, aku langsung cepetin alurnya sampai kehadiran Zeno junior ke-2:v
Di tunggu loh komennya 👇😘
__ADS_1