
~Happy Reading~
Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh😊😗
°°°
" Tidak mungkin kak, kita tidak akan pernah bisa bersama. " Buliran bening mulai menetes di kedua pelupuk matanya.
" Why? Kita bukan saudara kandung Ana. "
Ana yang mendengarnya terkejut. Dia masih begitu tidak percaya dengan apa yang dikatakan Zeno. Tidak mungkin mereka buka saudara, sejak kecil dirinya sudah berada di mansion itu dan tidak ada tanda-tanda bahwa dia bukanlah anak kandung tuan dan nyonya Germani.
" Sudahlah kak jangan bergurau, walaupun kita tidak pernah bisa bersama kau bisa menemui Caca kapanpun. " Ujar Ana dengan mencoba tersenyum.
" Tidak! Aku tidak bercanda Ana, kau dan aku bukan saudara kandung, jadi mari kita menikah. " Ujar Zeno sambil memegang kotak cincin yang di belinya tadi sebelum menemui Ana.
" Sudahlah kak jangan terus menerus bercanda, lagian kau sudah menikah dan tidak seharusnya kau seperti ini kak. " Ujar Ana yang masih belum bisa mempercayai Zeno.
Walaupun mereka bukan saudara kandung sekalipun, Ana tidak bisa bersama dengan Zeno. Di tambah lagi Zeno sudah memiliki seorang istri dan dia tidak ingin menjadi pelakor dalam rumah tangga mereka.
" Apa yang membuat mu percaya padaku Ana? " Ujar Zeno yang frustasi melihat Ana tidak mempercayai dirinya.
__ADS_1
" Huhh, Kak aku tidak akan pernah menerima mu dan aku tidak ingin menjadi pelakor dalam rumah tangga kalian, pergilah kak, kau masih tetap bisa bertemu Caca, aku tidak akan melarangnya. " Ujar Ana yang langsung membuka pintu mobil dan pergi meninggalkan Zeno yang masih terdiam memandang kepergiannya.
"ARGHHH!!! SIALL!!! "
Zeno melempar kotak cincin sambil berteriak frustasi mendengar penolakan Ana. Apa Ana selama ini tidak tau bahwa pernikahannya batal?.
" Aku tidak akan pernah menyerah Ana. " Gumam Zeno yang menyakinkan dirinya untuk terus berjuang mendapatkan wanitanya kembali.
Dia akan melakukan apapun untuk mendapatkan Ana kembali, walau dengan cara kasar sekalipun.
...--------...
Ana berjalan memasuki perusahaan besar dan mewah di depannya. Walaupun perusahaan Zeno berada di kota kecil tapi pria tampan itu tetap mendesain perusahaan semewah mungkin agar para karyawan betah berlama-lama bekerja di perusahaannya.
" Permisi mau tanya, mbak lihat gadis kecil yang tadi masuk? " Ujar Ana dengan sopan.
" Gadis kecil? " Resepsionis tersebut berusaha mengingat apakah ada gadis kecil yang masuk kedalam perusahaannya tadi?.
" Ohh ada nona, tapi gadis kecil itu bersama dengan sekretaris Hans. " Ujar resepsionis tersebut dengan ragu.
Resepsionis tersebut sedikit tidak yakin bahwa gadis kecil yang di bawa sekretaris Hans tadi merupakan anak wanita di depannya ini.
__ADS_1
" Itu putri saya. " Ujar Ana yang membuat resepsionis itu sedikit ragu.
" Ana! " Suara bariton di belakangnya membuat Ana menengok kebelakang dan melihat Zeno yang sedang berdiri menatapnya.
" Caca ada di ruangan ku. "
Setelah mengatakan itu Zeno langsung berjalan menuju lift khusus Ceo. Ana langsung berlari mengikuti Zeno yang sekarang tengah memasuki lift.
" Maaf nona, anda tidak boleh lewat sini, silahkan gunakan lift di sampingnya. " Ujar resepsionis tadi yang ternyata mengikuti Ana sambil menunjukkan lift khusus karyawan.
" Masuk! " Mendengar titah dari bosnya membuat resepsionis itu mengerutkan keningnya bingung.
" Ku bilang masuk Ana! " Mendengar namanya di sebut Ana langsung masuk dan meninggalkan resepsionis tersebut yang menatapnya tidak percaya.
" Ada hubungan apa wanita tadi dengan Ceo? Matilah aku. " Ujar resepsionis itu yang merasa sebentar lagi dia akan meninggalkan perusahaan yang di impikan masyarakat kampung untuk bekerja di sini.
~Bersambung~
Maaf beberapa hari aku gak up, maklum lagi nginep di rumah saudara, jadi gak bisa up keasikan main🤭😅
Aku juga mau ngucapin selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan🙏🥰 Semoga di bulan Ramadhan ini kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik baik, tetap semangat puasanya ya😘
__ADS_1
See you❤