My Bastard Brother

My Bastard Brother
Episode 32


__ADS_3

Heyyo author kambek🤭 Maaf ya ngerevisinya lama😘 Udah lahh lanjut aja ke ceritanya semoga suka😊


Back to story ...


Pagi harinya Ana terbangun dari pingsannya karena ulah kakaknya yang sangat keterlaluan padanya.


Zeno semalam bermain dengan Ana sampai pukul tiga pagi dan melakukannya dengan sangat-sangat kasar dan brutal.


Ana yang teringat dengan kejadian semalam kembali terisak kecil, takut membangunkan Zeno di sampingnya.


" Hikss, kenapa dia tega sekali. " Lirih Ana dengan menatap Zeno yang sedang tertidur membelakanginya.


Ana yang sangat muak satu kamar dengan kakak gilanya itu memutuskan dengan untuk pergi ke kamar mandi.


" Aww. " Ringis Ana yang merasakan rasa sakit dan nyeri di area sensitifnya.


" Brengsek! " Ujar Ana dengan berjalan tertatih-tatih menuju kamar mandi dengan menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.


Setelah Ana sudah masuk kedalam kamar mandi. Zeno mulai mengerjapkan matanya sambil meraba-raba sebelahnya dimana Ana tertidur.


" Dimana wanita itu? " Ujar Zeno dengan langsung bangkit karena tidak mendapati kehadiran Ana.


Zeno mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi.


" Rupanya dia lagi mandi. " Ujar Zeno yang langsung bersandar di sisi ranjang sambil mengingat kejadian lima tahun yang lalu.


Flashback on

__ADS_1


Malam hari di sebuah perusahaan megah nan mewah tepatnya di dalam sebuah ruangan presdir. Zeno yang sedang sibuk dengan menekan tuts-tuts laptopnya harus terganggu dengan deringan ponselnya.


Dilihatnya nama kekasihnya yang tertera di panggilan di ponselnya. Sebuah senyuman terbit di bibir pria tampan itu.


" Halo sayang, kenapa? Apa kau merindukan ku. " Ujar Zeno yang ingin menggoda kekasihnya itu.


Tapi senyumannya harus luntur ketika mendengar bukan suara kekasihnya lah yang menjawabnya.


" Aku Tania, Zen. Hikss, aku mau kasih tau, hikss, kalau Wilona, hikss, kecelakaan. "


Jderrr ...


Seperti tersamber petir di siang bolong. Zeno yang mendengarnya langsung mematung terdiam. Dia masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


Baru beberapa jam yang lalu kekasihnya itu menemuinya untuk sekedar memberikannya makan siang dan tempat makan yang di bawa kekasihnya itu saja masih ada di meja kerjanya.


" Katakan! dimana dia sekarang?!! " Bentak Zeno dengan menahan air matanya yang ingin jatuh.


Zeno langsung menyambar jasnya di kursi kerjanya setelah mematikan sambungannya. Dengan terburu-buru dirinya langsung keluar menuju rumah sakit dimakan kekasihnya di bawa.


Setibanya di J.K Hospital. Zeno langsung berlari memasuki rumah sakit tersebut dengan terus mencari-cari keberadaan Tania, sahabat kekasihnya.


" ZENO!!! " Teriakan tersebut membuat Zeno langsung menoleh dan melihat Tania yang melambaikan tangannya di depan ruangan UGD.


Zeno langsung berlari menghampirinya dengan tergesa-gesa.


" Bagaimana keadaannya? " Tanya Zeno dengan raut wajah cemasnya.

__ADS_1


" Hikss, dia lagi di tangani dokter. " Ujar Tania dengan terduduk menangis.


" Bagaimana kejadiannya? Bukannya kalian pulang bareng? " Tanya Zeno dengan berdiri di depan Tania.


" Hikss, iyaa. Tap- " Belum selesai Tania menjelaskannya, pintu ruang UGD terbuka dan keluarlah seorang dokter pria berjalan menghampirinya.


" Keluarga pasien? "


" Saya pacarnya, bagaimana kondisi kekasih saya, dok? " Tanya Zeno.


" Maaf, kami sudah melakukan yang terbaik. Tapi Tuhan berkendak lain. " Zeno yang mendengar langsung terjatuh terduduk di lantai.


" Hikss, kenapa kau tega meninggalkan ku sayang. " Ujar Zeno dengan menangis, tak peduli masih ada orang lain disini.


" Makasih dok. " Ujar Tania yang juga menangis.


" Sama-sama nona, kalau begitu saya permisi. " Ujar dokter tersebut yang langsung meninggalkan keduanya.


" Bagaimana bisa dia kecelakaan, hahh?! Bukannya dia bareng dengan lo!!! " Ujar Zeno dengan berteriak sambil mencengkram kerah baju Tania.


" Hikss tenang Zen, gua tadi gak bareng dia. Gua minta di turunin di taman, dia pulang sendiri. Hikss gak lama ada pihak rumah sakit yang menghubungi gua, hikss. " Ujar Tania dengan terisak.


" Siall!!! " Teriak Zeno dengan menonjok tembok yang berada di belakang Tania.


" Hikss, ta-tapi gua denger. Wilona mengatakan A-ana, adik lo. Pelakunya. " Ujar Tania yang membuat Zeno terdiam mendengarnya.


Flashback Off

__ADS_1


Sejak hari itu Zeno sangat membenci Ana dan berniat akan membalaskan dendam atas kematian kekasihnya dengan cara menghancurkan hidup Ana.


~Bersambung~


__ADS_2