My Bastard Brother

My Bastard Brother
Episode 88


__ADS_3

~Happy Reading~


Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh 😊😗


°°°


Setibanya di mansion Germani, mereka di sambut oleh para pelayan yang berjejer memanjang di depan pintu utama.


" Selamat datang kembali nona. " Ujar kepala pelayan mewakili para pelayan lainnya.


" Terimakasih. " Ujar Ana yang berada di dalam gendongan Zeno.


Zeno tidak memperbolehkan Ana untuk duduk di kursi roda, dia memilih untuk menggendong tubuh Ana. Sempat berdebat keduanya, dimana Ana tidak ingin di gendong dan Zeno yang memaksa dan perdebatan di menangkan oleh Zeno.


Sedangkan Caca di gendong oleh grandmanya karna merasa cemburu mommy di gendong daddynya.


" Kak turunkan aku. " Bisik Ana yang merasa malu di tonton para pelayan, penjaga dan bodyguard.


" Tidak. " Ujar Zeno yang kembali melanjutkan melangkahkan kakinya menuju kamarnya.


Davidto yang melihat putranya itu ingin membawa Ana ke kamarnya langsung berlari mencegah tapi di tahan oleh sang istri.


" Udah biarin aja, lagian mereka bentar lagi akan menikah. " Ujar Fania menahan suaminya yang ingin mencegah putranya.


" Apa itu menikah? " Ujar Caca dengan tatapan polosnya menatap grandmanya.


" Hmm, Kalau Caca udah besar nanti pasti tau. " Ujar Fania dengan tersenyum sambil mencium pipi chubby Caca yang kini mengangguk mengiyakan.


" Grandma, turunkan Caca. Caca mau ke kamar. "


" Tidak diantar grandma? " Ujar Fania dan di balas gelengan kepala oleh Caca.


" Tidak, Caca pengen sendiri grandma. "

__ADS_1


Fania pun langsung menurunkan Caca dan Caca pun langsung berjalan meninggalkan mereka menuju kamarnya.


Fania dan Davidto yang melihatnya hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah cucu mereka yang sama-sama seperti Zeno, yang main pergi tanpa berpamitan.


" Kalian boleh lanjut bekerja. " Ujar Davidto.


" Baik tuan. " Ujar kepala pelayan dengan menunduk hormat dan diikuti para pelayan lainnya.


" Kalian juga kembali lah pos. " Ujar Davidto kepada para penjaga.


" Baik tuan, kalau begitu kami permisi. "


Davidto mengangguk mengiyakan dan setelah semuanya kembali ke tempatnya masing-masing, kini tinggal mereka berdua dan Bi Ina.


" Bibi juga boleh istirahat. " Ujar Fania dengan tersenyum.


" Baik, nya. " Ujar Bi Ina dengan menunduk.


" Panggil Fania aja bi, bibi kan bukan pelayan kami lagi. " Ujar Fania dengan tersenyum.


Mereka berdua tidak tau, apa jadinya jika Bi Ina tidak ada. Mungkin sekarang putri mereka Ana bersama dengan cucu mereka akan hidup terlantar di luar sana.


" Tidak, nya. Saya rasa kurang sopan jika saya memanggil nyonya dengan nama. " Ujar Bi Ina yang masih tetap menganggap keduanya seperti majikannya sendiri.


" Ya sudah terserah bibi saja, mau manggil saya apa, asal jangan nyonya. " Ujar Fania.


" Baik, nak Fania. " Ujar Bi Ina membuat Fania tersenyum mendengar panggilan untuk dirinya.


" Nahh itu bagus bi, Nak Fania. " Ujar Fania dengan tersenyum.


" Ya sudah bibi boleh istirahat, kami juga pengen istirahat. "


" Baik, Nak Fania. Kalau begitu bibi pamit dulu, mari tuan. "

__ADS_1


Davidto hanya mengangguk mengiyakan. Kini mereka bertiga sama-sama pergi menuju kamar mereka masing-masing.


...-------------------...


Di perusahaan Zee corporation, Terlihat seorang gadis cantik yang tengah sibuk memeriksa dokumen-dokumen yang baru diantarkan oleh sekretarisnya.


Gadis cantik itu sangat teliti memeriksa setiap dokumen, dia tidak ingin ada kesalahan sekecil apapun dalam dokumen tersebut. Di tambah dokumen itu sangat penting untuk kemajuan perusahaannya.


Gadis cantik itu tidak lain dan tidak bukan ialah Veronica. Setelah memeriksa kondisi keuangan di rumah sakitnya, Veronica langsung meluncur ke perusahaannya memeriksa dokumen untuk meeting nanti dan seberapa besar keuntungan yang akan di dapatkan perusahaannya dari kerja sama tersebut.


Tokk ...


Tokk ...


" Masuk! "


Cklek ...


Pintu terbuka dan nampaklah sekretaris pribadinya dengan berjalan mendekat kearanya.


" Maaf Bu, sudah waktunya kita meeting. " Ujar Hana dengan menunduk.


" Hmm, baiklah. Oh ya, Hana, apa tidak bisa membatalkan kerja sama kita dengan tuan Axsenio? " Ujar Veronica yang malas berurusan kembali dengan keluarga Axsenio.


" Maaf Bu, kerja sama ini sangat menguntungkan untuk perusahaan. Tapi jika ibu mau membatalkan kerja samanya, sama akan menyampaikan kepada sekretaris tuan Axsenio. " Ujar Hana dengan menunduk hormat.


" Huuh, baiklah tidak usah, ayo kita kesana. " Ujar Veronica yang pasrah, lagian dia tidak ingin mencampuri urusan pribadinya dengan pekerjaannya. Dia ingin bekerja secara profesional.


" Baik Bu, mari. Mereka sudah menunggu di ruang meeting. "


Veronica mengangguk mengiyakan dan langsung berjalan menuju ruang meeting diikuti Hana di sampingnya.


~Bersambung~

__ADS_1


Maaf kemarin gak up, kecapean habis wisuda🤭😅 Likenya jangan lupa ya😊 See you😘


__ADS_2