My Bastard Brother

My Bastard Brother
Episode 70


__ADS_3

~ Happy Reading ~


Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh 😊😗


°°°


Caca dan Sekar yang ingin pergi ke taman langsung di urungkan saat melihat sebuah mobil mewah yang berhenti di depan toko kue.


Keluarlah seorang pria tampan dengan jas kerjanya membuat Caca yang di gendong Sekar langsung meminta untuk di turunkan dan Sekar pun langsung menurunkannya sambil melihat Caca yang berlari menuju pria tampan tersebut.


" Daddy!!! "


Teriakan itu membuat Sekar terdiam tak percaya. Pasalnya Sekar tau betul bahwa Ana tidak memiliki seorang suami, tapi kenapa Caca memanggil pria itu dengan sebutan Daddy?.


" Hallo my little girl. " Ujar Zeno yang langsung menangkap dan menggendong tubuh putrinya itu.


" Daddy mau kelja ya? " Ujar Caca dengan cadelnya.


" Yes, my little girl mau ikut? " Ujar Zeno dengan menciumi wajah putri kecilnya itu yang membuat Caca tertawa geli.


" Hihihi, daddy geli. " Ujar Caca terkikik geli.


Teriakan dan tawa Caca membuat Ana yang sedang mengobrol dengan bu Ustadzah langsung berlari keluar dan melihat Caca sedang di gendong dengan pria tampan.


" Kak Zeno. " Ujar Ana yang terkejut melihat Zeno datang ke tempatnya bekerjanya.

__ADS_1


" Hai. " Sapa Zeno dengan tersenyum manis membuat para karyawan yang melihatnya terpana dengan senyuman manis Zeno.


" Siapa dia Ana? " Ujar bu Ustadzah yang belum mengetahui bahwa pria yang berdiri di depannya ini adalah orang yang baru saja mereka bicarakan.


" Kenalin bu ini kak Zeno, kakak kandung Ana dan kak Zeno kenalin ini bu ustadzah, bos Ana. " Ujar Ana yang memperkenalkan mereka.


Bu Ustadzah yang mendengarnya syok, dirinya tak percaya melihat pengusaha muda tersukses itu merupakan orang yang menghamili Ana.


" Zeno. " Ujar Zeno dengan mengulurkan tangannya, dia harus ramah dengan bos wanitanya dan bagaimanapun wanita ini sudah membantu wanitanya dan putrinya saat kesusahan. Dia sudah tau semuanya, Siapa-siapa saja yang telah membantu wanitanya dan putrinya. Dia juga tau siapa saja yang dulu memfitnah, menggunjing dan yang memprovokasi semua warga agar mengusir wanitanya dan putrinya.


" Panggil saja umi. " Ujar Bu Ustadzah yang tidak menyentuh tangan Zeno. Zeno yang paham langsung menarik kembali tangannya.


" Kakak ada apa kesini? " Ujar Ana sambil menggendong Caca saat anaknya itu minta di gendong olehnya.


" Kedatangan ku kesini, ingin mengajak mu dan Caca kembali ke mansion Germani. " Ujar Zeno yang langsung membuat Ana terdiam.


" Pergilah Ana, kau pasti bisa sayang. " Gumam bu ustadzah yang masih bisa di dengar Ana.


" Huhh, baiklah kak. Ana mau. " Ujar Ana dengan mengangguk mengiyakan membuat Zeno tersenyum senang mendengarnya.


" Terimakasih Ana. " Ujar Zeno yang memeluk Ana dengan erat membuat Caca yang terhimpit itu langsung berteriak.


" Daddy! Caca gak bisa na-fas. "


Zeno baru sadar putrinya itu masih berada di dalam gendongan Ana. Dia langsung melepaskan pelukannya dan mencium pipi gembul putrinya yang kini tengah cemberut.

__ADS_1


" Maaf ya little girl. " Ujar Zeno dengan terkekeh.


" Huhh, sebal! Caca malah sama daddy. " Ujar Caca dengan cadelnya.


Ana yang mendengar tertawa mendengar putrinya yang imut saat bicara cadel seperti itu. Caca masih belum bisa bicara R dan Ana sangat ingat Ana hampir kesal ke dirinya sendiri yang tidak bisa mengucapkan kata R dengan benar.


" Maaf little girl, gimana sebagai permintaan maaf daddy kita main. " Caca yang mendengar kata main langsung tersenyum senang.


" Ayo! Caca mau. " Ujar Caca dengan semangat membuat mereka semua tersenyum mendengarnya.


" Baiklah ayo, Ana kau ikut juga ya. " Ujar Zeno dengan penuh harap.


" Maaf kak aku tidak bisa, aku harus kerja. " Ujar Ana yang langsung membuat Zeno kecewa.


" Pergilah, kau tidak usah bekerja dulu hari ini. " Ujar bu ustadzah membuat Ana merasa tidak enak, bu bosnya itu selalu memberikan libur untuk dirinya tapi dengan gaji yang tidak berkurang sedikit pun.


" Tapi bu- "


" Tidak apa Ana, kau juga butuh waktu bersama mereka dan jangan membuat mereka kecewa. " Ujar bu ustadzah dengan tersenyum.


" Baiklah bu, terimakasih sekali lagi. " Ujar Ana yang memeluk bu ustadzah.


" Sama-sama Ana, ingat jangan kau sia-siakan waktu berharga mu dan tunjukkan kepada mereka bahwa kau wanita yang kuat. " Bisik bu ustadzah membuat Ana mengangguk mengiyakan.


Ana sangat senang memiliki seorang bos seperti bu ustadzah ini. Selain baik, beliau juga sangat menghormati para karyawannya dan tidak pernah menganggap mereka sebagai bawahan melainkan sebagai saudaranya sendiri.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2