
~Happy Reading~
Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh 😊😗
°°°
Ana berjalan mendekati putri kecilnya saat melihat bocah laki-laki itu pergi bersama dengan seorang wanita paruh baya.
Para bodyguard juga mengikuti nyonya muda mereka. Mereka harus terus berada di belakang nyonya dan nona mudanya. Kalau mereka kehilangan jejak keduanya, bisa habis mereka oleh tuan muda.
" Sayang, loh kenapa sedih? " Ujar Caca duduk di sebelah putri kecilnya saat melihat tatapan sendu putrinya.
" Kakak tampan pelgi mom. " Lirih Caca sambil menunduk mengenggam kalung yang diberikan kakak tampanya.
Ana masih bisa mendengar penuturan sang putri. Ana bisa lihat tatapan kehilangan di mata putri kecilnya. Sebesar itu kah pengaruh bocah laki-laki itu?.
Ana juga tidak tau dengan wajah bocah laki-laki itu. Karna sejak tadi putrinya menghalangi bocah itu sehingga membuat dirinya tidak bisa melihat wajah bocah laki-laki itu.
" Caca deket sama kakak tampan tadi? " Tanya Ana dan diangguki Caca.
" Udah berapa lama kalian kenal? " Tanya Ana lagi.
" Dah lama, dari kita tinggal di mansion daddy. " Ujar Caca membuat Ana terdiam.
" Terus kenapa sedih, hmm? " Tanya Ana lagi sambil membawa tubuh Caca kedalam pangkuannya.
__ADS_1
" Hikss, dia pelgi, hikss ninggalin Caca hikss. " Ana terdiam melihat putrinya yang menangis karna bocah laki-laki itu.
Berarti bocah laki-laki itu penting untuk hidup putrinya. Karna walaupun putrinya dikenal sebagai orang yang muda bergaul, tapi mereka tidak pernah berarti di hidup putrinya.
" Cup, cup, cup, anak mommy kan kuat. Nanti kakak tampannya bakal balik lagi kok nemuin Caca. " Ujar Ana dengan menepuk nepuk pantat putrinya.
" Benalkah mommy? " Ana mengangguk menatap putrinya yang kini mendongak menatapnya.
" Tapi pasti lama mommy. " Ujar Caca yang kembali menangis di dalam pelukan mommy nya.
" Gak bakal lama sayang, pasti nanti kakak tampan balik lagi. " Ujar Ana yang sebenarnya juga ragu dengan kata-katanya.
Tapi Ana yakin kalau mereka berjodoh nanti bakal di pertemukan lagi.
Ana pun langsung bangkit dari duduknya sambil menggendong tubuh putrinya yang masih memeluk dirinya. Kedua pun kembali ke mobil diikuti beberapa bodyguard di belakangnya.
...---------------------...
Sedangkan disisi bocah laki-laki tampan yang sangat berarti untuk Caca. Kini tengah berjalan memasuki bandara bersama dengan kedua orang tuanya.
Dari ekspresi wajah bocah itu terlihat bahwa dia tidak ingin meninggalkan negara ini. Negara dimana dia bertemu dengan seorang gadis kecil yang berhasil meluluhkan hatinya yang sedingin bongkahan es.
" Bund, ada apa dengannya? " Bisik pria paruh baya yang masih terlihat masih muda.
" Galau. " Bisik wanita paruh baya yang juga masih terlihat muda.
__ADS_1
" Hahh? Galau? Sama siapa? " Ujar pria paruh baya itu yang sedikit syok mendengar penuturan sang istri. Karna yang dia tau putranya tidak pernah deket dengan orang lain, selain teman laki-lakinya.
" Gadis kecil yang di taman itu loh. " Ujar wanita paruh baya itu.
" Ohh, gadis kecil yang imut menggemaskan itu? " Sang istri hanya mengangguk mengiyakan.
" Ohh astaga, akhirnya putra ku normal juga. " Ujar heboh pria paruh baya itu membuat bocah lak-laki itu mendongak menatapnya dengan datar.
" Hehehe, maaf son. " Ujar pria paruh baya itu yang terkekeh ditatap sang putra dan istrinya hanya bisa menahan tawanya melihat tingkah keduanya.
" Udah ayo buruan, bentar lagi berangkat. " Ujar wanita paruh baya itu yang berjalan duluan memasuki pesawat pribadi mereka.
Sedangkan sang suami masih berdiam di samping putranya. Dia menatap wajah putranya yang terus menengok ke belakang.
" Nanti kita kesini lagi, ayah janji kita gak bakal lama disana. "
Perkataan sang ayah membuat bocah laki-laki itu langsung menatap kearahnya.
" Hmm. " Bocah itu hanya mengangguk dan berjalan mengikuti bundanya.
" Akhirnya ada yang berhasil meluluhkan balok es. " Ujar pria paruh baya itu dengan tersenyum dan mengikuti putra tunggalnya.
~Bersambung~
Likenya jangan lupa ya😘
__ADS_1