
~Happy Reading~
Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh 😊😗
°°°
Diruang inap VVIP sekarang ramai dengan ocehan Fania dan David yang berebutan ingin menggendong cucu kedua mereka.
" Sini Sus biar saya saja yang gendong. " Ujar Fania yang ingin mengambil baby boy dari tangan suster tapi langsung dihalangi sang suami.
" Papih dulu dong mih. " Ujar David yang terus menghalangi istrinya yang ingin menggendong cucu kedua mereka.
" Gak bisa, mamih yang mau gendong. " Ujar Fania dan perdebatan pun dimulai.
Ana dan Zeno hanya mampu menggelengkan kepalanya melihat kedua orang tuanya yang berebutan menggendong baby boy.
" Grandpa sama grandma kaya anak kecil, berantem telus. Suster boleh Caca lihat adik Caca? " Ujar Caca membuat Fania dan Davidto terdiam, Sedangkan Ana dan Zeno terkekeh mendengar perkataan putrinya.
" Boleh nona muda kecil. " Ujar Suster itu yang langsung berjongkok agar Caca bisa melihat adiknya.
" Xixixi lucu sekali. " Ujar Caca menoel-noel pipi adiknya yang seperti permen yupi itu.
" Daddy, mommy lihat adik Caca tampan dan lucu. " Ujar Caca menatap kedua orang tuanya.
" Tentu sayang, kan daddynya tampan. " Ujar Zeno dengan mendekati putri kecilnya.
" Xixixi iyaa, daddy Caca tampan. " Ujar Caca dengan terkekeh.
" Daddy boleh tidak Caca gendong dede bayi. Ujar Caca yang terus menatap wajah tampan adiknya yang tengah tertidur.
" Nanti ya sayang kalau Caca dah besar. " Ujar Zeno membuat Caca cemberut.
" Yahh, tidak boleh ya? " Ujar Caca dengan kecewa.
" Bukannya tidak boleh sayang, sekarang dedenya masih terlalu kecil, nanti kalau dah besaran sedikit, Caca boleh gendong. " Ujar Ana sambil tiduran di brankar rumah sakit.
" Ohh gitu ya mommy? kalau begitu dede cepet besal ya, agar kakak bisa gendong dede. " Ujar Caca dengan nada menggemaskan membuat mereka yang ada disana tersenyum mendengarnya.
__ADS_1
" Sus saya mau lihat anak saya. " Ujar Ana membuat suster itu langsung menghampirinya dan meletakkan baby boy di sebelah Ana.
" Tidurnya pulas banget ya sayang. " Ujar Ana dengan mencium pipi baby boy.
" Semua wajahnya ngikuti Zeno ya pih. " Ujar Fania dan diangguki setuju oleh sang suami.
" Iya mih, Ana yang hamil malah gak kebagian, semuanya mirip kak Zeno. " Ujar Ana dengan cemberut.
" Gak semua sayang, lihat alisnya tipis-tipis tebal kaya kamu. " Ujar Zeno dan diangguki setuju oleh Fania dan David.
" Benar sayang, alis mirip kaya kamu. Lihat baby boy dah bangun. " Ujar Fania dengan heboh melihat cucu keduanya yang mulai terbangun dari tidurnya.
" Suara mamih berisik sih, jadi kebangun kan anak Zeno. " Ujar Zeno berhasil membuat dia mendapatkan pukulan di bahunya oleh sang mamih.
" Enak saja, suara papih kamu tuh berisik. " Ujar Fania membuat David mengelus dadanya dengan sabar.
" Sabar sabar, orang sabar banyak istrinya. " Ujar David membuat Fania menatap dirinya dengan tajam.
" Ngomong apa tadi?! " Ujar Fania dengan berkacak pinggang.
" Gak tau pih. " Ujar Ana dengan menahan tawanya.
" Ngeles aja terus! " Ujar Fania dengan mendengus kesal.
" Sebulan gak dapat jatah. " Ujar Fania membuat Davidto melototkan matanya.
" Mih jangan gitulah. " Rengek David sambil bergelayut manja di lengan istrinya.
" Ck, dasar suami gak punya harga diri. " Ujar Zeno dengan menatap sinis papihnya.
" Diam kamu! " Ujar David dengan menatap kesal putranya.
" Ck, kalau dah besar jangan kaya grandpa mu ya boy. " Ujat Zeno yang menggendong putranya.
Ana terkekeh melihat papihnya yang berusaha membujuk mamihnya. Dia juga tersenyum melihat suaminya yang terlihat bahagia menggendong putra kedua mereka dan putri kecilnya yang juga begitu bahagia dengan kelahiran adik laki-lakinya.
" Kalian sudah siapkan nama buat baby boy? " Tanya Fania yang mengacuhkan suaminya.
__ADS_1
" Kalau Zeno sudah, tapi kalau Ana yang mau ngasih nama juga gak papa. " Ujar Zeno sambil terus menggendong putranya.
" Sekarang giliran kakak yang ngasih nama, kan Ana sudah ke Caca. " Ujar Ana dengan tersenyum.
" Jadi siapa nama Zen? " Ujar Fania yang penasaran dengan nama cucu laki-lakinya.
" Arsenio Bagas Albert Germani. " Ujar Zeno dengan tersenyum.
" Artinya apa kak? " Tanya Ana yang menyukai nama putranya.
" Arsenio yang artinya gagah, bagas yang artinya kuat. " Ujar Zeno membuat Ana tersenyum.
" Kelak dia akan menjadi anak laki-laki yang gagah, berani dan kuat. " Ujar Ana dengan tersenyum.
" Nama dan arti yang bagus, kamu pintar Zen nyari nama yang bagus. " Ujar Fania dengan tersenyum.
" Kelak dia akan jadi penerus papih. " Ujar Davidto dengan senang menyambut kelahiran cucu keduanya.
" Kalau mau. " Ujar Ana dengan terkekeh.
" Harus mau, kalau gak mau gimana dengan nasib pak tua ini. " Ujar David dengan dramatis.
Mereka semua tertawa. Kini kebahagiaan mereka lengkap sudah dengan kehadiran Baby Arsenio.
Ana tersenyum melihat keluarganya yang tertawa bahagia. Dia selalu berdoa semoga kehidupan putra dan putrinya selalu bahagia dan semoga jalan hidup putrinya tidak semenyedihkan kisah hidupnya.
~ The End~
Yeayy akhirnya tamat🥳
Terimakasih buat kalian yang selalu kawal cerita ini sampai tamat😊 Makasih juga atas dukungan kalian selama ini untuk My Bastard Brother.
Untuk S2 nya akan aku up besok pagi😘 Semoga S2 nya tidak kalah ramai dari cerita ini. Kawal terus ya S2 nya sampai tamat😂
Judul S2 nya😊👇
__ADS_1