My Bastard Brother

My Bastard Brother
Episode 34


__ADS_3

Happy Reading :)


^^^


Sepulang sekolah Ana memutuskan untuk pergi ke cafe yang ternyata tidak jauh dari Universitas Zeno.


Saat sedang menikmati capucino panas yang di pesannya. Ana melihat kedatangan Zeno bersama Veronica. Terlihat Zeno yang sangat mencoba untuk dekat dengan Veronica membuat Ana yang melihatnya males.


" Sebegitu cintanya kak Zeno sama kak Veronica? " Batin Ana yang entah kenapa merasakan sesak di dadanya.


Apakah Ana mulai mencintainya Zeno?, Tidak. Dalam hubungan persaudaraan tidak boleh ada yang namanya cinta.


Ana sebisa mungkin untuk bersikap seperti biasanya. Kalau benar ada perasaan cinta di hatinya untuk Zeno, dia akan berusaha untuk menguburnya dalam-dalam.


" Kau tidak boleh mencintainya Ana, sadarlah. " Gumam Ana dengan menggelengkan kepalanya.


Dia tidak boleh menyukai kakaknya itu. Di tambah dengan sikap gila dan brengsek Zeno membuatnya harus berpikir dua kali untuk mencintai kakaknya itu.


Di posisi Zeno, pria tampan itu mencoba untuk mengambil alih perhatian gadis yang di cintainya itu.


Zeno tidak peduli bahwa gadis yang di cintainya sudah bertunangan dengan orang lain sekalipun, dia akan tetap berusaha mendapatkan hati gadis itu. Selama jalur kuning belum melengkung, Zeno akan tetap memperjuangkan cintanya itu.


" Ver, lo dari tadi ngapain sihh? Sibuk banget kayanya sama tuh ponsel. " Ujar Zeno yang mencoba membuka suaranya, dirinya paling tidak suka melihat seseorang di depannya sibuk sendiri dengan dunianya.


" Ohh maaf, Zen. Ini Tunangan gua ngechat, lo pesan duluan aja. " Ujar Veronica yang kembali sibuk dengan ponselnya.


Zeno mengepalkan tangannya kesal. Baru kali ini seorang Zeno di cuekin oleh orang lain dan lebih parahnya dia di cuekin sama gadis yang di cintainya.


" Maaf tuan, mau pesan apa? " Tanya seorang waiters yang menghampirinya meja keduanya.


" Coffe latte. " Ujar Zeno dengan datar.

__ADS_1


" Baik, ada lagi? " Ujar waiters tersebut dengan mencatat pesanan Zeno.


" Tidak. " Singkat Zeno yang masih menatap Veronica yang sibuk dengan ponselnya sambil sesekali gadis cantik itu tersenyum menatap ponselnya.


" Baik, silahkan di tunggu. " Waiters tersebut langsung meninggalkan meja keduanya menuju dapur.


Ana yang melihatnya dari jarak jauh menahan tawanya melihat Zeno yang di abaikan oleh Veronica.


" Hahaha syukurin. " Batin Ana dengan menertawai Zeno.


Zeno yang kesal memilih untuk menatap ke sekeliling cafe tersebut dan melihat Ana yang tengah duduk sambil menatap ke arahnya.


Ana yang tersadar kakaknya itu memerhatikannya memilih untuk memalingkan pandangannya dan mulai menyeruput capucino panasnya kembali.


Zeno melihat tersenyum menyeringai. Berani sekali adiknya itu menatap sambil tertawa ke arahnya dan lihat saja malam ini dia akan membuat adiknya menangis menjerit di bawah kungkungannya.


...-------------...


Sedangkan di posisi orang tersebut yang tak lain ialah Zeno yang melihatnya tersenyum menyeringai sambil kembali mengunci pintu kamar Ana dan di taroh nya kunci tersebut di kantong celana jeans nya.


Zeno sangat senang melihat pintu kamar adiknya itu tadi tidak di kunci dan mempermudah dirinya untuk melakukan permainannya pada malam hari ini.


Tapp ...


Tapp ...


Suara langkah kaki Zeno yang berjalan semakin dekat ke arah Ana yang masih fokus dengan laptopnya.


" Heyy *****. " Ana yang mendengar suara kakaknya itu langsung menatap ke depan.


" Ka-kak Zeno. " Ujar Ana dengan langsung bangkit dari ranjang dan menatap takut ke arah Zeno.

__ADS_1


" Kenapa terkejut begitu sayang, bukankah sudah menjadi kebiasaan ku memasuki kamar mu, hmm? " Ujar Zeno yang langsung naik ke atas ranjang dan menahan tangan Ana yang ingin pergi.


" LEPASKAN KAK!!! " Teriak Ana dengan memberontak saat melihat kakaknya itu mulai mendorong tubuhnya dan membuat tubuhnya menjadi tertidur celentang.


" Shutt diamlah baby, kau mau permainan kita ketahuan orang lain, hmm? " Ujar Zeno dengan mengelus pipi mulus Ana dan tangan yang satunya melepaskan kancing baju yang dikenakan Ana.


Srett ...


Zeno langsung menarik baju yang dikenakan Ana dan dibuangnya lah baju tersebut ke lantai.


" Hikss, apa yang kakak lakukan. " Ujar Ana dengan menangis dan terus memberontak saat Zeno sudah mulai meremas gunung kembarnya.


" Shutt, diamlah sayang. Siap tenaga mu untuk permainan panas kita baby. " Ujar Zeno dengan terus meremas gunung kembar Ana dan membuat adiknya itu terus menangis memberontak.


Setelah selesai *******-***** kedua gunung kembar Ana. Kini Zeno mulai membuat krissmark di curuk leher Ana dan beralih ke dada Ana.


Ana terus menangis terisak saat kakaknya itu sudah mulai bangkit untuk melepaskan semua pakaian yang dikenakannya.


" Kita mulai sayang. " Ujar Zeno yang sudah melepas semua pakaian yang dikenakannya dan mulai merobek celana pendek yang dikenakan Ana.


Kini hanya tinggal ****** ***** saja yang dikenakan Ana, tapi seperkian detik Zeno mulai merobeknya juga dan membuat tubuh polos Ana terekpos dengan sempurna.


" Hikss, kumohon kak. Jangan lakukan itu, hikss. " Ujar Ana dengan menatap sendu ke arah Zeno yang menatap ke arahnya.


" Shutt jangan menangis baby, kita mulai ya. " Ujar Zeno yang mengecup sekilas bibir Ana dan


~Bersambung~


Episode" yang kemarin emang aku hapus semua dan ku ganti dengan yang baru. Karena menurut ku jalan cerita kemarin itu terlalu kecepetan. Makanya ku ubah semuanya, tapi tenang aja nanti jalan ceritanya bakal sama kaya yang kemarin😊Tapi emang awal muka Zeno melakukan itu sama Ana emang berbeda dari yang sebelumnya, tapi nanti akhirnya akan sama kaya yang dulu😘


So, kalau kalian masih berniat membaca dan menunggu terus cerita ini. Ya silahkan😊 Tapi kalau yang emang udah gak mau lagi nerusin bacanya juga gak papa😊 Aku gak maksa kalian buat terus baca cerita ku😊See you😘

__ADS_1


__ADS_2