
~Happy Reading~
Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh 😊😗
°°°
Dua hari setelah di tinggal kakak tampannya. Caca selalu berdiam diri di dalam kamarnya. Hal itu membuat Ana dan Zeno bingung harus bagaimana membujuk putri mereka.
Seperti saat ini, Ana dan Zeno sedang duduk santai di ruang keluarga. Dengan Ana yang tiduran di paha Zeno sebagai bantalannya sambil memikirkan cara untuk membujuk putrinya.
" Kak, gimana ini Caca gak mau keluar kamar. " Ujar Ana menatap Zeno dengan raut wajah khawatir.
" Aku juga bingung sayang, tapi yang terpenting Caca masih mau makan. " Ujar Zeno dan diangguki Ana.
Putri kecilnya itu hanya sekali keluar kamar yaitu saat makan malam. Sedangkan saat sarapan, Ana yang memberikannya ke kamar putrinya. Itu juga kadang-kadang dimakan.
" Tapi kak, tetap saja aku khawatir. Kan kakak tau sendiri, Caca itu aktif banget. Pas lihat dia kaya gini aku sedih. " Ujar Ana dengan sendu dan mulai bangun dari posisi rebahannya.
" Ya sudah gini saja, kita ajak Caca jalan-jalan siapa tau dia bisa lupain bocah itu. " Ujar Zeno yang sudah tau penyebab perubahan sikap putrinya yang tadi ceria menjadi murung.
" Ide bagus tuh kak, ya udah kalau gitu Ana ke kamar caca dulu. "
Zeno mengangguk mengiyakan. Ana pun langsung menaiki anak tangga menuju kamar putrinya. Sedangkan Zeno mencoba menghubungi anak buahnya.
__ADS_1
" Gimana? " Tanya Zeno saat sambungannya tersambung.
" Maaf bos, di taman tempat nona kecil bermain tidak ada CCTV. " Ujar anak buah Zeno membuat Zeno menggeram kesal.
Percuma saja dia menyuruh anak buahnya untuk mencari tau siapa bocah laki-laki yang berhasil membuat putrinya berubah drastis.
Zeno hanya kesal dengan bocah itu, karna dia putri kecilnya sekarang selalu murung. Andai saja putri kecilnya tidak bertemu atau kenal dengan bocah itu, pasti tidak akan seperti ini.
Zeno penasaran dengan wajah bocah itu yang membuat putrinya sangat menyayanginya dan merasa kehilangan.
" Coba cari rumah di sekitar taman, siapa tau ada yang punya CCTV mengarah kesana. " Ujar Zeno yang tidak mau menyerah.
" Maaf bos, kita sudah periksa dan hasil dari rekaman CCTV rumah di sekitar tidak ada yang merekam pergerakan nona kecil. "
" Tidak becus. " Zeno langsung mematikan sambungannya dan menyalahkan anak buahnya.
Tidak lama terdengar langkah kaki yang menuruni anak tangga. Zeno langsung menatapnya dan tersenyum melihat Ana yang berhasil membujuk Caca keluar kamar.
" Kita mau kemana sih? Caca mau di kamar aja. " Ujar Caca yang berdiri di depan daddynya.
" Jalan-jalan lah sayang, mumpung daddy ada di rumah kan. " Ujar Zeno memangku tubuh putrinya duduk di pangkuannya.
" Kemana? " Tanya Caca menatap daddynya.
__ADS_1
" Princessnya daddy mau kemana, hmm? " Tanya Zeno sambil merapikan anak rambut putrinya dan menyelipkannya di telinga.
" Hmm, Caca mau main salju. " Ujar Caca yang seketika melupakan kesedihannya.
Ana tersenyum melihat putri kecilnya yang sedikit mulai melupakan kesedihannya dan begitupun Zeno.
" Baiklah tuan putri, kita kesana. " Ujar Zeno sambil mencium pipi chubby Caca.
" Xixixi, sayang daddy. " Ujar Caca yang langsung memeluk Zeno.
" Sama mommy gak sayang? " Ujar Ana yang pura-pura sedih.
Caca yang melihatnya langsung turun dari pangkuan daddynya dan berjalan ke arah mommy nya. Gadis kecil itu langsung memeluk mommy nya sebelum itu Caca mencium pipi kanan Ana terlebih dahulu.
" Sayang mommy juga. " Ujar Caca di dalam pelukan Ana.
" Mommy juga sayang Caca. " Ujar Ana yang membalas pelukan sang putri.
~Bersambung~
Sesayang itu kah Caca ke kakak tampan? Sampe murung gitu🥲🤧
Likenya jangan lupa ya guys😘
__ADS_1