
Happy Reading :)
^^^
Ana kini sedang menikmati sarapan paginya seorang diri. Sedangkan Bi Lona ijin pergi membeli perlengkapan dapur yang sudah pada kosong.
Biasanya setiap dirinya sarapan selalu ada Bi Ina yang menemaninya. Walaupun Bi Ina setiap tanggal muda selalu berbelanja bulanan, tapi Bi Ina terlebih dahulu menemani nona mudanya itu selesai sarapan baru dirinya pergi berbelanja.
" Bi, Ana kangen. Ana butuh teman curhat. " Lirih Ana dengan sendu dan kembali mengacak-ngacak sisa makanannya.
" Ku telpon aja dehh, ehh tapi dimana ponsel ku? " Tanya Ana yang baru sadar dengan ponselnya yang hilang.
" Semalam kan aku bawa, apa jangan-jangan ada di kamar pria gila itu? " Ujar Ana yang menyebut kakaknya sebagai pria gila.
Ya, gimana tidak gila. Seorang kakak melakukan hal seperti itu kepada adiknya sendiri dan hal yang sangat menyakitkannya dia melakukan itu semua untuk membalaskan dendam kekasihnya yang selama sekali dia pun tidak tau.
Zeno selalu mengatakan dirinyalah yang menjadi penyebab kematian kekasihnya itu. Padahal kekasihnya Zeno meninggal saja Ana tidak tau. Karena saat itu Ana sedang pergi bersama-sama dengan sahabat-sahabatnya ke Negara kepulaan.
Ana pun memutuskan untuk menyudahi sarapannya dan bergegas kembali ke kamar terkutuk itu mencari ponselnya yang hilang.
__ADS_1
Cklek ...
Ana langsung memasuki kamar bernuansa serba hitam itu dan terus mencari-cari keberadaan ponselnya.
Sampai Ana pun terdiam mematung melihat benda pipih yang di carinya sudah hancur dengan sangat mengenaskan.
" Sial, dia menghancurkan ponsel ku. " Ujar Ana dengan mengambil ponselnya yang telah hancur.
" Hufftt, ya sudahlah mari kita ke mall. " Ujar Ana yang langsung keluar lagi dari kamar kakaknya itu menuju kamarnya.
...------------------...
Zeno yang sudah selesai dengan semua pekerjaan di kantornya, memilih untuk pergi ke mall-nya untuk mengecek-ngecek perkembangan mall-nya dan sekalian pria tampan itu ingin membelikan ponsel baru adiknya yang telah dia rusakin semalam.
Setibanya di toko ponsel, Ana langsung melihat-lihat beraneka ragam ponsel yang di pajang itu dan soal kualitasnya sudah tidak di ragukan lagi.
" Selamat datang di toko kami, ada yang bisa kami bantu nona? " Ujar salah satu karyawan yang menghampirinya.
" Hmm, gini mas. Saya mau cari ponsel yang model terbaru ada? " Tanya Ana.
__ADS_1
" Ada nona, silahkan ditunggu. " Karyawan tersebut langsung mengambilkan beberapa tipe model ponsel yang keluaran terbaru.
" Ini semua keluaran terbaru nona, tapi dengan tipe model yang berbeda. " Ujar karyawan tersebut dengan memperlihatkan semua ponsel tersebut satu persatu.
" Saya mau yang ini saja dehh mas. " Ujar Ana yang sudah tertarik dengan ponsel dengan tipe model yang sangat bagus.
" Baiklah nona, silahkan ditunggu. " Ana tersenyum mengangguk.
Sambil menunggu karyawan tersebut selesai membungkus ponselnya. Ana memilih memandang keluar toko dan melihat seorang pria tampan yang sangat di bencinya sedang bergandengan tangan dengan seorang perempuan dengan pakaian mininya.
" Ckk, menjijikkan. " Ujar Ana dengan langsung mengalihkan pandangannya kembali ke depan saat karyawan tersebut kembali menghampirinya.
" Ini nona. " Ana langsung memberikan kartu gold nya kepada karyawan tersebut.
Karyawan tersebut langsung menyelesaikan pembayarannya dan kembali memberikan kartu gold tersebut.
" Terimakasih nona, silahkan kembali ke toko kami. " Ana mengangguk tersenyum sambil mengambil kembali kartu gold nya dan pergi dengan terburu-buru keluar dari toko tersebut saat menyadari kakaknya menyadari kehadirannya disana.
~Bersambung~
__ADS_1
Jangan lupa likenya😘