
~ Happy Reading ~
Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh 😊😗
°°°
Di sisi Zeno sekarang, pria tampan itu baru tiba di Villa pribadinya. Dia memutuskan untuk tinggal di Villa nya dari pada di mansionnya. Dia ingin menghilangkan pikirannya yang kacau dengan menikmati suasana Alam yang begitu asri di Villanya.
" Gua gak bakal pernah nyerah buat dapatin lo Ana, bagaimanapun gua akan mendapatkan lo lagi. " Ujar Zeno dengan menghisap sebatang nikotin sambil menikmati suasana malam di balkon kamarnya.
" Lagian kenapa juga si Ana gak percaya kalau kita bukan saudara kandung, gua kan bingung gimana caranya biar Ana itu percaya sama gua. " Ujar Zeno dengan terus menggerutu sambil sesekali menghisap sebatang nikotin yang menjadi hal biasa saat dia sedang banyak pikiran.
" Apa gua minta bantuan mamih, papih? Ahh, masa iya masalah gini doang gua minta bantuan bokap nyokap, yang ada entar gua di bilang cemen lah karna gak bisa nyelesain masalah gua sendiri! " Ujar Zeno yang gengsi harus meminta bantuan kedua orang tuanya.
Zeno bisa bayangkan gimana reaksi papihnya itu saat dia meminta bantuannya. Pasti tua bangka itu akan menertawai nya yang tidak bisa menyelesaikan masalahnya sendiri.
Drett ...
Drett ...
Drett ...
__ADS_1
Zeno yang tengah melamun itu harus tersadar karna bunyi suara ponselnya. Di lihatnya nama papihnya lah yang menghubunginya.
" Halo. " Ujar Zeno mengangkat panggilan papihnya itu, Zeno merasa heran dengan papihnya itu yang tiba-tiba menelponnya.
" Buang semua gengsi mu itu son, jangan sampai karna gengsi mu itu membuat kau menyesal nantinya, good luck son. "
Zeno mengernyit heran mendengar kata-kata papihnya itu dan sambungan pun langsung di matikan oleh David.
" Gengsi? " Ujar Zeno yang masih lola dan sedetik kemudian ...
" Sial! tua bangka itu memata-matai ku!!! " Teriak Zeno yang langsung menatap sekitar, mencari tau keberadaan mata-mata yang di bayar tua bangka itu untuk memata-matai nya.
Tingg ...
" Mencari apa boy "
Seperti itulah isi chat yang di kirim David yang membuat Zeno menggeram kesal.
" Dasar tuan bangka! " Umpat Zeno yang memaki papihnya itu yang berani sekali mengirim mata-mata untuk mengawasinya.
Dia akui, papihnya itu adalah orang yang lebih pintar darinya. Pintar dari segi memata-matai. Di tambah lagi, papihnya itu memiliki kenalan seorang mata-mata yang sangat hebat. Hal itu lah yang membuat dirinya tidak mengetahui keberadaan orang suruhan papihnya.
__ADS_1
Tingg ...
Zeno melihat kembali isi chat papihnya yang langsung membuat dirinya terdiam memikirkannya.
" Jika kau butuh bantuan, maka datanglah. Si tua bangka ini akan membantu menyelesaikannya. " Isi chat David yang di baca Zeno.
" Tidak perlu, aku bisa menyelesaikannya sendiri! " Balas Zeno sebelum memutuskan untuk kembali ke dalam kamarnya.
Di sisi David yang membaca balasan chat dari putranya itu membuat dirinya Menggelengkan kepalanya.
" Tidak pernah berubah selalu mementingkan gengsinya. " Ujar Davidto dengan terkekeh membuat sang istri yang baru keluar dari kamar mandi bingung dengan tingkah suaminya itu.
" Papih kenapa? " Ujar Fania yang sudah duduk di tepi ranjang.
" Putra kita masih saja gengsian. " Ujar Davidto dengan terkekeh.
" Gengsi? Gengsi gimana pih? Mamih masih belum mengerti. " Ujar Fania yang belum tau kalau Zeno sudah bertemu dengan Ana, bahkan Fania tidak tau kalau suaminya itu diam-diam mengirim mata-mata untuk memantau putranya.
" Tidak ada, lupakan saja sayang. " Ujar Davidto dengan tersenyum, dia masih merahasiakan ini semua dari istrinya.
David hanya ingin istrinya tau dari putranya langsung dan dia akan menunggu saat dimana Zeno membawa Ana kembali ke mansion.
__ADS_1
~Bersambung~
Buat pengganti kemarin yang gak jadi double up🤠Likenya jangan lupa ya😘