
Happy Reading :)
^^^
Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh😊😗
°°°
Saat melihat Caca yang sudah berhenti menangis. Ana mulai berjalan mendekati Caca yang masih di gendong Zeno.
" Caca sini sayang, sama mommy. " Ana ingin mengambil Caca dari dekapan Zeno tapi Caca menolaknya dan malah memeluk erat leher Zeno.
" GAK MAU! MOMMY JAHAT!!! " Teriak Caca yang masih sebel dengan mommy nya yang membentak dirinya.
" Caca maafin mommy sayang, sini sama mommy, biar daddy nya istirahat dulu. " Ujar Ana yang berusaha membujuk putri kecilnya.
" GAK!!! " Teriak Caca dengan menatap Ana dengan tajam.
" Caca mommy mohon sini sayang. " Ana ingin menangis melihat anaknya yang marah kepadanya.
Dia tidak bermaksud untuk membentak putri kecilnya itu. Dia hanya tidak ingin Caca dekat-dekat dengan Zeno. Dia hanya takut Caca di ambil Zeno dan pergi menjauh dari hidupnya. Ana tidak bisa hidup tanpa putrinya. Putrinya lah semangat hidupnya.
Zeno yang melihatnya tidak tega dengan wanitanya itu. Dia berusaha membujuk Caca agar mau bersama mommy nya.
" Caca sama mommy dulu ya, daddy capek mau istirahat dulu. " Ujar Zeno yang berbohong agar Caca mau bersama dengan Ana.
__ADS_1
" Gak! Caca mau sama daddy aja. Mommy jahat. " Ujar Caca dengan menggelengkan kepalanya.
Sikap keras kepala Caca menurun dari Zeno. Tapi sikap baik, murah senyum dan suka menolongnya menurun dari Ana, mommynya.
" Dengerin daddy, Caca gak boleh gitu sama mommy. Kan mommy dah minta maaf sama Caca, masa putri daddy yang cantik ini gak mau maafin mommynya sihh. " Ujar Zeno dengan mencubit pelan hidung mancung putrinya yang menurun darinya, karena Ana tidak terlalu mancung seperti dirinya.
" Huhh, baiklah Caca maafin mommy. " Ujar Caca dengan cemberut.
" Jangan cemberut gitu, nantinya cantiknya hilang. " Ujar Zeno dengan mencium pipi Caca.
" Hemm, baiklah. " Caca tersenyum manis membuat dirinya menjadi tambah imut di mata orang lain.
" Astaga putri kecil ku sangat cantik dan menggemaskan seperti dia. " Batin Zeno dengan menatap Ana yang tengah tersenyum ke arahnya.
Senyuman yang di berikan untuknya itu membuat Zeno terdiam. Dia tidak percaya melihat Ana yang tersenyum ke arahnya, seperti sebuah mimpi.
" Minta maaf sama mommy ya sayang. " Bisik Zeno dan diangguki Caca.
" Mommy Caca minta maaf ya tadi udah teriak-teriak ke mommy. " Ujar Caca yang sudah berada di pelukan Ana.
" Gak papa sayang, mommy juga minta maaf ya udah bentak anak mommy yang cantik ini. " Ujar Ana dengan mencium kedua pipi Caca secara bergantian.
" Hihihi, geli mommy. " Ujar Caca yang tertawa mendapat kecupan bertubi-tubi di kedua pipinya.
" Makasih. " Gumam Ana yang masih bisa di dengar Zeno.
__ADS_1
Zeno mengangguk tersenyum. Seharusnya dia yang berterimakasih sudah di perbolehkan bertemu dengan Caca. Dia berjanji akan mengambil hati wanitanya kembali dan dengan begitu mereka bisa membangun keluarga kecil yang harmonis.
" Ayo di lanjutkan di dalam saja. " Ujar Bi Ina yang tidak enak melihat tetangga menatap ke arah rumahnya.
" Baik bu, ayo tuan masuk. " Ana mempersilahkan Zeno, Hans dan beberapa bodyguard.
" Kalian tunggu disini saja jangan masuk. " Ujar Zeno saat melihat sekretaris pribadinya dengan beberapa bodyguard nya yang mengikutinya di belakang.
" Gak usah di dengerin, ayo masuk. Capek di luar terus. " Ujar Ana yang menyuruh Hans dan beberapa bodyguard ikut masuk.
Zeno yang melihatnya mendengus kesal. Seharusnya Ana tidak perlu berbaik hati ke para bawahannya, dia tidak suka melihat wanitanya dekat dengan orang lain, katakan saja dia posesif.
" Tidak usah nona, kita tunggu di luar saja. " Ujar Hans yang angkat bicara saat melihat tuannya menatap tajam dirinya.
" Sudah ayo masuk saja, gak usah lihatin iblis satu ini. "
Perkataan Ana membuat Zeno mengepalkan tangannya. Dia tidak suka melihat wanitanya mengatakan dirinya iblis, walau itu kenyataannya.
Para bawahan Zeno yang mendengarnya terdiam. Baru kali ini ada orang yang berani mengatakan iblis ke tuan mudanya.
" Ayo buru masuk!!! " Teriak Ana dari depan pintu menyuruh mereka semua masuk.
Zeno berjalan duluan dan diikuti para bawahannya. Mereka takut melihat tatapan horor dari wanita tuan mudanya itu dan memilih mengikuti perkataan nona mudanya dari pada tuannya.
~Bersambung~
__ADS_1
Maaf baru up, kemarin lupa😭 Ku kira kemaren udah up, ternyata belum😅 Aku terakhir up besok ya😘 entar senin baru di lanjut😁 Mau siapin buat Ukk(uji kompetensi kejuruan)🤭😌 See you guyss😘