
~Happy Reading~
Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh 😊😗
°°°
Setibanya di restoran, mereka langsung disambut beberapa pelayan di pintu.
" Selamat datang di restoran kami. " Ujar serempak semua pelayan sambil membungkuk hormat.
" Dengan Nyonya Fania? " Ujar seorang manager perempuan menghampiri mereka berdua.
" Betul, saya sendiri. " Ujar Fania dengan mengangguk.
" Mari saya antar ke atas. " Ujar Manager perempuan tersebut dengan sopan.
" Hmm, ayo sayang. " Ujar Fania melirik Ana dengan tersenyum.
" Iya mih. " Ana mengangguk dan mereka berdua pun berjalan memasuki restoran dengan di pandu sang manager.
Ana menatap ke sekeliling restoran yang tampak sepi. Ana tau betul restoran ini sangat ramai dan mahal, bahkan sering masuk berita sebagai restoran terfavorit di negaranya.
Ana berpikir mungkin teman-teman mamihnya memboking restoran ini untuk acara arisan mereka.
" Silahkan nyonya, nona. " Ujar manager berdiri di depan pintu rooftop.
" Hmm, terimakasih. " Ujar Fania dengan tersenyum.
" Sama-sama nyonya, kalau begitu saya permisi. Mari nyonya, nona. " Fania dan Ana mengangguk mengiyakan.
" Sayang, kamu kedalam duluan aja. Mamih mau ke toilet dulu, Tiba-tiba kebelet. " Ujar Fania dengan terkekeh mencoba menyakinkan Ana.
" Ta-tapi mih- " Belum sempat Ana menyelesaikannya, Fania sudah berlari ke bawah mungkin karna saking kebeletnya.
" Huftt, ya sudahlah masuk aja. " Ujar Ana dengan menghela nafas, sejujurnya dia deg-deg an, tapi dia berusaha terlihat baik-baik saja.
__ADS_1
Cklek ...
Ana mulai membuka pintu dan dirinya terkejut mendapati seseorang pria yang memunggungi dirinya dan suasana disana yang terlihat sangat romantis, dengan lilin-lilin kecil yang berada tepat mengelilingi meja disana.
" Apa mamih salah tempat ya? Masa suasana begini buat arisan. " Ujar Ana dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali.
" Kau sama sekali tidak salah tempat sayang. " Ujar pria tersebut yang mulai memutar tubuhnya menatap ke arahnya.
" Kak Zeno? " Ujar Ana terkejut, ternyata pria itu adalah kakaknya.
Zeno berjalan menghampiri Ana dengan tersenyum manis.
" Kak Zeno ngapain disini? " Ujar Ana yang sangat bingung.
" Dinner bareng wanita yang ku cintai. " Ujar Zeno yang sudah berada tepat dihadapan Ana.
" Ohh, terus kemana orangnya? " Ujar Ana yang menengok ke kiri dan kanan bahkan sampai ke bawah tangga.
" Dia tepat berada di depan ku. " Ujar Zeno membuat Ana terkejut mendengarnya.
" A-aku? " Ujar Ana menunjuk dirinya sendiri dan Zeno mengangguk tersenyum.
" Kak Zeno sedang tidak bercanda kan? " Zeno menggelengkan kepalanya.
" Aku sedang tidak bercanda Ana, ayo kita kesana. " Ujar Zeno menggandeng tangan Ana berjalan ke tengah-tengah rooftop.
" Kak sebenarnya ada apa? " Ujar Ana menatap Zeno yang kini mulai berjongkok sambil melipatkan kaki kanannya di hadapannya.
" Ana aku tau hari-hari berat yang kau lalui selama ini, begitu banyak rasa sakit yang ku toreh di hati mu. "
Ana terdiam sambil menitikkan air matanya, mengingat masa-masa sulit yang di laluinya bersama dengan putri kecilnya.
" Tapi apa kau tau Ana? Jiwa ku resah saat tidak mendapati kamu di sampingku, galau ku semakin menjadi ketika aku tidak mampu bahagiakan mu.
__ADS_1
Saat kau pergi aku baru menyadari bahwa aku mencintai adik ku yang sangat-sangat ku benci. Dunia ku hancur, saat kau tidak berada di sampingku. "
Zeno menatap dalam mata Ana yang kini tengah menatap dirinya sambil menitikkan air matanya.
" Ana tepat di malam ini, mau kah kau hidup bersama dengan ku? dan memulai semuanya dari awal? Aku, kamu dan putri kecil kita. " Ujar Zeno sambil menjentikkan jarinya dan tidak lama datanglah empat orang pelayan sambil membawa kertas bertuliskan Will You Marry Me.
(Anggap aja malam+ ada di rooftop restoran. Pakaiannya juga anggap aja yg cwok make jas rapih dan cweknya dress warna pink dan orang-orang di belakangnya anggap aja pelayan restoran:v)
Begitupun dengan kedua orang tua Zeno yang juga ikut masuk melihat putra mereka yang tengah mengutarakan isi hatinya.
Ana menatap terkejut dengan tulisan-tulisan yang di bawakan empat orang pelayan tersebut.
" Tapi kak, kitakan- "
Fania langsung memotong ucapan Ana. Dia tau apa yang mau dikatakan putri angkatnya itu.
" Ana mamih mau bilang, kalau kalian bukan kakak dan adik kandung. Maaf mamih sama papih baru bilang sekarang, kita bukannya tidak mau memberitahukannya, cuma kita lagi cari waktu yang pas untuk mengatakannya dan sekarang adalah waktu yang tepat. " Ujar Fania dengan menitikkan air matanya di dalam rangkulan sang suami.
" Papih sama mamih mendukung semua keputusan mu nak. " Ujar David yang bisa melihat tatapan terkejut dan bingung di wajah putri angkatnya.
" Jadi sayang? Will You Marry me? " Ujar Zeno sambil menatap Ana menunggu jawaban.
" Aku senang, selama ini cinta ku tidak bertepuk sebelah tangan. Aku juga senang saat mengetahui kalau kita bukanlah saudara kandung. " Jeda Ana dengan menghapus air matanya.
" Apa kau tau kak? Aku selalu menunggu saat-saat seperti ini, saat dimana kau mengutarakan isi hatimu. Dan malam ini Aku Anastasia Germani, mau hidup bersama dengan mu dan memulai semuanya dari awal bersama putri kecil kita. " Ujar Ana dengan tersenyum bahagia.
Zeno sangat senang mendengarnya dan langsung memakaikan cincin di jari manis Ana dan memeluk Ana sambil menitikkan air mata bahagia dan begitupun dengan Ana yang menangis di dalam pelukan pria-nya.
Kedua orang tua mereka pun ikut senang mendengarnya. Davidto langsung memeluk istrinya sambil mengucapkan banyak-banyak terimakasih kepada Tuhan yang sudah mempersatukan mereka kembali.
~Tamat~
Bener
__ADS_1
Tapi Boong😝🤭
Xixixi, canda gess🤭 Likenya jangan lupa ya😘