My Bastard Brother

My Bastard Brother
Episode 93


__ADS_3

~Happy Reading~


Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh 😊😗


°°°


" Good morning, pih, mih. " Ujar Ana yang baru tiba di meja makan.


" Morning sayang. " Ujar serempak David dan Fania.


" Aku gak di sapa, by? " Ujar Zeno dengan cemberut.


" Hehehe lupa, good morning kak Zeno. " Ujar Ana sambil menarik kursi tepat di samping Zeno.


Cupp ...


" Morning. " Ujar Zeno sambil mengecup bibir Ana membuat Ana mematung terdiam.


" Ekhem! Kalau mau romantis-romantisan mending di kamar, jangan disini. " Ujar Davidto dengan tatapan malas memandang sang putra.


" Ishh kak malu. " Ujar Ana dengan memeluk tubuh Zeno dan menenggalamkan mukanya di dada bidang Zeno.


" Gak usah malu by, nanti juga terbiasa. " Ujar Zeno dengan santai.


" Dulu kayanya kita gak selebay dia ya mih. " Ujar David menyidir putranya.


" Ck, pak tua sirik aja. " Ujar Zeno yang memeluk Ana yang masih menyembunyikan wajahnya di dada bidangnya.


" Kan papih gak romantis. " Ujar Fania membuat Zeno terkekeh sinis.

__ADS_1


" Denger pak tua? " Ujar Zeno dengan terkekeh.


Ana yang mendengarnya langsung melepaskan pelukannya dan menatap kedua orang tuanya.


" Emang dulu papih gak romantis mih? " Tanya Ana dengan menatap mamihnya.


" Ya begitulah, nasib mamih ini menyedihkan bisa dapat papih kamu yang gak ada romantis-romantisnya. " Ujar Fania membuat Davidto menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


" Bukan papih gak romantis mih, cuma papih gak mau terlalu lebay. " Ujar David dengan mengelak.


" Alasan aja. " Ujar Fania membuat Ana dan Zeno tertawa.


" Kalau gak bisa romantis bilang aja pak tua. " Ujar Zeno yang senang meledek papihnya.


" Ck, durhaka kamu sama papih. " Ujar David menatap tajam putranya yang kini tengah tertawa meledeknya.


Suara dari arah tangga membuat mereka langsung menoleh dan menatap gadis kecil cantik dengan menggunakan dress berwarna putih bersih dengan jemputan pita di rambutnya, terlihat sangat imut dan elegan.


" Wahh, tumben sekali putri mommy pake dress? " Ujar Ana menatap penuh tanda tanya ke arah putri kecilnya.


" Hehehe, pengen aja mom. Jelek ya? " Ujar Caca yang duduk di sebelah Ana.


" Gak dong, malahan cantik seperti princess di negri dongeng. " Ujar Ana membuat Caca tersipu malu.


" Mommy bisa aja. " Ujar Caca dengan pipi bersemu merah.


" Ciee, putri daddy ngeblush gitu. " Ujar Zeno dengan tertawa.


" Ihh daddy mahh. " Ujar Caca dengan menelungkupkan wajahnya di meja makan.

__ADS_1


" Hahaha, lagian ngapain malu sih sayang. Putri daddy kan emang cantik. " Ujar Zeno dengan pindah duduk di sebelah putrinya lebih tepatnya Caca berada di tengah-tengah Ana dan Zeno.


" Bener apa yang dikatakan daddy, kalau putri mommy ini emang sudah cantik sejak lahir. " Ujar Ana dengan tersenyum.


" Iya dong, kan mommynya juga cantik. " Ujar Zeno membuat Ana ngeblush.


" Hahaha, kalian lucu banget sihh. " Ujar Fania yang tertawa melihat cucu dan putrinya sama-sama ngeblush di puji cantik.


" Pandai banget kamu gombal. " Ujar David dengan memakan rotinya sambil menatap putranya, Zeno memutar bolanya males mendengar perkataan papih nya itu.


" Zeno gak lagi gombal, tapi kenyataan. " Ujar Zeno yang lagi-lagi membuat Ana ngeblush.


" Sudah-sudah, lihat tuh Ana pipinya udah kaya kepiting rebus. " Ujar Fania dengan terkekeh.


" Mamih! " Rengek Ana dengan mencibikkan bibirnya.


" Hahaha, udah-udah ayo sarapan. " Ujar Fania dengan terkekeh dan mulai menuangkan susu ke dalam gelas masing-masing.


~Bersambung~


Setuju gak nih kalau nanti setelah ini tamat, aku bikin S2 nya tentang kisah cinta Caca?, kalau setuju nanti aku bakal pikirin alurnya:v


Kalau gak setuju ya gak masalah:v Nanti aku bikin novel baru lagi🤭


Jangan lupa like, rate 5 bintang, vote dan komennya😘 Dan maaf juga aku belum bisa double up atau crazy up, karna otak ku masih belum bisa mikir banyak"🤭😅


Kalau nanti aku bisa, pasti bakal up banyak kok🤭 Jadi tunggu aja ya kakak" semuanya:v


Dahh see you😘

__ADS_1


__ADS_2